Fake Love

Fake Love
Hamil


__ADS_3

Di ruang pertemuan.


"Terima kasih atas kerjasamanya." Tuan Braja dan Joni saling berjabat tangan menyepakati keputusan yang telah di sepakati.


Sesuai perintah Bara, Joni harus mewakilinya sebab ia tidak tahu akan sampai di kantor jam berapa.


Office Boy yang diperintahkan oleh Bara mengalami suatu kejadian yang membuat ia sedikit lama memberitahu kabar pada Joni. Ember yang berisi air pel harus tumpah karena tertabrak olehnya. Office boy itu harus membersihkan dulu tumpahan air itu, karena kalau tidak akan membahayakan orang lain yang akan melewatinya bisa saja terpeleset, ia tidak mau dipecat gara-gara itu.


Usai lantai itu bersih, Office itu baru teringat pesan dari bos nya.


"Anjirrrr... Gue lupa, pesen Pak Bos belum gue sampein!" segera ia berlari menuju ruang pertemuan. Begitu sampai pemuda yang memakai seragam kebersihan itu langsung masuk ke dalam ruang pertemuan tanpa mengetuk pintu dulu karena saking paniknya.


"Apa kamu tidak bisa mengetuk pintu lebih dulu," tegur Joni kepada office yang datang dengan tergesa-gesa.


"Maaf, Tuan!" sahutnya.


Sedangkan Tuan Braja merasa khawatir karena Sandra tak kunjung kembali.


"Ada apa?" tanya Joni kepada Office boy tersebut.


"Saya di suruh Pak Bos memberitahu Pak Joni kalau wanita yang tadi saya lihat keluar dari sini pingsan dan Pak Bos sedang membawanya ke klinik bawah," balas pria yang memakai seragam kebersihan itu sontak membuat Tuan Braja berdiri.


"Dimana klinik nya Pak Joni," tanya Tuan Braja dengan nada cemas.


Akhirnya Joni bersama Tuan Braja menyusul Bara ke klinik di lantai satu gedung itu.


***


Bara diam mematung saat menerima penjelasan dari Dokter yang berjaga hari ini di Klinik.


Pria itu berdiri sambil melipat tangan di depan dada seraya menatap Sandra yang masih memejamkan mata di atas brankar.


Bara mendapari kenyataan kalau Sandra sedang hamil. Ia sempat menanyakan usia kandungan Sandra tapi Dokter menyarankan untuk melakukan USG agar lebih akurat.


Apa mungkin itu hasil dari perbuatan kami waktu itu?


Atau dia sudah bersama laki-laki lain dan menikah?


Bara menebak berbagai pemikiran yang ada dibenaknya. Ia memandangai Sandra yang sama sekali tidak berubah. Wajahnya tetap cantik. Hanya saja terlihat sedikit tirus apa karena ia sedang hamil, pikirnya.


Sandra menggerakkan jemarinya. Ia tersadar setelah Dokter membantu mengoleskan minyak hangat di kening dan mendekatkan di hidungnya.

__ADS_1


"Anda sudah sadar Nona." tanya Dokter kepada Sandra.


"Saya di mana?"


"Anda di klinik perusahaan."


Sandra mencoba bangun dari tidurannya.


Bara yang melihat itu lekas membantunya.


Deg....


Tatapan mereka bertemu.


"Ba... Ra...," ucap Sandra terbata. Ia tidak menyangka bisa melihat pria itu lagi. Pria yang tanpa sadar selalu hadir dalam mimpinya akhir-akhir ini sehingga Hoodie milik pria itu menjadi benda yang selalu ia peluk saat tidur.


"Selamat atas kehamilanmu!" ucap Bara datar.


Sandra bergeming ia semakin terkejut dengan ucapan Bara.


Saat Sandra ingin berucap kembali. Pintu klinik terbuka. Tuan Braja masuk begitu saja dan langsung menghampiri Sandra. Sangat terlihat jelas raut wajah khawatir dan cemas dari pria yang datang bersama Joni itu.


