Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Antusias


__ADS_3

Prolog.


Sebuah kendaraan kini memasuki sebuah rumah yang jauh dari kota. Rumah yang bertempat sepi tidak ada penjagaan di rumah itu tapi terawat. Dino membawa Rara dengan memangkunya di pundaknya. Rara meronta-ronta di atas pundak pria itu.


"Hei,kamu ini kenapa sih Doni bisa tidak turunkan aku saja tidak perlu menggendongku," teriak Rara.


Dino tidak menghiraukan teriakan Rara sama sekali.


Di dalam sebuah rumah yang besar. Dino membawa Rara menaiki tangga dan melempar tubuh Rara ke atas ranjang.


Dino menatapnya dengan senyum tipis di wajahnya.


"Heh,wanita cantik kenapa kepalamu di tutup?" Tanya Dino.


"Doni,kamu gila ya,kenapa membawaku seperti ini? Tempat apa ini?" Teriak Rara.


"Hahaha,aku ini membawamu karena semua orang menginginkanmu,aku penasaran wanita seperti apa yang membuat para pria menginginkannya," tawa Dino.


"Apa maksudmu,pria siapa?Aku bahkan tidak tahu apa yang kamu bicarakan?" Bentak Rara.


"Coba aku telepon dulu Sodaraku agar kamu mengerti nanti," ucap Dino.


Dino melakukan panggilan video call kepada sodaranya yang berada di Indonesia. Saat sambungan teleponnya tersambung ,ada senyum di balik wajah Dino yang melihat wajah sodaranya Doni.


Rara yang mendengar suara Doni,ia terkejut dan berteriak padanya.


"Doniiii.....Tolong aku," teriak Rara menangis.


Doni yang mendengar suara nona mudanya, ia terkejut dan berbicara pada sodaranya Dino.


"Astaga...apa aku bermimpi? kenapa aku mendengar suara nona muda?" Ucap Doni.


"Hahaha,dia memang ada di sini khusus ku berikan untukmu kawan," tawa Dino.


"Apa kamu bilang?Nona muda ada di sana apa yang kamu lakukan padanya?" Teriak Doni.


Dion mengarahkan handponenya pada Rara yang sedang duduk dengan tangan terikat di belakang.


Doni yang melihat nona mudanya.


Rara yang masih berbalut kerudung warna biru muda atasan blouse warna putih celana jeans biru.


Doni menganga saat melihat wajah polos cantik nona mudanya.


"Doni...itu kamu?" Teriak Rara membuyarkan lamunan Doni.


"Nona muda,maafkan Sodara saya,dia selalu bertindak gegabah," ucap Doni memohon pada Rara.


Rara merasa bingung dengan dua pria yang berwajah sama di hadapannya. Ia berulang kali melihat ke arah handpone dan juga pria di hadapannya.


"Kalian beneran sodara?" Ucap Rara.


Mereka berdua mengangguk bersamaan,menjawab Rara.


"Dino,lepaskan nona muda jangan bertindak gegabah dia nona mudaku," teriak Doni di balik handponenya.


"Hahaha,memang apa yang akan aku lakukan pada gadismu ini,aku tidak tertarik dengan wanitamu," tawa Dino.


Dino mematikan sambungan teleponnya. Ia melirik ke arah Rara yang sedang melihat-lihat setiap sudut ruangan.


"Apa yang kau lihat?" Tanya Dino.


"Aku hanya melihat kamar ini tampak terawat,apa kamu orang kaya?" Tanya Rara.


"Haha,kenapa kau bertanya hal konyol,padahal kamu sedang di culik?" Ucap Dino.


"Hmm,aku kenal Doni orang baik,kamu juga pasti bukan orang jahat," ucap Rara.


"Tahu dari mana kamu aku bukan orang jahat,aku tidak sebaik Doni," teriak Dino.


Rara terkejut dengan perkataan Dino yang berada di hadapannya,ia mulai merasa merinding saat mendengar perkataan kejam dari Dino.


"Kenapa aku nasibnya buruk begini sih selalu di culik," batin Rara.


"Menikahlah denganku,dan buat anak yang banyak untukku?" Ucap Dino.


Rara membulatkan kedua matanya terkejut dengan apa yang ia dengar dari pria di hadapannya.


"Kamu gila ya aku sudah menikah dan kamu bilang tadi tidak tertarik denganku," bentak Rara.


