Fake Love

Fake Love
Cemburu


__ADS_3

"Menyebalkan," gerutu Aline tapi masih bisa di dengar oleh Galen.


Galen menoleh ke arah Aline saat mendengar ocehan pelan calon istrinya itu.


Lekas Galen mengikuti pandangan yang Aline tuju. Saat pria tampan bertopi itu melihat ke arah dua gadis yang sedari tadi memperhatikannya, ia mendapat sapaan dari mereka, lambaian tangan itu mengarah pada Galen.


"E-eh, tu cowok ngeliat ke sini!" ucap salah satu gadis berambut lurus itu kepada temannnya dengan suara berbisik.


"Cakep bener ya! samperin yuk!" ajak temannya yang berambut bondol.


"Ada pacarnya, Cuy! noh liat di sampingnya, ceweknya lagi liatin kita," tunjuk gadis berambut lurus itu.


Gadis berambut bondol itu mengikuti arahan temannya. Tatapan Aline terhadap kedua gadis itu sangat tajam seperti akan mengcengkramnya hidup-hidup.


Daripada mereka kena semprot Aline. kedua gadis itu melambaikan tangan kepada Galen. Kemudian keduanya ergesa meninggalkan penjual kacamata itu.


Membuat Aline semakin kesal lalu memantulkan bibirnya.


Tak lama ketoprak pesanan mereka sudah jadi.


"Ketopraknya, Neng, Akang!" tukang ketoprak itu menyodorkan ketoprak pada Aline dan Galen.


"Makasih, Bang!" balas Aline lalu menerima satu piring yang di sodorkan kepadanya.


Gadis itu mengaduk ketoprak yang ia terima dengan kesal, lalu mengambil satu suapan ketoprak membuat mulutnya terlihat penuh saat mengunyah makanan tersebut.


Galen memperhatikan gaya Aline makan ketoprak sambil menahan kekesalan.


"Kamu kenapa, Yank?" tanya Galen sambil mengaduk pelan ketoprak miliknya.


Aline menoleh ke arah Galen. "Lain kali kalau tau mau jalan sama aku jangan pakai baju yang rapi begini!" sungut Aline saat satu suapan sudah masuk kedalam kerongkokgannya.


Galen mengerutkan alis lalu melihat penampilannya sendiri. Ia berpikir tidak ada yang salah dengan penampilannya. Bahkan Galen sudah mengganti pakaian kantornya dengan pakaian casualnya.


"Memang kenapa dengan penampilan aku, Yank?" Galen masih belum mengerti kesalahannya apa.


"Iisshh... kamu senang jadi perhatian para gadis tadi 'kan? jadi gak sadar penampilan tampanmu membuat mereka terus melirikmu," celetuk Aline. Tanpa sadar gadis yang tengah cemburu itu memuji Galen membuat calon suaminya itu mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


"Kamu mengakui kalau aku tampan," bisik Galen sedikit mencodongkan tubuhnya ke arah Aline. "Kamu cemburu?" Aline menggeleng cepat menganggapnya.


Galen mencium gemas pipi Aline. Aksinya membuat Aline menghentikan gerakan mengunyahnya tiba-tiba. Lalu menoleh ke arah Galen.


"Gal," Wajah Aline sudah merah merona sekarang ini.


"Kenapa?" tanpa rasa bersalah Galen melanjutkan makannya, ia tak melihat keadaan sekitar yang penuh dengan pengunjung.


Pengunjung yang berada di dekat mereka


menyaksikan aksi Galen yang mencium pipi Aline. Ada yang tersenyum menanggaponya, ada yang saling berbisik entah mengucapkan apa yang pasti tatapan mereka tertuju pada Aline.


"Kenapa menciumku di tempat umum seperti tadi?" Aline mengangkat bangku plastiknya agar lebih dekat dengan Galen.


Gadis itu menurunkan sedikit topi bundar ala nona Belanda yang ia pakai. Merasa malu sudah menjadi pusat perhatian orang-orang sekelilingnya.


Galen yang melihatnya tersenyum. Satu piring ketoprak yang ada tangannya sudah tandas tak bersisa, di sodorkannya piring kosong tersebut kepada penjualnya.


"Terima kasih, pa!" ucap Galen.


Benar kata Aline, makan di tempat ini terasa nikmat sepertinya ia akan kembali ketempat ini untuk menikmati makanan lain yang dijual di sini.


Aline masih makan dengan santai sambil menunduk. Ia tak berani mendongak karena beberapa orang tengah memperhatikan mereka berdua.


"Gak usah malu, kita harus terbiasa bersikap manis di manapun dan kapanpun, karena aku tidak mau berbagi kemesraan kepada orang lain." Galen menyentuh dagu Aline agar calon istrinya itu menatap dirinya.


Aline teringat ucapan ayahnya, jika sudah berumah tangga harus bisa bersikap mesra terhadap pasangan kapanpun dan di manapun. Mungkin sekarang ia harus belajar dan membiasakan diri dengan menerima dan membalas sikap mesra Galen yang sebentar lagi aka menjadi suaminya.


Aline ingin rumah tangganya nanti seperti rumah tangga kedua orang tuanya, yang selalu harmonis dan langgeng sampai saat ini dengan sikap keduanya yang selalu membuat orang iri jika melihatnya.


Wajar saja jika Aline kaku dan malu bersikap seperti itu di luaran karena dulu saat berpacaran dengan Derald sikap mesra mantan kekasihnya itu hanya ditunjukkan saat mereka berdua saja, tak pernah diumbar di hadapan orang lain. itupun hanya cinta palsu yang diterimanya. Derald hanya memanfaatkannya saja waktu itu.


"Apa kamu ingin aku bersikap acuh?"


Aline dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Jangan!"


"Bersikap manis dan mesranya sama aku aja, jangan sama yang lain!" celetuk Aline membuat Galen tersenyum kecil.

__ADS_1


Galen meraih piring ketoprak yang di pegang Aline. Pria itu menyendokkan satu suap makanan yang masih tersisa di piring milik Aline. "Makanannya habiskan, mubajir kan sudah di beli! setelah ini kita jalan-jalan di Kota Tua ini, A dulu!" titah Galen agar Aline membuka mulutnya.


Aline membuka mulutnya menerima suapan demi suapan yang Galen berikan. perlahan makanan yang ada di piring itu habis. Lekas Galen membuka satu botol air mineral yang disuguhkan penjual ketorpak khusus untuk para pembeli yang makan di tempatnya.


"Ini, minum dulu!" Galen memberikannya kepada Aline.


Setelah itu, mata mereka saling memandang. Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah cantik Aline.


"Terima kasih, jangan pernah berubah dengan sikapmu ini!" Aline merangkul tangan Galen lalu bersandar di sana.


Galen membuka topi bundar yang Aline pakai, ciuman bertubi-tubi ia kecupkan di pucuk kepala Aline.


Kini tingkah mereka malah membuat orang yang melihatnya merasa iri.


.


.


.


.


🤗🤗 Termasuk Author. Aku gak pernah tuh dapet sikap romantis di depan umum, yang ada kalau sama paksu, jauh-jauhan. nempel nya kalau di atas kasur aja.. 🤭🤭🤭🤫🤫🤫


Bersikap romantis terhadap pasangan itu perlu karena pasangan kita akan merasa diperhatikam dan di sayangi .


Baca karya teman Author lagi tuk.



.


.


.


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2