Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Gadis Masa Kecil


__ADS_3

NTR: Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen dan vote yach... Selamat membaca kak.


Setelah 1 jam mereka berada di dalam mobil tanpa berbicara satu kata pun, Iyas mendengar handphone berdering.  Iyas mengangkat handphonenya dan sebelum itu ia melirik kearah Lina. Untuk kali ini ia tampak terlihat serius ketika mendengar seseorang di seberang teleponnya berbicara kepadanya.


 


Iyas karena mendapat berita yang mengejutkan tanpa mempedulikan Lina yang ada di sampingnya. Setelah ia menjawab telepon dari orang tersebut. Iyas menyimpan handphonenya dan melajukan kembali kendaraannya. Bahkan untuk kali ini, Ia menginjak pedal gas mobil dengan kecepatan tinggi dan pikirannya yang kacau. Setelah itu ia melihat ke arah Lina yang masih terdiam tidak memahami apa yang terjadi pada mereka saat ini. Lina tampak ketakutan ketika Iyas dengan sangat serius membawa kemudinya dan juga teriakan Lina yang tidak di hiraukan.


Lina memegang pedal yang ada di atas nya dengan erat, ia juga menutup kedua matanya, ia merasa takut akan Iyas yang membawa kemudi dengan kecepatan tinggi. Lina merasa khawatir saat Iyas mengemudi. Ada satu hal yang membuat Iyas khawatir ketika orang tersebut menelpon. Yang tak lain dari seseorang yang pernah mengisi hidupnya. Sekitar satu jam, mobil tersebut terparkir di depan sebuah rumah sakit yang cukup besar. Iyas melirik ke arah Lina, lalu mengerutkan dahinya melihat Lina yang masih memejamkan mata.


 


 


" keluarlah! "Tegas Iyas.


 


Iyas membuka pedal pintu mobilnya dan mengitari mobilnya bersamaan dengan Lina yang keluar dari mobil tersebut. Lina terdiam, ketika melihat Iyas yang sedikit ragu\-ragu berdiri di depan rumah sakit tersebut. Cukup lama mereka berdiri di depan rumah sakit, lalu ia melihat ke samping Lina dan mengangkat alisnya sebelah.

__ADS_1


 


"Kau ikuti semua perkataanku mengerti!" tegas Iyas.


 


Iyas menarik tangan kanan Lina dan berjalan menuntunnya memasuki rumah sakit tersebut. Iyas tanpa memperhatikan Lina yang terkejut, mendapati tangan Iyas yang memegangnya. Ia berjalan cepat diikuti oleh Lina memasuki rumah sakit tersebut dengan tergesa\-gesa.


Setelah berjalan cukup lama mereka kini berdiri di depan sebuah ruangan yang bertulisan diatasnya ICU. Iyas yang sedikit ragu untuk membuka pintu tersebut dan melirik kembali kearah Lina. lalu ia memantapkan dirinya dan membuka pintu ruangan itu perlahan.


Setelah sampai di dalam ruangan tersebut. Iyas melihat seorang wanita terbaring di atas ranjang, dengan alat bantu pernapasan yang menempel di mulutnya dan juga kabel-kabel yang terpasang di tangan. Iyas berjalan perlahan, mendekati seorang gadis yang terbaring masih memejamkan kedua matanya. Ia belum menyadari bahwa ada yang mendekatinya.


 


Jantungnya berdegup kencang, tubuh yang semakin gemetaran. Karena Ia merasa tidak percaya akan hal yang sedang terjadi padanya saat ini. Menginga pegangan Iyas sangat kuat. Lalu, Lina melihat kearah Iyas yang terlihat sendu, ia menatap seorang gadis yang terbaring lemah di hadapan mereka.


Lina kini merasa sedikit tersentuh, ketika melihat sorotan kasih sayang dari pria yang ada di hadapannya itu. Meski terlihat sendu akan tetapi, rasa sayangnya kepada gadis yang ia lihat itu terlihat sangat besar dan begitu berarti, bagi pria yang ada di hadapannya itu. Saat Lina sedang menatap Iyas dan Iyas menatap wanita yang terbaring di hadapan mereka.


Tiba\-tiba, gadis yang sedang terbaring itu tersenyum dan membuka kedua matanya perlahan. Dia sangat bahagia, ketika melihat seorang pria, yang sangat ia rindukan kini berada dihadapannya. Namun ia mengerutkan dahinya dan menggigit bibir bawahnya pelan. Ketika melihat seorang gadis di samping Iyad. Apalagi ia semakin merasa sakit ketika melihat menggenggam tangan gadis itu dengan erat oleh Iyas.

__ADS_1


 


"Kamu datang?" ucapkan gadis yang bernama Ines pelan.


"Ya," jawab Iyas lembut.


 


Gadis itu tersenyum dan mengangguk lalu ia mengedarkan pandangannya kepada gadis di sebelah Iyas.


 


"Seorang gadis yang sangat manis dan lugu, bisakah aku berkenalan dengannya?" ucap Inez pelan.


 


Ines adalah seorang gadis yang sempat Iya cintai sejak masa kecil, namun mereka terpisahkan ketika hal buruk terjadi kepada diri Iyas dan keluarganya. Setelah Iyas mencari tahu tentang keberadaan Inez yang ditutupi oleh eh keluarganya. Iyas malah menemukan keberadaan gadis masa kecilnya itu sudah dalam keadaan seperti saat ini terbaring di rumah sakit.


 

__ADS_1


 


__ADS_2