
Tuan Wijaya terkejut dengan wanita yang ada di sampingnya. Semalam keadaannya mabuk parah hingga tak sadar siapa yang sudah ia ajak bergelut diatas ranjang miliknya.
Mariska terlihat menangis seraya memeluk kedua kalinya yang ditekuk, seolah dia korban dari keperkasaan Tuan Wijaya.
Rumah tangga yang selama ini Indira jaga, hancur begitu saja karena kecurigaan yang belum terbukti dari suaminya.
Langkahnya keluar dari rumah yang penuh kenangan itu terasa berat. Kaki yang membengkak akibat pleeklamsia yang di deritanya terasa sakit saat melangkah tapi rasa sakit itu tak sebanding dengan kehancuran hati yang ia rasakan saat ini.
Tuan Wijaya segera menyusul langkah istrinya mengacuhkan wanita yang masih berbalut selimut di atas tempat tidurnya.
"Kamu masuk perangkapku, Tuan Wijaya," Senyum licik tersungging di wajah wanita itu.
Di teras rumah mewah itu, Indira menghentikan langkahnya. Kakinya tak mampu lagi berjalan. Kedua tangan putihnya memegangi perut yang terasa kram. Dunia serasa berputar dari pandangannya.
Napasnya tercekat seakan tak mampu menghirup udara. Perlahan wanita itu memejamkan mata, tak terasa tubuhnya hampir saja terjatuh kalau saja tidak ada tangan kekar yang merengkuh tubuhnya.
Tuan Wijaya tergesa membawa istrinya rumah sakit setelah merengkuh tubuh istinya yang hampir terjatuh.
----***----
Di rumah sakit
Tindakan operasi sesar harus disegerakan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi yang saat ini berada di ruangan operasi.
Penjelasan dari Dokter Amira membuatnya termenung memandangi tubuh mungil kecil yang baru saja dilahirkan ke dunia di dalam inkubator secara sesar karena waktu lahir yang belum waktunya.
Ia baru mengetahui sakit preeklamsia yang diderita Indira selama kehamilannya. Tak pernah sedikitpun istrinya bercerita ataupun mengeluh saat berkomunikasi denganya.
"Harusnya ada ikatan batin antara Kamu dan bayi kecil itu sehingga tak ada salah paham diantara kita," ucap Zaki memecah keheningan di ruang bayi.
Zaki datang untuk menemui Anggara Wijaya, sahabatnya. Dia terlihat ragu akan keberadaan bayi tersebut.
Tuan Wijaya menoleh sekilas. "Untuk apa Kamu datang ke sini," ucap Tuan Wijaya ketus.
"Kita akhiri kesalahpahaman ini, jangan biarkan Indira semakin terluka akan kecurigaanmu itu."
Tuan Wijaya terdiam, pandangannya fokus kembali pada bayi mungil yang tertidur pulas dalam kehangatan alat inkubator bayi.
__ADS_1
Mariska datang mendekat ke arah mereka berdua. Setelah ditinggalkan tanpa kata oleh Tuan Wijaya, Mariska bergegas menyusulnya ke rumah sakit.
Tuan Wijaya menyadari kedatangan asisten pribadi istrinya itu, lekas Tuan Wijaya bertanya serius kepadanya.
Tanpa diduga jawaban yang dilontarkan Mariska begitu bertolak belakang dengan kenyataan. Zaki dan Indira kembali di fitnah di sana.
"Kurang ajar, kalian mengkhianatiku!" Tuan Wijaya semakin emosi mendengar penuturan Mariska. Pukulan kembali dilayangkan kepada Zaki.
Zaki tak memberontak saat itu, karena bukti yang Mariska tunjukkan betul-betul memojokkannya. Dia sendiri tak habis pikir darimana Mariska mendapatkan foto-fotonya bersama Indira.
Mariska menarik sudut bibirnya ke atas saat kesalah pahaman itu semakin memanas.
