Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Tinggal Berdua


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favoritkan dan vote yach... Selamat membaca kak.


Amira yang kini berada di dalam bus, Ia mendapatkan sebuah panggilan telepon dari seseorang yang mampu membuatnya tersenyum mengingatnya.


"Ada apa dengan Mamah ini?"gumam Amira mengangkat telepon dari ibunya.


"Kamu kapan pulang Sayang? Mama sudah membuatkan makanan kesukaan kamu, yaitu cake rasa strawberry khusus Mama buat untukmu bersama Tante Dilla tadi pagi," ucap Rara berbicara panjang pada Putrinya itu.


"Amira dalam perjalanan pulang Mama," jawab Amira.


"Baiklah kalau begitu, kamu hati-hati di jalannya sayang. Jangan lupa berdoa saat di dalam perjalanan sama," ucap Rara mengucap salam dan menutup teleponnya.


Amira tersenyum dan melihat wallpaper di handphonenya adalah foto satu keluarga, dengan Amira berdiri di samping Rendi yang berdiri di samping Rara, Rayn di samping ibunya dengan Raisa yang baru berusia 2 bulan berada di pangkuan Rendi. Mereka tersenyum dengan bahagia ke arah kamera. Saat melihat foto keluarganya di handphone Amira dia tersenyum dan mencium foto handphonenya.


"Aku sangat menyayangi kalian!" ucap Amira.


Di kediaman Rendi Anggara.


Rara sedang sibuk menata meja makan, mengingat sore ini ini tepat di jam 4 sore. Keluarganya akan berkumpul termasuk suami dan ketiga anaknya akan berada di rumah.


Setelah dibantu oleh Dilla untuk menyiapkan makanan, bahkan membuat cake kesukaan kedua putrinya. Rara tersenyum penuh kepuasan, setelah itu ia mendengar bel berbunyi, lalu ia berjalan menghampiri pintu rumahnya dan membuka pintu itu. Sudah berdiri suaminya Rendy dengan Rayn dan Raisa. Tepat di pintu gerbang, Amira sudah berjalan dengan senyum manisnya mengucap salam kepada keluarganya.


"Assalamualaikum my family," salam Amira tersenyum kepada keluarganya dan menyalami punggung tangan ibu, ayah dan juga kakaknya beserta adik perempuannya Raisa.


"Waalaikumsalam My Girl," jawab keluarga Amira bersamaan mereka tersenyum.


Amira hanya menjawab dengan senyuman penuh kebahagiaan mendengar semua keluarganya menyambutnya dengan senyum hangat mereka yang menyayangi Amira.


"Ayo sayang kita makan bersama! Mama sudah masak makanan kesukaan kalian, termasuk cake kesukaan Amira, yang hari ini menjadi juara turnamen di kampus barunya sama," ucap Rara tersenyum.

__ADS_1


"Sudah aku duga, Mama sudah mengetahuinya pasti dari anak buah papa ya?" tanya Amira mengerutkan dahinya.


"Tidak perlu informasi dari anak buah papamu, mama sudah tahu putri mamah ini pasti akan menjadi juara nya karena kamu sudah jadi juara di hati Mama," jawab Rara merangkul Amira dan mengecup keningnya.


"Raisa juga mau dicium sama Mami," tambah Raisa memeluk tubuh ibunya.


"Papa juga mau, " tambah Rendy ikut tersenyum, ke arah istrinya.


Rayn yang melihat adegan dimana keluarganya sangat harmonis, dia mengangkat sebelah alisnya dan berjalan mendahului keluarganya yang saat ini sedang tersenyum melihatnya.


"Mama dengar, Naura akan datang ke Indonesia. Apa seseorang sedang dalam mode bahagia saat ini?" ucap Rara meninggikan suaranya.


Rayn yang mendengar penuturan ibunya itu, ia berbalik dan tersenyum mengangguk tanda menjawab ucapan dan pertanyaan ibunya.


"Sepertinya malam ini kita makan enak," ucap Rayn.


Rayn berjalan meninggalkan keluarganya dan menaiki tangga tersenyum, melihat kearah keluarganya yang menatapnya. Rendy dan Rayapun tersenyum menatap Putranya yang sudah berjalan ke arah kamarnya.


"Kalian juga bersih-bersih dulu sebelum makan!" Seru Rara.


