Fake Love

Fake Love
Suami Sekaligus Daddy Siaga


__ADS_3

Dua jam rasanya cukup buat Galen memejamkan matanya. Pria yang baru saja selesai membersihkan diri itu, lekas bergegas ingin segera kembali ke rumah sakit. Rasanya tidak ingin berlama-lama meninggalkan istri dan Baby Zayn.


Galen menuruni anak tangga begitu bersemangat.


"Gal... Makan dulu!" panggil Oma Saat melihat Galen menuruni anak tangga.


"Iya, Oma!" Galen mendekati Oma yang duduk sendiri di meja makan.


"Kemana Mbok Yem?" tanya Galen karena tidak melihat keberadaan Mbok Yem di dekat Oma.


"Dia pulang dulu, nanti ke sini lagi!"


"Ya sebaiknya dia di sini dulu, temani Oma!" ucap Galen langsung menyantap makanan yang sudah disiapkan oleh Oma.


"Pakaian ganti istrimu sudah di siapkan Mbak Ira. Tinggal bawa saja." tutur Oma yang kembali menyesap teh hangat jahe miliknya.


"Ya, Oma."


Ting...


Terdengar suara notifikasi pesan chat pada ponsel Galen. Dengan gerakan cepat Galen merogoh ponsel di saku celananya.


Segera Galen membuka pesan chat pada ponselnya. ia tersenyum melihat wajah Baby Zayn yang lucu. Dengan mata yang tertutup tapi bibirnya mengembangkan senyuman. Sungguh hal yang membahagiakan baginya. Tapi ia merasa heran kenapa Bara bisa mendapatkan foto Baby Zayn.


"Darimana kamu mendapatkan foto putraku." ucap Galen saat sambungan telepon langsung ia klik setelah tau siapa pengirim gambar foto Baby Zayn.


"Aku sedang berada di sini! Dan kamu tahu sister di sini bilang apa padaku?"


"Apa?" jawab Galen sedikit malas menjawabnya.


"Baby Zayn lebih mirip denganku!" ucap Bara jahil. Ia sengaja memanas-manasi Galen.


Bara juga sengaja mengalihkan panggilan ke mode video call. Di sana menampilkan Baby Zayn sedang di gendong oleh Eyang kung nya.


Tuan Wijaya terlihat sangat bahagia. Berceloteh kepada Baby Zayn yang belum mengerti sama sekali ucapan pria tua itu.


"Lihatlah, kamu bandingkan. Apa yang mirip antara aku dan Baby Zayn." Bara mendekatkan wajahnya kepada Baby Zayn.


"Hei... Jangan dekat-dekat. Apa tubuhmu steril berada di sana! Dan kamu dan Baby Zayn sama sekali tidak ada kemiripan. Dia sama persis denganku. Awas kamu berani mencium putraku." Galen terlihat begitu kesal. Dan Bara terbahak melihatnya.


Tanpa sadar Baby Zayn menangis karena mendengar Bara yang tertawa di sampingnya.


Owekk... Owekk....


Bara terkejut saat Baby Zayn menangis, sambungan video call nya jadi mengarah bke segala arah.


"Hei... Kamu apakan Baby Zayn," omel Galen dari sebrang telepon.

__ADS_1


"Cup... cup... Maaf, sayang. Kamu pasti kaget dengar Om ketawa." Tanpa basa basi lagi, Bara mematikan sambungan teleponnya.


"Dasar Bara, jahil sekali dia," gerutu Galen setelah sambungan telepon nya terputus kemudian meletakkan ponselnya di atas meja.


Galen lekas melanjutkan makannya yang tertunda.


"Kenapa?" tanya Oma Ratih penasaran.


"Bara ada di rumah sakit. Tumben sekali dia gercep datang ke sana."


"Mungkin kebetulan saja. Anak itu kenapa tidak pernah pulang ke sini. Apalagi semenjak kamu menikah dengan Aline."


"Dia tidak pernah pulang ke sini lagi, semenjak dia Mama Mariska keluar dari rumah ini. Dia sudah memiliki rumah sendiri," ucap Galen sambil terus menikmati makanannya dengan lahap.


Oma Ratih memperhatikan Galen. Tidak biasanya Galen makan lahap seperti itu. Biasanya juga cuman dua tiga siap selesai. Klau ini Oma Ratih melihat Galen dua kali menyendok nasi ke dalam piringnya.


"Kamu lapar?"


Galen mengangguk tidak bisa menjawab. Mulutnya penuh dengan makanan.


"Tidak mual? Biasanya makan mu cuman sedikit."


"Tidak... Aku malah merasakan lapar." Galen menghentikan gerakan mengunyahnya. Ia ingat dengan Aline. Dari semalam sampai melahirkan tadi ia belum sempat makan. Hanya teh hangat manis saja yang Galen ingat.


"Mbak Ira...," Panggil Galen.


Mbak Ira yang kebetulan lewat langsung berbelok berjalan mendekati meja makan.


"Aku mau bawa beberapa makanan ini ke rumah sakit. Tolong siapkan!" Titah Galen seraya menyudahi makannya padahal masih ada sisa di piringnya. Tapi Rasanya Galen tidak berselera, ketika mengingat istrinya yang belum makan. Galen ingin melanjutkan makannya nanti bersama Aline.