"Heh,aku akan memiliki apapun yang sodaraku inginkkan dan akan aku berikan kau padanya,jadi kau menikah denganku dan hidup dengan Doni," ujar Dino.


"Hal gila apa yang baru aku dengar darimu,aku tidak mau," teriak Rara.


"Kau pikir aku akan menunggu persetujuanmu hah? Tidak perlu menunggu .Kamu akan jadi istriku dan juga sodaraku," ucap Dino.

__ADS_1


"Aku tidak mau,suamiku Rendi akan mencariku dan membunuhmu yang gila ini," teriak Rara.


Dino menghampiri Rara dan memegang dagu Rara. Ia menatap wajah Rara dengan intens. Ada rasa kagum di hati Dino tentang wajah gadis di hadapannya ini.


"Hmm wanita ini memang cantik pantas sodaraku menyukainya," batin Dino.


Saat Dino mencoba berbicara kembali pada Rara terdengar gebrakan pintu di luar kamarnya. Ia berbalik melihat ke arah pintu.


Braaakkk...


Pintu terbuka dan ada beberapa orang memasuki ruang dimana ada Dino dan Rara. Seorang pria yang berjas abu menghampirinya dengan senyum kemenangan.


"Heh,Doni kamu ternyata sudah berani menggertak tuan Anggara ya,serahkan Wanita itu padaku atau kau ku hancurkan bersama rumah ini," teriak Jason.


"Kau jangan berani menyentuhnya," teriak Dino.


"Aku pikir kau ini Doni,ternyata kau sodara kembarnya,aku hampir tertipu olehmu,kalian cepat hajar dia," ucap Jason.


Tiga anak buah Jason berkelahi dengan Dino,ternyata ia juga bisa berkelahi. Tapi tidak seunggul Sodara kembarnya yang pandai bela diri.


Dino terkapar dengan perlawanan tiga orang anak buah Jason.


Jason tersenyum dan menghampiri Rara yang sedang menundukan kepalanya ketakutan.


Ia tersenyum bisa menemukan wanita kesayangan Rendi yang tidak ia duga adalah kelemahan musuhnya itu.


"Hahaha,akhirnya aku tahu akan hal yang membuat Rendi bertekuk lutut padaku,kalian bawa wanita ini ke markas," perintah Jason.


Dion dalam keadaan setengah sadar ia melihat Rara yang akan di bawa oleh Jason,ia mencoba mencegah mereka untuk membawa Rara. Terdengar tembakan dari arah Jason pada Dion,seketika mereka pergi keluar dari ruangan itu. Pergi menuju markasnya. Mereka meninggalkan Dion yang sudah tidak bernafas lagi.


Rara menundukan kepalanya ketakutan mendengar suara tembakan berulang kali dan menutup kedua telinganya.


Jason dan anak buahnya kini kembali membawa Rara.Jason mendengar kabar bahwa istri Anggara yang di ketahui Jason telah hilang. Setelah terdengar bahwa istri Anggara telah di culik. Ia langsung ke lokasi dimana Dion berada. Awalnya ia menganggap Dion adalah adiknya yang jago berkelahi,ternyata dia hanya kakak kembarnya yang tak di anggap oleh keluarganya.


*****


Prolog Rendi.


Rendi keluar dari sebuah prusahaan keluarga I.T yang ternyata pemiliknya orangtua Doni yang justru tidak tahu menahu tentang hal ini. Rendi sempat berpikir untuk menghubungi Doni yang berada di Indonesia tapi ia urungkan. Ia lebih memilih bertindak langsung menghampiri sodara kembarnya yang di ikuti Mark, Iyas dan juga Ken.


Kendaraan mereka sudah terparkir di sebuah rumah yang bahkan tidak ada seorang pelayanpun. Anak buahnya masuk lebih dahulu untuk memeriksa keadaan yang di ikuti Rendi dan kawan-kawan. Saat memasuki sebuah kamar mrreka menemukan seorang pria tergeletak dengan kondisi mengenaskan. Rendi mengerutkan dahinya mengingat wajah seseorang yang tidak ia sukai.


"Apakah dia Doni?" Tanya Rendi.


"Lalu dimana istriku!Kenapa dia tidak ada di sini?" Teriak Rendi.


"Sepertinya seseorang mendahului kita Tuan," ucap Ken.


"Cari secepatnya aku rasa mereka belum jauh aku ingin istriku pulang secepatnya," ucap Rendi mengerutkan dahinya.