Rara mendorong suaminya berjalan menuju kamar mereka masing-masing termasuk Raisa. Setelah mereka bersih-bersih, kini keluarga Rara berada di meja makan dengan Rendy dan duduk dengan Raisa di pangkuannya. Amira di samping Rayn dan Rara kini duduk di samping Rendi.


"Bagaimana kuliah pertama kalian? Apa menyenangkan atau kalian sudah punya banyak teman?" tanya Rara, ia memberikan makanan kepada suaminya dan bertanya kepada anak-anaknya.


"Kakak Rayn masih dengan Zain dibelakangnya yang selalu membuntuti Kakak yang super tampan ini," ucap Amira tersenyum mendelikkan matanya kearah Rayn.


"Bukankah adik kakak ini sangat menyukai pria tampan ini? Hingga membuat orang lain cemburu," jawab Rayn.


"Ya kau mulai membuatku kesusahan karena berada satu ruangan denganku," cetus Amira.

__ADS_1


Rara dan Rendy hanya tersenyum menanggapi perdebatan kedua anak kembarnya itu, lalu ya melihat kearah Raisa putri kecilnya, yang kini duduk di pangkuan suaminya.


"Lalu bagaimana dengan gadis kecil Mamih ini?" tanya Rara ke arah Raisa.


"Tentu saja sangat bahagia. Apalagi saat kakak Raisa yang sangat tampan ini mengantarkan aku ke sekolah. Bahkan membuat Raisa puas ketika teman-temanku percaya akan ucapan Raisa, bahwa Raisa memiliki kakak yang super tampan sekali. Apalagi setelah mereka tahu kalau aku juga memiliki papa yang sangat tampan," jawab Raisa mencium pipi Rendy.


Semua orang yang mendengar penuturan Raisa, tersenyum menanggapi ucapan Raisa yang tersenyum bahagia saat ini mereka makan dengan penuh kehangatan di keluarga mereka. Setelah itu Rendy dan Raisa berada di ruang tamu dengan Amira duduk di sofa dengan ibunya di sampingnya dan Rayan memainkan game di handphone nya.


"Oh iya, Mama akan akan pergi ke Bandung dengan papamu! Apa kalian tidak apa-apa tinggal di rumah berdua saja?" tanya Rara kepada Rayn dan Amira.


rayon dan Amira kini duduk dengan posisi yang benar menanggapi ucapan ibunya dengan serius dan Amira bersih tetap selalu melihat ke arah ibunya yang juga menanggapi kedua anak kembarnya itu.


"Ada apa dengan kalian?" tanya Rara.


"Mama dan papa akan pergi ke Bandung dengan Raisa, lalu kami tidak diajak?" tanya Amira.


"Iya, karena kalian baru masuk kuliah, jadi hanya Mama dan Papa juga Raisa yang pergi ke Bandung," jawab Rara.


"Tapi mah, Amira juga ingin ke Bandung ketemu nenek," ucap Amira yang dibalas anggukan oleh Rayn.


"Kalian tidak boleh mengabaikan kuliah kalian!" tegas Rendy.


Amira dan Rayn mengangguk memahami ucapan ayahnya dan juga ibunya. Namun lain dengan Raisa, ia malah tersenyum bahagia melihat dirinya ikut pergi ke Bandung. Dimana, ia sangat menyukai suasana Bandung di rumah neneknya.


"KalianĀ  sebaiknya tinggal di rumah tante kalian, ada Ken dan Dila juga Zain yang akan bersama kalian," ucap Rara.


Setelah membicarakan tentang rencana Rendi dan Rara yang akan pergi ke Bandung kini mereka berbincang bersama di ruang tamu dengan cake di meja sebagai camilan mereka.


Mereka berbincang dan bercanda bersama dengan Rayn dan Amira yang ikut bergabung, mereka tidak fokus dengan kegiatan mereka masing-masing. Namun mengingat kedua orang tuanya akan pergi ke Bandung, Rayn dan Amira merasa tidak rela, ketika mereka harus berada jauh esok hari dengan ayah ibunya, hingga kini Amira dan Rayn memilih untuk menghabiskan waktu sore ini bersama dengan kedua orang tuanya dan juga adik kecilnya Raisa.

__ADS_1


Rara yang tersenyum bahagia ketika mendapati kedua anak kembarnya ini kompak berbincang bersama, dengan dirinya dan Rendy. Tampak hangat bahkan sesekali Raisa anak paling kecil yaitu, selalu merengek manja kepada mereka.


__ADS_2