
"Gue baru liat kalau Bang Galen bisa bucin begitu," bisik Pram pada Wendi yang masih mengaitkan tangannya di pundak pria itu.
Aline mulai terbiasa dengan sikap Galen yang tak malu menunjukan kemesraannya di depan orang lain. Gadis itu melirik ke arah Pram dan Wendi yang melongo melihat tingkah Galen lalu tersenyum geli. Begitu juga dengan Galen.
"Kenapa? heran melihat pasangan bermesraan di depan kalian?" ucap Galen sambil terus menunjukan sikap mesranya.
Mereka berdua mengangguk bersamaan. Pram melepaskan kaitan tangannya. sedangkan Wendi menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Mereka berdua malah salah tingkah melihat kemesraan Aline dan Galen.
"Baru liat gue bang, lu bucin sama cewe!Biasanya juga dingin, cuek kaya batu es," ungkap Pram.
Semenjak menjadi dirinya sendiri dan mengetahui penghianatan Bella mantan kekasihnya dulu. Sikap Galen memang sangat dingin terhadap wanita. Tapi ketika bertemu dengan Galen, gadis ceria yang bersikap apa adanya. Galen bisa bersikap jadi dirinya sendiri, walau terkadang sikap dingin itu kembali terpasang saat ia tak bersama Aline.
"Kalian bisa cerita singkat tentang Saya, bagaimana bisa mengenal kalian dan kehidupan Saya saat bersama kalian?" ucap Galen dengan menatap Pram kalau bergantian menatap Wendi.
Pram mengangguk pelan. Ia mulai menceritakan bagaimana kisah awal mereka bertemu bersama anak jalanan yang lain. Serta berdirinya Rumah Asuh yang kini ia tempati bersama anak jalanan itu, mereka di beri modal dan keterampilan agar tidak jadi pengamen dan mencopet lagi. Ada sekitar lima belas anak yang berada di Rumah Asuh.
Flashback On
Sebelum bertemu dengan Galen, Pram dan Wendi merupakan anak jalanan. Wendi seseorang pengamen jalanan sedangkan Pram adalah seorang copet. Dan yang membuat Pram bertemu Galen adalah ketika Galen menjadi mangsa olehnya.
Pram mencopet Galen yang tengah berada di taman kota, Saat itu sedang acara di sana. Galen mencekal tangan Pram saat ia tengah menjalankan aksinya untuk mencopet. Saat itulah awal pertemuan mereka.
Galen menarik pergelangan Pram lalu menyerahkan ke pojokan bangunan, Pria tampan itu mengintogasi Pram dengan tegas dan keras. Mengapa pemuda itu sampai berani mencopet, karena menurut penglihatan Galen Pram masih bisa mencari pekerjaan yang halal dengan kerja keras. Dengan kondisi badan yang pemuda itu miliki.
Pram mengatakan semua dengan jujur kepada Galen. Pria tampan itu lantas menasehatinya dan mengajaknya untuk memulai kehidupan asal ia berhenti mencopet. Pram pun mulai menata hidupnya saat itu.
Galen juga mengajak anak jalanan yang tidak memiliki orang tua untuk ikut bersamanya ke Rumah Asuh, Ia berdalih tempat itu merupakan rumah milik temannya. Rumah yang memang sengaja untuk mereka yang membutuhkan bimbingan dan didikan.
Kehidupan anak-anak itu terjamin karena Aldo yang merupakan asisten Galen tak pernah telat mengirimkan biaya pendidikan mereka melalui orang kepercayaan yang di tunjuk Aldo untuk merawat mereka.
__ADS_1
Seseorang ustad bersama istrinya yang bersedia mendidik dan merawat anak jalanan itu.
Kehidupan yang terjamin tak membuat mereka bermanja. Ustad Arifin dan istrinya Bu khadijah mendidik dan membekali mereka ilmu agama dan keterampilan agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk hidup mereka kelak.
Awalnya Pram dan Wendi tidak mengetahui bahwa Galen lah orang yang sudah berjasa terhadap mereka. Galen selalu menutupi jati dirinya, dengan bersikap sederhana.
Tak pernah sedikitpun ia mengungkapkan jati dirinya. Hingga Malam penghargaan yang pernah disiarkan secara langsung tempo hari itulah yang sudah membuka jati diri Galen sebenarnya dan saat itulah mereka mengetahui kebenarannya. Bahwa Galen adalah Tuan G. Alexander yang selama ini mereka tahu dengan sebutan Tuan Alex.
Semenjak malam itu hingga sekarang, Galen tak pernah singgah lagi ke Rumah Asuh karena kecelakaan yang ia alami.
Meski begitu Aldo-Asisten Galen selalu bekerja dengan baik. Ia rajin memantau keadaan anak-anak di Rumah Asuh. Memberitahu mereka bahwa Galen mengalami kecelakaan dan membutuhkan perawatan. Itu karena perintah dari Galen semenjak Rumah itu didirikannya.
Flashback off
"Singkatnya begitu, Bang! makanya kehadiran Abang sangat di tunggu sama Ustad Arifin terutama anak-anak.
"Tapi, Bang! ada masalah yang mengganggu di Rumah Asuh."
Galen lekas menoleh kepada Wendi.
"Masalah apa?" tanya Galen penasaran.
"Semenjak ketidakhadiran Bang Galen, Fredi mulai berbuat onar lagi" ungkapnya.
"Ferdi?" ucap Galen yang merasa asing dengan nama itu.
"Ya, dia adalah orang yang Abang jebloskan ke penjara," sambung Pram
Galen mengerutkan alis mendengarnya.
__ADS_1
"Kamu tau alasan Saya menjebloskannya ke penjara?"
"Abang mengambil alih pengasuhan beberapa anak jalanan dari tangan Ferdi, Abang juga sempat berkelahi dengannya. Kakinya mengalami patah tulang karena perkelahian itu. Saat ini Ferdi harus berjalan agak pincang karena perkelahian itu," ungkap Wendi.
"Satu lagi, Ferdi hampir saja melecehkan putri Ustad Aripin. Keluarga Ustad Aripin yang baru saja mengalami musibah kebakaran. Mereka tidak mempunyai tempat tinggal. Dan Abang mengajaknya untuk tinggal di Rumah Asuh, dengan syarat mau bekerja pada teman Abang yang namanya Tuan Alex. Kami sama sekali tidak kenal bahkan bertemu dengan Tuan Alex. Eh, ternyata Tuan G. Alexander itu, lu Bang!" ucap Pram menjelaskan secara rinci.
Galen memijat keningnya pelan. Ia terlihat berpikir keras. Aline memperhatikan itu.
"Gal, jangan memaksa dirimu untuk mengingat semuanya. Aku tidak mau, Kamu kenapa-napa!" ucap Aline khawatir. Gadis itu mendekati Galen untuk memastikan keadaannya.
Galen sejenak memejamkan matanya itu semakin membuat Aline cemas. "Gal!" panggil Aline dengan wajah penuh kecemasan..
.
.
.
.
.
.
Galen banyak bikin sport jantung aja, ni. kenapa lagi die..
jangan lupa mampir ke karya teman author...
__ADS_1