Kepalan tangan masih terlihat saat Tuan Wijaya memerintahkan anak buahnya menyeret Zaki dari hadapannya. Tuan Wijaya memastikan kehidupan Zaki menderita setelah ini.
...๐๐๐...
Satu bulan telah berlalu. Kondisi Indira sama sekali tak ada perubahan berarti. Sesekali Tuan Wijaya menengok bayi yang sebentar lagi diperbolehkan keluar dari ruang perawatan.
Pria itu merasa bingung harus berbuat apa. Perasaannya masih ragu akan bayi itu. Oma Ratih yang datang kalau itu akan mengambil alih bayi itu jika Tuan Wijaya tidak mau mengakuinya.
Perasaan hangat tiba-tiba muncul. Rasa sayang itu mengalir begitu saja, batinnya mengatakan akan memaafkan Indira meskipun anak itu bukan darah dagingnya, tapi sebelumnya Tuan Wijaya akan melakukan tes DNA untuk membuktikannya.
"Apapun hasilnya nanti, Saya akan memaafkan kalian. Karena Saya sudah terlanjur sayang dengan bayi ini," gumam Tuan Wijaya saat menggendong bayi mungil itu.
Galen Alexander-- Putra kandung dari Tuan Wijaya. Hasil pemeriksaan DNA itu akurat 99% positif.
Di hari yang sama Indira sadar dari koma panjangnya. Bukan untuk kembali bersama melainkan untuk mengucapkan kata perpisahan untuk Tuan Wijaya.
"Mas... tolong jaga anak kita! Maafkan Aku tak bisa menemani kalian," ucap Indira terbata dengan napas yang tersengal.
Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Indira Pratiwi. wanita yang tiga tahun ini mengarungi bahtera rumah tangga dengannya.
Tuan Wijaya begitu menyesal sudah memfitnah dua orang yang begitu dipercayainya. Termasuk Zaki sahabatnya.
Selama satu bulan ini pula Tuan Wijaya menutup akses semua perusahaan agar Zaki tak bisa bekerja dimanapun. Itu semua berkat kekuasaan yang dimilikinya.
Beruntung Zaki bertemu dengan Babeh Rojali saat itu. Pria paruh baya itu merasa kasian melihat pemuda yang setiap harinya berkeliling mencari pekerjaan tanpa hasil. Padahal ijasah yang dimilikinya merupakan lulusan fakultas terbaik di kota ini.
__ADS_1
"Kamu berkata benar Wijaya, tanpa kekuasaan Aku tidak bisa apa-apa. Kekuasaan yang Kamu miliki telah menutup semua akses untukku," batin Zaki.
Rasa kecewa yang begitu besar terhadap sahabat baiknya begitu membekas di hati Zaki.
Babeh Rojali pun memberinya nasihat agar membuka usaha sendiri daripada harus bekerja kepada orang lain. Beliau mengajarkan Zaki membuat Soto Betawi dengan resep turun temurun.
Kedekatan Zaki dengan Babeh Rojali membuka pintu jodoh untuk pria yang sedang belajar meemasak Soto Betawi itu.
Winda--anak Babeh Rojali dipersunting oleh Zaki setelah dirinya berhasil membuka Warung Soto Bang Zaki yang lumayan terkenal saat itu.
Flashback off
Aline cemas menunggu lift berhenti di lantai delapan tempat di mana ruang perawatan Galen berada.
Gadis itu meremas ujung bajunya untuk mengurangi rasa khawatirnya. Merasa takut berhadapan dengan Tuan Wijaya.
Ting
Pintu lift terbuka perlahan. Aline terkejut dengan sosok wanita sepuh yang masih terlihat anggun meski usianya sudah setengah abad itu.
"Oma," ucap Aline terkejut saat kedua netra mereka bertemu.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa dukungan nya
like
komen
vote dan hadiahnya ๐๐
__ADS_1