
"Bagaimana dengan teman Galen yang bersamanya dalam kecelakaan itu?" tanya Oma Ratih membuka suara diantara keheningan di dalam mobil.
"Tak ada luka serius pada gadis itu. Tapi Saya sudah memberikan pelayanan terbaik dan penjagaan ketat di sana."
"Ternyata dia artis yang lagi naik daun dan diketahui dekat dengan Galen, heh ... pantas saja anak itu tak mau ada penjagaan di dekatnya, rupanya karena gadis itu," ucap Tuan Wijaya dengan nada merendahkan.
"Mama sudah bilang jangan pernah memaksa anakmu untuk mengungkapkan siapa dirinya, apalagi dalam acara besar seperti itu. Pasti akan banyak pesaing bisnismu yang akan mencelakainya!" Oma Ratih berucap marah kepada Tuan Wijaya, saat ini Wanita paruh baya tersebut satu mobil dengan Tuan Wijaya untuk mengikuti mobil ambulans yang membawa Galen ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitas kesehatannya.
"Kita belum tau siapa yang mencelakai Galen, Bu! jadi jangan beranggapan itu lawan bisnisku yang melakukannya. Mau sekarang atau nanti Galen harus siap terjun dalam dunia bisnis, Mah! dia adalah pewaris ku. Pewaris kandungku."
"Terserah ... Kamu mau bilang apa, yang pasti Mama tidak mau sampai cucuku kenapa-napa, Mama tidak mau kehilangan dia. Sudah cukup Indira yang pergi meninggalkan Mama." Oma Ratih menangis tersedu kembali teringat putrinya yang merupakan ibu dari Galen yang sudah tiada.
"Sudahlah, Mah! tolong jangan bahas Indira lagi? jangan buat Aku lebih menyesal lagi, sudah cukup dia menghukum ku selama ini dengan kehilangannya.
"Andai saja waktu itu Kamu percaya ucapannya, mungkin dia masih ada di sini! Galen pasti bisa merasakan kasih sayang ibu kandungnya dari bayi. Kamu malah lebih percaya sama wanita itu," geram Oma Ratih. Tangisnya sudah mereda berganti rasa kesal di hatinya.
"Cukup, Ma ... tolong terimalah keadaan yang sudah terjadi. Bagaimana pun, sekarang Mariska adalah istriku, mama dari Kartika putriku, Mah!" ucap Tuan Wijaya menghentikan perdebatan antar mantan mertua dan menantu itu.
Akhirnya mereka lewati perjalanan menuju Rumah Sakit Soedibyo dengan keheningan. Oma Ratih yang khawatir dengan kondisi Galen.
"Maaf, Bos, lapor!" Asisten Tuan Wijaya yang bernama Tomy memecah keheningan saat itu.
"Iya, ada apa?" jawab Tuan Wijaya.
"Saya mendapat kabar dari Roni, orang suruhan yang saya perintahkan menyelidiki kecelakaan Tuan Alex. Mereka sudah membekuk dua orang yang sudah menyabotase mobil yang di kendarai Tuan muda Alex, dua orang itu dibayar untuk mencelakai gadis yang bersama Tuan Alex, Bos!" Asisten Tuan Wijaya memberikan informasi dari markas preman yang berhasil dibekuk oleh orang suruhannya.
"Saya tidak peduli, jangan biarkan mereka dan orang yang sudah membayarnya lolos, bawa mereka ke kantor polisi," titah Tuan Wijaya dengan suara pelan namun tegas.
"Siap Bos."
Tak lama ambulans yang masih terus mengeluarkan suara sirine nya memasuki gedung Rumah sakit Soedibyo yang merupakan rumah sakit besar di Jakarta. Rumah sakit ini juga merupakan milik dari keluarga Wijaya.
Oma Ratih di bantu Tuan Wijaya turun dari Mobil mewah menuju ruang ICU di mana perawatan Galen akan berlanjut di sana.
Aline
Ayah Zaki, Bu Winda tidur di sofa yang berada dalam ruangan perawatannya. Tuan Wijaya memberikan kamar ekslusif untuk Aline, dengan fasilitas kamar yang hanya ada satu di rumah sakit tersebut.
Fasilitas kamar yang lengkap tak membuat Aline nyaman dan bisa beristirahat. Matanya tak bisa terpejam karena hati dan pikirannya terus tertuju kepada Galen.
Aline di perbolehkan meninggalkan rumah sakit besok siang setelah dokter yang menanganinya tadi kembali bertugas.
"Gal .. semoga Kamu gak kenapa-kenapa! siapa yang tega berbuat seperti itu sama mobilku?" gumam Aline seraya berpikir akan ucapan Galen sebelum kecelakaan itu terjadi, ada yang sengaja merusak rem mobil miliknya.
__ADS_1
****
Berita kecelakaan dari artis dan CEO Aksara Grup itu ramai beredar di media sosial.
Dari Malam hingga menjelang siang hari Para wartawan masih setia menunggu kehadiran pihak Aline Barsha ataupun pihak dari Tuan muda Alex untuk melakukan konfrensi pers.
Pagi ini Risa datang ke rumah sakit untuk menemui Aline dan mewakilinya melakukan konfrensi pers pada wartawan yang sudah menunggunya sejak semalam.
