
Selamat membaca
Saat ini keluarga besar itu berkumpul bersama. Sandra masih berusaha membujuk Zia agar mau pulang ke rumah bersamanya hari ini. Sebab sudah dia hari Zia menginap di rumah ini.
“Zia gak mau pulang, Mommy! Mama ngomel mulu,” ucap Zia saat Aline membantunya menyisir rambut panjangnya.
Gadis itu sangat manja sekali jika bersama Aline. Sikap Aline sungguh membuat Zia betah berada lama di sana.
Sandra menunggu Zia di luar kamar. Gadis itu mempunyai kamar sendiri di sana. Kamar yang dulunya di pakai Bara kini beralih menjadi kamar Zia.
“Zia tidak boleh seperti itu. Mama seperti itu karena dia sayang sama Zia, Mama tidak mau kamu Zia kenapa-napa. Kalau terjadi sesuatu sama Kamu siapa yang akan sedih, hmm?” tanya Aline dengan lembut.
“Mama!” jawab Zia.
“Nah itu Zia tau!" ujar Aline seraya terus menyisir pelan rambut panjang Zia. "Nah, selesai. Jangan di kuncir dulu rambutnya, ya! Biarkan kering dengan sendirinya, tidak baik selai menggunakan hairdryer nanti ujung rambut kamu pecah-pecah."
Mommy dari Zayn itu sangat menyukai anak-anak. Ia sangat menginginkan anak perempuan tapi Sang pemberi kehidupan belum memberinya amanah lagi. Sebab itulah dia sangat senang ketika Zia datang dan menginap di sana.
Aline akan memperlakukan anak gadis itu seperti anaknya sendiri. Bahkan Zayn pernah cemburu dengan sikap Aline kepada Zia.
“Sekarang, minta maaf sama Mama, ya?” titah Aline.
Zia pun mengangguk pelan. “Anak pintar, mommy makin sayang kalau Zia bersikap baik seperti ini.”
Zia lekas berdiri kemudian mencium pipi putih Aline.
“Muah ... Muaaahh ...,“ Zia mencium pipi Aline gemas.
Aline sampai terpejam dibuatnya.
“Ugh ... Napsu banget ciumnya.” Ujar Aline.
“Terima kasih yang banyak-banyak buat mommy karena mommy selalu sayang sama Zia!” Gadis cantik itu kembali mendaratkan ciuman yang banyak di pipi Aline sampai wanita itu merasa kegelian di buatnya.
“Cukup, Sayang! Katanya mau ke mama buat minta maaf. Nanti ke buru mama dama papa Zia pulang loh!”
Gadis cantik itu segera melepas pelukannya dari Aline. Ia berlari keluar kamar, hendak mencari mamanya. Tapi baru beberapa langkah keluar dari kamar, langkahnya terhenti saat Zia baru menyadari keberadaan mamanya di balik tembok dekat dengan pintu kamarnya.
“Mama!” panggil Zia yang langsung menghambur ke dalam pelukan Sandra.
Sandra menyambutnya dengan senang.
“Maafkan mama, Sayang! Tidak bertanya lebih dulu kepadamu. Maaf, Ya?” ucap Sandra sambil mencium pipi gembul putrinya.
“Zia juga minta maaf mama!”
Sandra mengangguk sambil tersenyum. Akhirnya Sandra dan Zia kembali baikkan gadis itu mau diajak pulang bersama malam ini.
Keduanya berjalan menuju ruang keluarga di mana Tuan Wijaya, Bara, Galen dan Zayn sedang berada di sana. Zayn terlihat sibuk dengan laptopnya. Bocah laki-laki itu lebih senang mengerjakan sesuatu dari laptop milinya.
Masih kecil tapi sudah pintar berselancar di dunia maya. Zayn menarik satu sudut bibirnya saat ia menemukan sesuatu yang ia cari.
“Oh ... Namanya Zahera Zara!” Zayn tersenyum simpul melihat foto gadis manis yang ia tabrak tadi pagi.
__ADS_1
Di lantai atas, Aline yang baru saja selesai membantu Zia menyisir rambutnya berjalan hendak ke luar kamar. Tapi langkahnya terhenti saat melihat kalender yang menempel di dinding kamar Zia.
“Tanggal 17, cepat sekali. Tapi rasanya ada yang terlewat, tapi apa ya?” tanyanya dalam hati.
Aline merasa ada yang ia lewatkan tapi ia lupa apa itu. Setelah sesaat ia terdiam. Aline ingat bahwa dirinya sudah telat datang bulan selama dua minggu.
Merasa penasaran, wanita itu tergesa-gesa turun dari lantai dua itu menuju kamarnya.
Galen yang melihatnya pun menyusul. “Ada apa, Yang? Kenapa berlari seperti itu?”tanya Galen tepat ketika Aline masuk ke dalam kamar mandi.
Lama Aline terdiam di dalam kamar mandi. Ketika keluar. Galen terkejut mendapati istrinya menangis.
“Apa yang terjadi?” tanya Galen. Suaminya itu lekas memeluk Aline.
Aline meregangkan pelukannya, kemudian memberikan benda berbentuk persegi panjang kecil yang di tengahnya terdapat dua garis berwarna merah.
