Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Rasa bersalah


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favoritkan dan vote yach... Selamat membaca kak.


Dengan perlahan ia mengambil foto itu dengan sangat hati-hati, hingga ia dapat mengambil foto itu dan dia sangat terkejut, ketika melihat foto seorang gadis yang cantik tertawa lepas ke arah kamera. Namun ia terkejut ketika memperhatikan foto itu. Mendengar ucapan ayahnya.


"Kenapa? Sepertinya kamu sudah berani ya masuk ke kamar Daddy tanpa sebuah izin!" ucap Ayah Naura dengan tatapan wajah dinginnya.


"Daddy ...."


"Apa yang sedang kamu lakukan?" sela Mark dengan wajah dinginnya.


"Emm, Daddy. Ura hanya mau ...."


"Keluar!?" teriak Mark.


Naura terkejut ketika mendengar teriakan ayahnya kepada dirinya, pasangannya untuk pertama kalinya Naura mendengar teriakan ayahnya tepat di hadapannya bahkan tertuju kepada dirinya pasalnya selama ini, Ayahnya tidak pernah sekali pun meninggikan nada bicaranya, hanya untuk berbicara kepada dirinya.

__ADS_1


Namun untuk hari ini, Naura terkejut. Ia


bahkan melangkah mundur saat melihat tatapan tajam ayahnya dan berbalik untuk pergi meninggalkan kamar itu.


"Tunggu!" panggil Mark.


Naura sontak berhenti. Dia merasakan takut yang teramat besar ketika melihat ayahnya sangat marah kepada dirinya, meski ia tidak tahu apa kesalahan yang ia lakukan sehingga membuat ayahnya marah kepada dirinya.


"Simpan benda itu," ucap Mark.


Naura terkejut mendengar ucapan ayahnya dan perlahan ia berjalan kembali mendekati sofa, yang diduduki oleh ayahnya dan menyimpan pas foto yang ada di tangannya itu di atas meja. Dengan perlahan Naura sama sekali tidak berbicara ataupun protes kepada ayahnya. Apalagi bertanya, ia masih melihat tatapan ayahnya yang masih dingin.


Saat Naura masih melihat tatapan dingin dan tanpa melihat arah ayahnya, ia berbalik dan berjalan perlahan meninggalkan kamar ayahnya, namun saat ia sampai di dekat pintu kamar, dia mencoba untuk berbalik kembali melihat ayahnya yang masih duduk dan dengan tatapan tanpa arah.


Namun Naura tidak ingin menambahkan beban pikiran ayahnya, lalu ia keluar perlahan dari kamar ayahnya itu dan menutup rapat pintu dengan perlahan. Ia masih berdiri di depan pintu kamar ayahnya. Naura menghela nafas kasar, pasalnya untuk pertama kalinya, ia melihat ayahnya begitu sangat murka, bahkan sangat dingin.

__ADS_1


Meski ia tidak tahu apa yang telah ia lakukan sehingga membuat ayahnya seperti itu berjalan meninggalkan kamar ayahnya. Ia masih fokus memikirkan tentang ayahnya yang berubah hanya dalam beberapa waktu saja. Pasalnya tadi sore ayahnya sangat baik kepada dirinya, bahkan kepada orang lain begitu ramah dan banyak senyum. Naura berjalan, ia lalu mengingat-ingat apa aja yang sudah terjadi kepada ayahnya namun meski berpikir keras Naura tidak menemukan kejanggalan yang terjadi tadi sore yang bisa membuat ayahnya sangat marah dan tidak terkendali.


"Ada apa dengan Daddy?" gumam Naura.


"Dia sedang jatuh cinta, namun teringat janjinya pada ibumu," sela Iyas berbicara pada Naura.


Naura mengerutkan dahinya, ia masih belum bisa mencerna apa yang di katakan oleh pamannya. Namun ia berjalan menuntun tangan Iyas dan memasuki kamarnya dengan tergesa-gesa.


Sesampainya di dalam kamarnya. Naura dudukditepi ranjang dengan Iyas juga ikut dudukdi sampingnya. Ia menatap lekat pada Iyas.


"Maksud paman apa?" tanya Naura.


"Hmm, paman dapat apa kalo menceritakannya?" jawab Iyas berbalik bertanya.


"Kebiasaan berbalik bertanya itu tidak baik paman!" cetus Naura.

__ADS_1


"Hahaha, aku gak bisa bernegosiasidenganmu sayang, tapi akan paman kasih tau padamu," jawab Iyas tertawa.


Naura mengangguk dan mencoba mendengarkan ucapan Iyas. Ia sangat telaten mendengarkan ucapan yang akan di ceritakan oleh Iyas.


__ADS_2