Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Awal pertemanan


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favoritkan dan vote yach. Selamat membaca kak.


Sebuah ruangan yang cukup luas, seorang pria ber presentase dan berbicara di depan Para pemilik saham, yang kini menjalankan proyek untuk sebuah bangunan hiburan di kota c. Yang akan cukup mendominan dan yang paling besar di dunia. Ada Rayn dan Adam yang duduk tidak cukup jauh dari pria yang saat ini sedang ber persentase dan sedang jelaskan tentang proyeknya. Rayn tetap fokus begitupun dengan Adam meski ia tahu Rayn adalah seorang pemula, namun Adam yakin akan kemampuan putra dari tuannya.


'Hmm, sepertinya dia lebih tertarik akan IT, siapa pria itu? Sepertinya dia baru di Indonesia!' gumam batin Rayn.


Adam memperhatikan Rayn yang menatap lekat kepada pemilik saham utama di kota C. Sesekali, Adam melihat kesana kemari. Antara Rayn dan juga seorang pemuda yang duduk di kursi utamadi dalam rapat.


'Apa yang sedang di pikirkan tuan muda? Kenapa memperhatikan tuan Leo? Dia terlalu berbahaya jika ingin mengusiknya,' batin Adam.


Namun, saat presentase dimulai Rayn di luar dugaan, ia dapat memenangkan proyek yang cukup sulit untuk didapatkan oleh setiap perusahaan. Bahkan Rayn kini duduk kembali di ruang rapat, tanpa ikut dengan yang lainnya yang sudah terlebih dahulu keluar dari ruang rapat. Saat Rayn masih duduk, tiba-tiba pria berjas abu-abu menghampirinya dan berbicara kepada dirinya.


"Selamat bisa mendapatkan proyek ini tuan Ryan Anggara," ucap pria yang bernama Leo mengulurkan tangannya.


"Terima kasih Tuan Leo Ditya group," balas Rayn menyambut tangan pria di hadapannya.


"Heh, ternyata Anda sudah tahu saya Tuan?" tanya Leo tersenyum.


"Anda begitu populer di kalangan perusahaan, bagaimana bisa saya tidak mengenal nama anda yang besar," jawab Rayn.


"Heh, bagaimana jika saya traktir Anda makan siang untuk merayakan kerjasama kita?" ajak Leo tersenyum.


Rayn mengangguk menyetujui ajakan Leo, yang tak lain adalah pemilik saham pertama di kota C yang berkuasa di setiap perusahaan. Rayn berjalan mengikuti pria yang berjasa abu-abu dengan tingginya setara dengan dirinya. Pria yang mengenakan jas warna abu-abu menunjukkan senyum yang cukup manis,


Ketika ia tersenyum terlihat dua Lesung di pipinya. Rayn melihat kearah Adam, lalu memerintahkan Adam untuk tidak menunggunya mau melihat dirinya makan-makan sebentar bersama Leo.


Adam mengangguk dan mempersilahkan rayen dan Leo untuk pergi terlebih dahulu. Saat menatap keduanya telah pergi, Adam tersenyum tipis, ia mengagumi tuan mudanya itu ,sangat mudah untuk berinteraksi bahkan dalam bisnis.


"Sepertinya tuan Rayn, akan memulai pertemanan dengan sesama pebisnis dan itu akan jauh lebih baik jika tuan muda bisa memperdalam perusahaan," gumam Adam.

__ADS_1


Rayn dan Leo kini berada di sebuah hotel ternama di Kota C. Mereka duduk dengan makanan dan minuman di atas meja yang sudah tertera. Bahkan tidak ada pengunjung lain di restoran tersebut, khusus hanya untuk mereka berdua.


"Sepertinya Anda jauh lebih berpengalaman Tuan Leo?" tanya Rayn mengawali pembicaraan mereka berdua.


"Meski Anda baru terjun ke sebuah proyek perusahaan milik orang tua anda. Tapi presentasi yang anda bawakan mencerminkan bahwa anda jauh lebih berpengalaman dari saya," jawab Leo senyum mengagumi Rayn.


"Maka dari itu. Mari kita bekerjasama dalam proyek ini!" seru Rayn.


"Kalau begitu mari kita berteman!" ajak Leo tersenyum mengulurkan tangannya kepada Rayn.


Rayn tersenyum menanggapi ajakan Leo yang terdengar sangat masuk akal. Ketika mereka harus berteman dalam berbisnis. Bahkan hal yang lebih dari bisnis juga itu adalah hal yang wajar dan tidak akan masalah.