Rasa senang tak terkira Galen rasakan. Akhirnya penantian keduanya berhasil juga.
Aline hamil anak kedua. Kabar itu pun langsung ia beritahu kepada semua keluarga yang berada di ruang keluarga.
Semua tampak bahagia dan memberikan selamat kepada Aline.
Terkecuali Zia. Gadis itu terlihat murung mendengar Aline hamil. Gadis itu takut Mommy Aline tidak sayang kepadanya lagi. Melihat itu Aline berjalan mendekatinya.
“Mommy tahu apa yang Zia pikirkan? Mommy akan tetap sayang sama Zia meskipun ada adik kecil nanti!” ucap Aline menenangkan Zia.
“Benarkah mommy?”
Tanpa banyak menunda, Zia langsung memeluk Aline.
Semua yang ada di sana tersenyum bahagia melihatnya.
‘Oma, andai Oma masih hidup pasti oma senang sekali melihat keluarga ini. Lihatlah cucu-cucu oma. Mereka sangar pintar dan mengemaskan. Dan aku akan kembali menjadi seorang ibu.’
Batin Aline seraya menatap Foto Oma Ratih yang terpajang di dinding. Foto yang diambil saat Kartika wisuda di Amerika Serikat. Semua anggota keluarga Wijaya sengaja terbang ke negara itu hanya untuk menemani Kartika sekalian berlibur bersama di sana.
Oma Ratih meninggal tahun lalu saat Kartika baru saja mendapat penyerahan jabatan direktur perusahaan oleh Bara.
perusahaan yang selama ini Bara kelola dan sesuai ucapannya akan kembali ke tangan Kartika.
Kehangatan dan kebersamaan keluarga memang sangatlah berharga. Tidak ada yang lebih berharga dibanding kasih sayang keluarga.
Keluarga Wijaya sudah berbahagia dengan kehidupan yang mereka dapat sampai detik ini.
Aline dan Galen semakin bahagia saat tahu kehamilan Aline yang ke dua ini. Bocah laki-laki nya yang terlihat cuek, dia memisahkan diri dari kumpulan keluarga itu, tapi Zayn masih tetap memperhatikan dan peduli. Dia akan tumbuh menjadi pria tampan cuek dan acuh tapi fokus terhadap satu tujuan yang ingin ia gapai termasuk saru tujuan hatinya.
Bara sangat bahagia bersama Sandra dengan putri cantiknya Zia yang akan tumbuh jadi wanita cantik dan berkelas nantinya.
Kartika yang masih bingung mencari lelaki yang akan dijadikan suami kontraknya. Ia akan terus mencari cepat agar Papa Wijaya bisa segera menikah.
Derald memilih menjadi pria sederhana dengan satu usaha yang ia tekuni. Dan masih betah menduda sampai saat ini. Meski sang adik, Siska telah sukses tak pantas membuat Derald ingin menikmati kesuksesan adiknya. Pengalaman telah menjadikannya pria yang baik dan bijaksana. Baginya saat ini, Zara adalah hidupnya. Bersama dengan putrinya Bara lebih bahagia.
Tuan Wijaya pandai menutup diri. Bohong rasanya jika ia berucap tidak mau menikah lagi. Pria berumur itu hanya tidak mau menjadi beban buat anak-anaknya. Wanita berlesung pipi yang kembali ia temui beberapa bulan lalu di peresmian Masjid Agung di daerah Cianjur itu membuat hati dan pikirannya tertinggal di desa itu. Akankah perasaannya akan bersambut ataukah kembali padam seiring usianya yang menua.
__ADS_1
Author mau mengucapkan banyak Terima kasih kepada readers tersayang ku.😘😘
Terima kasih buat kalian yang setia membaca karya iniini, mengikuti dari awal hingga akhir.
Tanpa kehadiran kalian tidak karyaku tidak akan di kenal.
Semuanya sudah bahagia.
Thanks you so much
...TAMAT...
Maunya sih melanjutkan kisah mereka di judul ini tapi terlalu panjang.
Author bakalan buat di judul baru.
Mengangkat kisah triple Z nantinya.
Atau kisah Kartika yang mencari suami kontrak demi menghindari pernikahan sungguhan.
Atau bisa jadi lanjut ke cerita janda berlesung pipi dengan duda keren.
Ah... Pokoknya nantikan karya author selanjutnya ya!
Jangan di unpav tanda Love nya. Agar kalian biasa dapat notifikasi dari karya otor yang baru.
Mampir ke karya baruku yuk!
Sudah banyak bab juga di sana. Seru juga kisahnya.
Judulnya “Pemilik Kehormatanku”
Blurb
Cinta yang selama ini ia harapkan bisa membawanya pada masa depan cerah.
Justru cinta itu yang membuat kehidupannya menjadi kelabu.
Kehidupannya di jual secara sengaja tanpa ia ketahui.
Cinta itu berubah menjadi benci.
Dunia malam menjadi pilihan hidup yang tak pernah ia bayangkan.
Ketika uluran tangan datang membawa cahaya putih, akankah ia sambut dengan harapan.
Ataukah hanya penyelamatan sementara dari kesuraman.
Akankah kehidupan kelabu itu bisa memutih seperti harapannya. Saat si pemilik kehormatan datang mencarinya.
“Love me with all my flaws”
__ADS_1