****


Dua bulan telah berlalu. Hari demi hari terasa begitu menyenangkan bagi Galen dan Aline. Pertumbuhan baby Zayn pun semakin menggemaskan. Bayi montok itu sudah bisa diajak berinteraksi.


Setiap subuh baby Zayn pasti terbangun lebih dulu. Dan Galen begitu telaten dan siaga menggantikan Aline yang masih tertidur lelap.


Baby Zayn terdenagr mengoceh karena Galen mengajaknya berbicara. Daddy muda itu baru saja selesai mengganti popok baby Zayn yang basah. Tak lupa Galen juga memberi susu asi yang ia hangatkan sebelumnya. Aline mempunyai banyak stok asi untuk beberapa bulan ke depan.


Aline memang sengaja membuat stok asi di fezzer supaya mommy muda tidak kerepotan. Baby Zayn bisa sambil mimi asi ketika bersama Galen.


Ocehan baby Zayn yang terdengar begitu nyaring membuat Aline terbangun. Saat membuka mata, ia melihat pemandangan yang membuat hatinya begitu bahagia.


Aline tersenyum melihat suaminya yang begitu siaga dan telaten menggantikan tugasnya. Sengaja ia tidak bersuara supaya Galen tidak sadar kalau ia sudah terbangun dan sedang memperhatikannya.


Mata Aline terus menatap gerakan suaminya. Mulai dari menggantikan popok, menyiapkan asi dalam botol dan mengajak baby Zayn berbicara setelahnya. Saat baby Zayn kembali menguap karena mengantuk kembali. Galen dengan lembut menggendong dan menimangnya.


__ADS_1


Siapa sangka pria tegas, dingin saat berada di kantor berubah menjadi penyanyang lembut dan sangat perhatian kepada istrinya di rumah. Bahkan semua kegiatan yang menyangkut baby Zayn bisa ia lakukan.


"Apa Zayn merepotkan mu, Mas!" sapa Aline ketika melihat Galen yang menguap sambil menggoyangkan badannya saat menimang baby Zayn.


Aline tidur miring sambil menyangga kepala dengan satu tangannya.


"Sama sekali tidak. Aku senang melakukannya. Kenapa? Kamu pasti terbangun karena mulut ku berisik ya? Maaf... Sayang!"


Aline lekas bangun dari tidurnya. Menggulung rambut yang terurai memperlihatkan leher putihnya yang begitu menggoda untuk Galen.


Glup...


Galen menelan ludah saat melihat leher putih itu. Apalagi saat Aline mendekatinya.


"Baby Zayn sudah tidur, Mas. Sini biar aku pindahkan ke tempat tidur!" Aline mengambil alih baby Zayn.


Saat tubuh Aline dekat dengannya godaan kembali datang. Gunung kembar tempatnya bermain-main itu semakin menggodanya. bahkan bentuk yang semakin aduhai dan tonjolan benda buat kecil itu seakan memanggil dirinya.


Galen diam mematung, kalau saja ia tidak ingat Aline habis melahirkan sudah terjadi serangan berkali-kali kepada pemilik gunung kembar itu.


Aline hanya bisa tersenyum saat melihat Galen tergoda olehnya. Ia tahu Galen selalu memendam keinginan untuk bermain emah-emahan dengannya, hanya menyentuh tubuh dan berakhir dengan bermain solo atau mencari jalan lain menuju Roma. Ada keuntungan saat benjhon tidak bisa menemui Vivi, karena Galen bisa mendapatkan banyak jalan menuju Roma. sesuatu yang sangat menyenangkan dan bisa dijadikan pelajaran olehnya.


Bukan tidak ingin tapi Galen ingat saat istrinya melahirkan waktu itu, Vivi yang sobek harus di jahit mengingat itu Galen tidak tega melakukannya.


Setelah Baby Zayn diletakkan di tempat tidur, Aline mendekati Galen. Ia mengerti ketakutan yang suaminya alami. Aline tidak tega jika suaminya selalu menggunakan cara lain untuk mentuntaskan hasratnya. Rasanya pasti sangat berbeda jika melakukannya dengan penyatuan.


"Mas...," Aline memeluk Galen dari belakang.


Galen merasakan sesuatu yang hangat menempel di punggungnya. Empuk dan kenyal. Ah... tidak bisa dibayangkan nikmatnya saat melakukannya bersama penyatuan. Bayangan itu terus terlintas dalam benaknya.


"Apa Mas, tidak kangen sama aku!" Tangan Aline terus merayap naik ke dada yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu.


Sengatan gelenyar tiba-tina menyerang seluruh tubuhnya. Galen masih berpikir apakah ia tahan dengan semua ini. Jerit kesakitan dan cairan berwarna merah masih ia ingat dan ia lihat di bagian bawah tubuh Aline.


"Aaghhh..."


.


.


.


.


Baca kelanjutan ceritanya ya.


Guyssss tak bosan bosan ni aku kasih rekomendasi karya yang bagus untuk dibaca.

__ADS_1


Mampir ya .



__ADS_2