Rayn dan Leo berbincang layaknya kedua sahabat yang baru bertemu sudah lama. mereka makan dan minum hanya berdua saja di sebuah restoran yang cukup luas dan besar, mengingat di sana hanya ada mereka berdua saja. Bahkan pelayan pun tidak diizinkan untuk menghampiri mereka apalagi berlalu-lalang di hadapan mereka.


"Sepertinya kamu tidak suka jika ada begitu banyak orang disekitarmu?" tanya Rayn.


"Kenapa seperti itu? Apa kau baru di kota ini?" tanya Rayn penasaran.


"Sebenarnya aku kesini hanya untuk mencari Ibu tercintaku. Namun sepertinya dia tidak berharap aku menemuinya," jelas Leo.


"Aku minta maaf jika aku bertanya terlalu berlebihan," ucap Rayn.


"Hai Bro, kamu tidak perlu sungkan kepadaku. Kita kan sudah berteman," ucap Leo tersenyum dan menepuk pundak Rayan.


Rayn tersenyum dan ia mengangguk bagi mereka berdua pertemuan saat ini adalah satu hal yang sangat berarti mengingat mereka kini menjadi sahabat dekat.


"Boleh aku tanya kenapa di usia mu yang sekarang ini, sudah terjun di perusahaan?" tanya Leo.


"Bukan apa-apa. Aku hanya menuruti keinginan Ayahku dan juga adikku," jawab Rayn.

__ADS_1


"Adik? Apa hubungannya dengan adikmu?" tanya Leo mengerutkan dahinya.


"Aku setujui permintaan ayahku, hanya untuk adikku agar bisa bekerja di perusahaan milik keluarga," jawab Rayn.


"Maksudmu adikmu mau bekerja di perusahaanmu? Kenapa begitu terdengar sulit?" tanya Leo sesekali menenggak anggur di tangannya.


"Ya adik perempuanku yang satu itu terlalu istimewa jika harus bekerja di luar sana," jawa Rayn.


" lBagaimana jika adikmu bekerja saja di perusahaanku? Aku yakin tidak akan ada yang mempersulitnya," tawar Leo kepada Rayn.


"Tapi terlalu jauh jika adikku harus bekerja di kota C," jawab Rayn.


"Apa kau lupa bahwa perusahaan ku juga ada di kotamu? Itu adalah perusahaan cabangku. Kamu bisa merekomendasikan adikmu disana," jawab Leo.


"Sepertinya itu bukan ide yang buruk" ucap Rayn.


Keduanya kini berbincang bersama dan menghabiskan waktu hanya berdua saja, hingga larut malam, mereka seperti sahabat yang baru bertemu. Mereka saling menceritakan diri mereka satu sama lain.


Mereka seperti dua sahabat yang sekian lama berpisah Rayn dan Leo hanya menghitung beberapa jam saja, sudah terlihat keakraban dan saling kepedulian satu sama lain. Setelah dirasa waktu sudah larut, Rayn dan Leo kini berpisah dan keluar dari restoran tersebut. Setelah berpamitan kepada Rayn, Leo kini melajukan mobilnya terlebih dahulu


Meski Leo sudah menawarkan tumpangan kepada Rayn, namun ditolak oleh Rayn dan ia memilih untuk mengambil handphonenya dan melakukan panggilan. Saat ia melakukan panggilan telepon, sebuah mobil berhenti tepat di hadapannya. Lalu kaca mobil dibuka dan terlihat Adam tersenyum kepadanya. Rayan memasuki mobil tersebut dan kini menuju hotel untuk beristirahat.


"Aku harap besok, proyek sudah berjalan dan aku bisa secepatnya pulang," ucap Rayn.


"Besok siang kita sudah ada di Jakarta Tuan," jawab Adam.


Adam menegaskan bahwa proyek memang sudah akan berjalan esok hari dan bisa kembali di siang harinya untuk pulang ke Jakarta. Rayn mengangguk, Ia lalu mengirim sebuah chat kepada adik perempuannya, yang telah lama ia tinggal selama 2 hari ini. Bagi Rayn tidak bertemu dengan adiknya, adalah suatu hal yang sangat tidak dia sukai.


Mengingat dirinya selalu berada di dekat adik perempuannya itu dalam hal apapun. Setelah mengirim pesan Rayn menyandarkan kepalanya ke belakang kursi mobil dan menutup kedua matanya, untuk tertidur selama dalam perjalanan menuju hotel.

__ADS_1


__ADS_2