Bara mundur perlahan. Posisinya kini tergantikan oleh Tuan Braja.


Batin Bara. Ada rasa kecewa dengan pemikirannya itu.


"Apa yang terjadi? Bagaimana keadaanmu saat ini? Yang mana yang masih sakit?" Berbagai pertanyaan dengan nada cemas terucao Tuan Braja.


Bara mengira perhatian itu adalah sebuah hubungan antara Tuan Braja dan Sandra.


"Aku baik-baik saja!" ucap Sandra pelan yang masih terasa lemas. Sandra masih berpikir dengan ucapan bara yang mengucapkan selamat kepadanya.


Bara yang salah paham dengan situasinya memilih keluar dari ruangan itu.


"Kalau begitu, saya permisi Tuan Braja!" pamit Bara yang langsung menebak pria yang ada di hadapannya karena pria itu datang bersama Joni. Sudah diperkirakan dia adalah Tuan Braja, orang yang melakukan janji temu dengannya tadi. hanya saja mereka belum sempat banyak mengobrol.


"Terima kasih sudah menolongnya, Pak Bara," ucap Tuan Braja.


Bara tersenyum miris tanpa melirik sedikitpun ke arah Sandra yang sedang menatapnya. Berharap Bara menanyakan kenapa ia bisa hamil. Tapi ternyata sikap Bara begitu acuh dan cuek. Itu membuat hati Sandra hancur.


Joni, asisten bara mengikuti dari belakang sebelumya berbalik badan dan menyapa Tuan Bara terlebih dulu.

__ADS_1


"Kami akan memberitahukan waktu untuk pertemuan selanjutnya, Tuan Braja!" ucap Joni sedikit membungkuk kemudian berlalu dari sana menyusul Bara yang sudah lebih dulu pergi.


Ternyata aku memang tidak berarti apapun untuknya.


Bara sama sekali tidak mau memandangku


Apalagi kalau aku bicara kalau ini adalah anaknya, apakah dia akan percaya.


Batin Sandra sedih hatinya hancur. Mendapat dua kenyataan yang ia dapati bersamaan.


Bertemu Bara yang mengacuhkannya setelah mengetahui kehamilannya.


Sandra menarik napas dalam seraya memejamkan mata, kenyataan yang sangat berat untuknya. Kenapa nasib lagi-lagi seperti tidak mengijinkan ia bahagia.


Di ruangan lain


"Arghhh..." teriak Bara seraya mengacak benda-benda yang ada di atas mejanya hingga terjatuh.


Kecewa dengan apa yang dilihatnya langsung dengan matanya sendiri.


Wanita yang ia cari selama ini sudah bersama lelaki lain. Dan mereka akan mempunyai keturunan.


Kenapa Engkau kembali mempermainkan perasaanku, Tuhan.


Kenapa di saat hati ini berlabuh kepadanya, dia harus bersama pria lain.


Bara menyisir rambut dengan jemarinya. Merasa kecewa dengan harapan yang ia punya.


Bisa menemukan Sandra secara tidak sengaja tadi sedikit membuat perasaannya lega, tapi hatinya langsung terpatahkan begitu saja saat mendengar ucapan dokter yang memeriksanya.


Wanita yang telah menguasai pikirannya beberapa minggu ini sedang hamil tanpa ia tanyakan kebenarannya, Bara malah meyakini pemikirannya sendiri. Bahwa pria yang menyusulnya ke klinik adalah pasangan dari Sandra.


Bara sempat menanyakan kepada Joni. Tapi asistennya itu tidak tahu dengan hubungannya mereka berdua. Sama seperti Bara, Joni menangkap perhatian yang diberikan Tuan Braja kepada Sandra. Sehingga Joni pun mengira mereka mempunyai sebuah hubungan.


.


.


.


Baca terus kelanjutan ceritanya ya.

__ADS_1


Tinggalkan komen kalian dong.


ramaikan kolom komentar.


__ADS_2