Fake Love

Fake Love
Bara Indrawan dan Nyonya Mariska Rahmadi


__ADS_3

Pandangan mata itu terus bertatapan saat naiknya Galen ke atas panggung sampai berada tepat di hadapannya saat ini. Kedua mata itu saling mengunci, rasa tak percaya, senang, kagum terpancar dari bola mata mereka.


Aline tak menyangka huruf G pada nama G. Alexander adalah Galen. Mau marah tapi ia merasa tak berhak, karena selama mengenal Galen, Aline memang tak pernah menanyakan lebih jauh pekerjaan dan asal usul pria yang biasanya berpenampilan preman itu.


"Baiklah, Tuan muda Alex dipersilakan untuk memberikan buket bunga kepada Aline Barsha sebagai apresiasi penghargaan untuk artis yang sudah memborong tiga penghargaan sekaligus ini." Ayu mempersilahkan Galen untuk memberikan buket bunga kepada Aline.


Galen menerima buket bunga yang di berikan oleh dayang pendamping yang bertugas membawakan Piala untuk para penerima penghargaan.


Aline tersipu malu saat Galen terus melemparkan senyum kepadanya. Satu buket bunga cantik kembali diberikannya kepada Aline. Gadis itu menerimanya dengan senyum yang terus mengembang di wajah cantiknya.


Senyum manis yang menghipnotis semua orang yang memandangnya.


Tepuk tangan terdengar bergemuruh di ruangan itu. Para tamu undangan yang hadir begitu antusias dengan kemunculan Tuan muda Alex yang selama ini tak pernah terlihat wajahnya dan sekarang, pria itu muncul di depan publik. Apalagi sebelumnya mereka menyaksikan sendiri kedekatannya dengan Aline Barsha. Semua sudah berspekulasi sendiri perihal hubungan mereka berdua.


"Terima kasih kepada Tuan muda Alex yang sudah memberikan apresiasinya di acara ini, tersanjung sekali kita semua di sini bisa kenal dengan penerus dari orang nomer satu se-Asia ini!" seru Ayu penuh antusias. Dia dan Daniel membungkuk hormat kepada Tuan muda Alex, dan Galen balas dengan anggukan pelan.


Aline membungkuk hormat kepada para tamu undangan yang hadir. Bersyukur telah mendapat tiga penghargaan malam ini. Piala dan buket yang dipegangnya ia tunjukkan kepada para tamu undangan.


"Terima kasih, ini buat kalian semua yang sudah mendukungku." Aline mengangkat sedikit dua buah benda di tangannya.


Pandangan Aline tertuju pada dua orang yang berada di sudut meja tamu. Aline merasa puas sudah membuktikan kepada mereka berdua bahwa hari ini adalah hari dimana Aline Barsha bisa berada di atas kesuksesan dan bisa mengalahkan Derald dan Chyntia.


Derald sempat terpesona dengan senyuman yang Aline tujukan kepadanya. Ia terdiam kemudian membalas senyum Aline dengan tatapan berbinar kagum. Sikapnya membuat Chyntia makin terbakar emosi.


Aline kembali fokus mendengarkan pembawa acara yang masih berbicara perihal kemunculannya Tuan muda Alex yang sudah membuat penasaran para pembisnis. Hanya nama G. Alexander yang selama ini santer terdengar dalam berita bisnis maupun Usaha Rumah Beautiq' yang sangat terkenal pimpinan dari Almarhumah Ibu Indira Pratiwi itu.


Kedua pembawa acara itu membungkukkan badannya sedikit memberi hormat kepada penerus dari perusahaan Askara grup sebelum Galen dan Aline turun dari atas panggung.


Risa terlihat senang, bahkan ikut berjingkrak saat mendengar Aline mendapat tiga penghargaan dalam beberapa kategori. Manager yang mengurusi semua pekerjaan dari artis yang namanya kini makin melambung tinggi itu langsung menghampiri Aline yang hendak menuruni tangga menuju tempat di mana mereka duduk sebelumnya.


"Biar Saya yang bantu," ucap Galen tegas kepada Risa yang siap membantu Aline turun dari tangga.


Risa yang dulu bersikap biasa saja saat bertemu Galen kini berubah 180° lebih sopan dari sebelumnya. Ia mengangguk sopan dan meraih buket bunga dan piala yang dipegang Aline. Membiarkan Aline leluasa menuruni anak tangga dengan bantuan Galen. Risa hanya mengikutinya dari belakang.


Aline menarik kedua sudut bibirnya, sehingga membuat lengkungan bibir tipis yang memunculkan lesung pipi di wajahnya. Senyuman khas Aline yang selalu membuat Galen terpesona melihatnya.


Galen mengulurkan tangannya agar diraih oleh Aline. Uluran tangan itu bersambut hangat oleh gadis manis dengan gaun hitam yang membuat penampilannya malam ini begitu mempesona.

__ADS_1



Tangan Aline yang di genggam erat oleh Galen. Aline melangkah pelan menuruni anak tangga. Perlakuan manis Galen terhadap Aline membuat jantung Aline selama berpacu cepat. Rasa senang, tersanjung, merasa diistimewakan, Aline rasakan saat ini.