Ia melihat sebuah cincin milik istrinya terjatuh. Ia mengambilnya dan melihatnya.


"Mark ,bukankah ini cincin yang kau katakan?" Tanya Rendi.


"Ya...seharusnya dia tidak menjatuhkannya," jawab Mark.


"Dia tahu ada pelacak disini makanya membuangnya," ucap Rendi.


"Apa? Berarti itu Jason,kita harus bergerak cepat," teriak Iyas.


Rendi dan rombongannya bergerak cepat ke arah Markas utama Jason, yang biasa Jason pakai untuk mengumpulakan anak buahnya dan berlatih bela diri.


Kini Rendi berada jauh dari tempat Markas Jason berada. Ia menunggu situasi daerah kekuasaan Jason di pusat.


"Markasnya benar-benar ketat,apa kita panggil anak buah kita sebanyak mungkin?" Tanya Iyas.


"Tidak akan sempat,terlalu lama," jawab Rendi.


"Rend,sebaiknya kau pergi ke bagian depan rumahnya kita akan mencari di bagian belakang markasnya," ucap Mark.


Rendi dan yang lainnya mengangguk dan pergi dari rumah itu untuk bergegas menuju kediaman Jason yang kini menangkap istrinya.


Rendi sempat berhenti memikirkan tentang Adam yang pastinya sudah berada di dalam Markas.


"Apa dia akan mencoba menyelamatkan istriku?" Gumam Rendi.


Dalam waktu bersamaan terdengar ledakan pistol di dalam markas.Suara itu mengejutkan Rendi dan semua yang ada di luar markas. Rendi mempercepat langkahnya yang di belakangnya ada Ken.Saat Rendi memasuki pintu depan,ada beberapa penjaga yang menghadngnya. Rendi dengan gaya dingin tatapan tajamnya ia menghadang para penjaga itu berkelahi begitupun Ken.


Rendi melanjutkan berjalan sampai lantai atas yang terdapat tembakan. Rendi melihat tidak ada siapapun disana bahkan para penjaga berada di sana dalam keadaan terkapar.


Rendi tampak prustasi saat di hampiri Mark,IYAS dan anak buahnya.


"Tidak ada tanda-tanda Jason berada disini Rend," ucap Mark.


"Dia bermain alih denganku," ucap Rendi dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


*Di kediaman Jason.*


Sementara Rendi mengerahkan strategi untuk menghadapi Jason dengan teman-teman dan anak buahnya.


Saat ini Jason memasuki sebuah rumah belakang yang berjarak tidak jauh dari rumah utamanya. Ia berjalan menuju tempat dimana istri Anggara berada.


Sesampainya di sebuah kamar,ia melihat seorang wanita yang sedang menundukan kepalanya berusaha menggesek-gesek tangannya yang di ikat pada ujung meja.


Jason tersenyum melihat usaha wanita yang ternyata istri Anggara.


"Heh,kau tidak perlu berusaha untuk melepasnya Nona,itu tidak akan berguna,kemari aku ingin melihat wajah wanita Tuan Anggara," ucap Jason.


Ia memegang dagu Rara dan mendongakan kepalanya melihat wajahnya.


Jason tertegun saat melihat wajah seorang wanita yang cantik dengan wajah damainya bibir menggugah setiap yang melihatnya. Jason menganga dan membulatkan kedua matanya saat melihat wajah jelas Rara di hadapannya.


"Astaga pantas saja Anggara menghilangkan Bari yang menyukai istrinya,ternyata memang cantik,aku ingin dia jadi istri keduaku," batin Jason tersenyum.


"Heh,Nona kau ini istri Anggara tapi tidak sepadan dengannya,lebih baik kau menikah denganku,apapun yang kau inginkan akan aku berikan untukmu," ucap Jason dengan lantangnya.


Rara membulatkan kedua matanya menatap wajah Jason yang sama sekali tidak ia kenali.


Ia mencoba berpikir mencari cara agar bisa lepas dari ikatan tali di tangannya dan kabur dari ruangan ini.


"Bagaimana! Apa kamu mau Nona?" Ucap Jason kembali.


"Kau ini siapa....kenapa menculikku?" Teriak Rara.


"Haha,aku tidak menculikmu,aku justru menolongmu dari tangan si idiot Dion itu,dia bahkan sudah tiada saat ini juga," ucap Jason.