"Mbak Risa bagaimana keadaan Aline Barsha dan Tuan muda Alexander," tanya salah satu reporter dari saluran televisi x'one.
"Sebelumnya terima kasih kepada sahabat pers yang masih setia menunggu dan mendoakan Aline Barsha. Alhamdulillah kondisi Aline saat ini sudah lebih baik, tidak ada luka yang serius padanya. Doakan agar Aline Barsha bisa cepat pulih dan beraktivitas kembali." Risa berucap tenang di dalam salah satu ruangan yang sudah disiapkannya untuk melakukan konfrensi pers tersebut.
"Lalu bagaimana dengan keadaan Tuan muda Alexander, ada hubungan apa dia dengan Aline Barsha, ko bisa mereka dalam satu mobil? apa memang mereka ada hubungan khusus?" tanya reporter lainnya saat pertanyaan sesi terakhir berlangsung.
"Doakan saja Tuan muda Alex segera pulih. Tuan muda di bawa keluarganya berpindah ke rumah sakit lainnya, karena kebetulan di rumah sakit ini ada alat yang tidak tersedia di sini! untuk hubungan mereka berdua saya masih belum tau, bukan hak saya untuk menjawabnya di sini!"
"Baiklah kalau tidak ada pertanyaan lagi saya akan akhiri konfrensi ini," ucap Risa hendak berdiri tapi satu pertanyaan membuatnya mengurungkannya.
"Apa kecelakaan yang terjadi pada Aline murni kecelakaan atau ada yang menyabotase kendaraannya?" Reporter yang posisinya paling belakang melayangkan pertanyaan untuk yang terakhir.
"Untuk itu biar kepolisian yang mengumumkannya. Terima kasih, selamat siang semuanya." Risa meninggalkan ruangann tempat berkumpulnya para wartawan yang datang.
****
Lagi-lagi aktifitas yang mereka lakukan tak pernah ada capenya. Belum juga tuntas mencapai nirwana. Bunyi bel apartemen milik Chyntia terus terdengar dari luar kamar.
"Lepas, Yang!" ucap Chyntia seraya melepaskan diri, segera ia berlari ke arah kamar mandi dalam Kamari itu.
"Oh ... shitt, siapa sih? ganggu aja," ucap Derald saat si Otong harus di tarik paksa saat sedang bermain di tengah hutan rimba.
Derald meraih piyama yang berada di tempat tidur, menutupi si Otong yang masih terbangun. Rasanya Kepala atas bawah begitu pusing saat si Otong ingi memuntahkan hasil bermainnya di hutan rimba yang tidak pada tempatnya. Lekas ia berlari ke kamar mandi di luar kamar utama. menuntaskan pembersihan muntahan si Otong yang memaksa keluar.
Chyntia baru mengingat jika menjelang siang atau sore hari Ayahnya pasti akan datang menemuinya di apartemen. Gadis itu tidak mau sang Ayah tau kelakuan buruk putri kebanggaannya itu.
"Duh .. pasti ayah denger deh, berita tentang semalam," ucap Chyntia. Ia merasa takut ayahnya akan kecewa padanya, karena hanya bisa meraih kategori pasangan terfavorit saja. semua penghargaan yang tahun lalu di dapatnya kini beralih kepada Aline.
Ting .. tong... suara bel kembali berbunyi, karena si pemilik apartemen tidak kunjung membukakan pintunya.
Chyntia makin panik di buatnya. "Sayang .... Kamu di mana?" ucap Chyntia. Dia terlihat sudah rapi dengan pakaian santai, mencari kekasih yang di tinggalkan dengan segala kepusingan nya.
Cuuurrrrr ...
Air kran mandi yang berada di dekat dapur bersih terdengar dari luar.
__ADS_1
"Aaahhhhh ...." suara Derald merasa lega setelah si Otong memuntahkan hasil permainan yang tak sampainya.
Chyntia membuka pintu kamar mandi itu. "Yang .. jangan berisik, ya! matikan kran airnya, jangan keluar sebelum aku mengetuk pintu! kayaknya di depan Ayahku deh! ingat jangan berisik, ok," ucap Chyntia, kepalanya menyembul sedikit melihat aktifitas Derald di kamar mandi.
Derald hanya mengangguk pelan kemudian menyalakan shower mandi di bawah guyuran air dingin akan membuat Otong cepat tertidur lagi.
Chyntia tersenyum geli melihatnya. Menertawakan Derald yang harus berusaha sendiri menenangkan si Otong.
"Sebentar ... tunggu, Yah!" Chyntia sedikit berlari menuju pintu apartemennya.
Ceklek ...
Chyntia mengerutkan alis melihat tiga orang berpakaian seragam polisi menyambangi apartemennya.
"Ko, bukan Ayah?"
.
.
.
.
.
Ayah oh ayah ... aku kira benar ayahmu ๐๐๐
Dukung terus karya teteh ya....
Like ..
Komen dong biar makin semangat ni buat update ..
Vote, bunga, kopi ada enggak????
itu keikhlasan kalean aja ..
Pokeke terima kasih yang sudah membaca karya teteh ini.
Teteh dah ngantuk ... pengen tidur bareng si otong Ehh๐ค๐๐๐
Salam hangat dari teteh Mayya_zha
__ADS_1