Gadis itu masih tersipu malu lalu meraih lengan Galen agar bisa jalan bergandengan menuju tepat duduk yang mereka tempati.


Di sudut meja tamu.Dua orang terkejut dengan sesuatu yang mereka lihat dan dengar dari atas panggung. Chyntia dan Derald sama-sama terkejut dengan kehadiran Galen di sana yang ternyata pria berpenampilan preman dan urakan itu merupakan CEO perusahaan Askara Grup yang begitu berpengaruh di dunia bisnis.


"Heh ... pantas saja, Aline bisa berubah seperti ini, semua berkat campur tangan dia," Derald mendengus kesal seraya menyeringai sinis melihat Aline jalan berdua dengan Galen.


"Aku akan memberi gadis itu pelajaran. Kita lihat saja sampai kapan namanya terus berada di atas. Biarkan gadis itu bersama managernya merasakan kebahagiaan hanya sampai malam ini!" gumam Chyntia dalam hati. Lalu meraih ponsel dari dalam tasnya, lalu menghubungi seseorang untuk melakukan sesuatu. Seringai licik terpancar dari mimik wajah Chyntia saat dirinya menutup sambungan telpon, entah dengan siapa dia berbicara.


Tidak terima popularitas nya menurun semenjak


***


Di rumah Aline.


"Duh anak kita cantik sekali ya, Yah!" puji Bu Winda saat melihat anaknya berada di dalam acara yang disiarkan langsung oleh saluran stasiun televisi swasta GMC TV. Di ruang tamu itu berkumpul Ayah Zaki, Bu Winda, Pak Joko dan Bi Kesih yang sengaja ikut bergabung untuk menyaksikan penampilan Aline dalam acara tersebut.


"Alhamdulillah, Aline bisa membuktikan kepada kita semua kalau dia bisa menjadi merubah semua kehidupan kita dan dirinya. Biarkan orang-orang yang merendahkannya dulu berbalik membanggakannya," ucap Ayah Zaki penuh syukur saat melihat Aline menerima piala ke tiga.


"Pria itu, pacarnya Aline bukan ya, Yah?" tanya Ibu Winda saat melihat kedekatan Aline dan Galen di layar kaca.


Ayah Zaki mengangkat bahu, "Sepertinya bukan, Bu! kalaupun iya, Aline pasti cerita kepada kita. Dulu aja waktu pacaran sama si penipu Derald, Aline bilang ko. Sayangnya pria itu malah memanfaatkan Aline, padahal Ayah ingin sekali melihat Aline menikah," ucap Ayah Zaki sendu.


Bu Winda mengelus pelan pundak Ayah Zaki memberikan ketenangan di sana.


"Kita harusnya bersyukur Yah, Aline tidak jadi berjodoh dengan penipu yang hanya memanfaatkan Aline. Sekarang dia pasti menyesal, melihat kesuksesan Aline melebihi dirinya," ujar Bu Winda.


Acara yang di siarkan langsung di televisi pun telah berakhir. Pak Joko pamit kembali berjaga di pos depan. Sedangkan Bu Kesih membantu Bu Winda menyiapkan makan untuk Aline yang kemungkinan akan pulang kerumah usai acara tersebut.


Mansion Utama Keluarga Wijaya


"Lihatlah, Mah! sekarang dia berani muncul di hadapan publik. Itu karena Papa telah mengumumkan penerus kepemimpinan dari perusahan Askara grup. Lalu Aku, apa? sekeras apapun aku berusaha, Papa tidak akan pernah memberikan jabatan setinggi itu kepadaku," ucap Bara saat melihat penampilan Galen di layar televisi yang ada di kamarnya.


"Sabar, Sayang ...! kali ini biarkan anak itu merasakan berada di atas dengan kepemimpinannya. Kita lihat sesanggup apa dia memimpin perusahaan besar dari Askara grup. Mama juga tidak suka sama anak itu dan Nenek tua yang selalu memanjakannya. Anak tidak berpendidikan itu bisa apa, dia?" ucap Mama Mariska sinis melihat penampilan Galen.

__ADS_1


Bara Indrawan adalah anak sambung dari Tuan Besar Anggara Wijaya. Meskipun hanya sebatas anak tiri, Tuan besar Anggara juga memberikan satu perusahaan besar kepada anak tirinya untuk di kelolanya.


Mariska Rahmadi merupakan mantan asisten pribadi nyonya besar Indira Pratiwi yang sudah pergi meninggalkan Oma Ratih dan Galen dalam keabadian syurga. Kini sudah menjadi Nyonya satu-satunya di mansion utama itu.


.


.


.


.


Bersambung..


Jangan lupa dukung karya teteh ini ya.


Karya ini ikut dalam event Mengubah takdir.


Dukungan kalian tuh sangat berarti loh buat Teteh...


Pokoknya habis baca tinggalin jejak kalian ya.


👍like


✍️komen


❤️ tambah ke Favorit untuk yang belum, kalau yang sudah jangan di unfav ya!!


yang berbakk hati Teteh terima ko, hadiah atau vote


🌷🌷🌷


☕☕☕


Di tunggu.


Salam hangat dari Teteh Author Mayya_zha.

__ADS_1


__ADS_2