"Lepaskan aku,suamiku akan membunuhmu jika menculiku seperti ini," teriak Rara.


"Aku mau pulang," batin Rara.


"Haha suamimu itu hanya seorang tikus kecil bagiku,dia tidak akan mau membahayakan nyawanya hanya untuk menyelamatkan wanita sepertimu,ada banyak disana yang berkeliaran cewek seperti kamu,saat ini dia pasti sedang bersenang-senang dengan yang lain," ucap Jason.


Jason tertegun saat melihat wajah Rara dengan tatapan tajam padanya.


Ia melihat ke setiap inci wajah Rara dan membayangkan jika bibir itu di ciumnya.


"Hahaha,aku akan sangat senang jika kau menjadi istri keduaku,mari cantik menikah denganku," tawa Jason.


"Tidak! Aku mohon menjauh dariku,aku mohon," teriak Rara.


Brakkk.


Terdengar gebrakan di balik pintu depan. Adam memasuki kamar tersebut dimana Jason berada.


Jason geram dengan hal yang di lakukan Adam saat ini.


"Apa yang kau lakuakan hah?" Teriak Jason.


Adam tertegun saat melihat seorang wanita dengan balutan hijabnya ia memelas memohon pertolongan.


"Tuan,ada Anggara dan anak buahnya sudah mengepung kita,"ucap Adam panik.


"Bodoh! Cepat bawa wanita ini keluar aku akan segera menikahinya,aku tidak mau dia hilang dari pandanganku," ucap Jason tersenyum menggoda pada Rara.


Adam mengangguk dan menggendong Rara keluar dari kamar tersebut dan pergi.


Jason tersenyum penuh kemenangan,ia sudah memberitahu Adam tempat persembunyian yang aman jika sesuatu terjadi pada rumah utamanya pada Adam.


Jason keluar menghadang Rendi dan bernegosiasi dengannya. Tapi lain dari yang Jason dapatkan bahwa tidak ada penyerangan pada kediamannya. Ia mengerutkan dahinya dan melihat ke arah para penjaga yang masih berdiri seperti semula. Ia menghampiri anak buahnya yang berdiri di depan pintu masuk dan berteriak pada mereak untuk menghampirinya. Mereka segera berlari seletah mendapat panggilan dari tuannya.


"Kenapa kalian berdiri disini? mana Angagara yang menyerang rumah utama?" Teriak Jason.


Para penjaga yang mendengar perkataan tuannya,mereka tampak kebingungan menjawab pertanyaan tuannya.


"Tuan,tidak ada penyerangan tuan semua aman dari semula Tuan," jawab para penjaga.


"Apa maksudmu,tadi Adam mengatakan bahwa Anggara sudah memasuki rumah utama,kenapa kalian masih disini?" Teriak Jason.


Mengingat situasi baik baik saja di kediamanny. Jason berpikir dalam diamnya. Seperti ada hal yang salah,ia mencoba mencerna apa yang terjadi.


"Sial, ternyata Adam menipuku,apa yang dia mau sampai berani menipuku seperti ini,kalian cepat cari Adam di tempatnya dan jangan sampai dia lolos," teriak Jason.


Jason tampak kesal dan geram telah di khianati oleh tangan kirinya yang sangat ia percayai. Ia berjalan mondar mandir memikirkan wanita yang ia inginkan tapi tidak ia dapatkan. Wanita yang dengan wajah polosnya ia begitu manis bagi Jason. Ia tampak gelisah mengerahkan semua anak buahnya agar bisa menemukan kembali wanita itu.


Adam yang membawa Rara dengan kendaraannya kecepatan tinggi kini sudah terparkir di sebuah rumah besar. Ia sempat berpikir untuk tidak langsung sampai di rumah utama. Ia memberhentikan kendaraannya dan merogoh saku kanannya menelepon seseorang.


"Apa kau berhasil?" Tanya seseorang di seberang teleponnya.


"Ya Tuan,istri Anda bahkan tidak terluka sama sekali," jawab Adam.


Rara yang mendengarkan ucapan pria yang ada di hadapannya.Ia mengerutkan dahinya. Ada rasa penasaran dengan siapa ia berbicara tapi ia tidak berani. Dalam keadaan tangan di ikat kaki di ikat Rara tidak bisa bangun hanya tersungkur di kursi penumpang.

__ADS_1


__ADS_2