Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Pertemuan Dan Akhir


__ADS_3

Gracia tersenyum dan mengangguk menanggapi permintaan wanita itu yang kini berjalan menghampiri Grace dan Naura yang tengah di dandani.


"Momy ...."


"Diam dengan baik jika sedang di dandani!" sela wanita itu tersenyum berjalan menghampiri Naura dan duduk di atas tempat tidur Naura memperhatikan Naura yang kini masih di make up oleh Gracia.


"Mom, apa Daddy juga ikut?" tanya Naura sembari tersenyum bahagia.


"Kau pikir dia akan tahan berada jauh dariku?" jawab Alea tersenyum tipis.


Naura mengangguk, ia tahu jika dimana ada Alea pasti ada ayahnya, keduanya adalah orang yang sangat berarti baginya. Naura sangat bahagia ketika mendapati Alea dan juga ayahny kini ada di Indonesia bersamanya.


"Nah anda sudah siap Nona!" seru Gracia.


"Kenapa aku mencoba gaun pernikahan sebagus ini? Apa ada pemotretan?" tanya Naura. masih belum menyadari jika dirinya secantik bidadari ketika ia mengenakan gaun pernikahan khas Indonesia kebaya putih dengan sanggulan bunga di kepalanya.


Meski Gracia baru belajar dalam beberapa minggu, tapi ia menghasilkan hasil yang memuaskan ketika mendandani Naura dengan sangat cantik hari ini.


Naura tertegun ketika dirinya berjalan menuruni tangga melihat betapa ramainya di ruang rumah utama dan juga para tamu undangan dengan seorang pria tampan berjas hitam kemeja putih berdiri tepat di samping ayahnya. Dan juga Mark dan Alea yang tersenyum melihat kedatangan Naura yang beriringan dengan Amira yang tak kalah cantiknya mengenakan hijab moca dan gaun warna peach membuatnya terlihat sangat cantik berdampingan dengan Naura.


"Sayang? Apa aku sedang bermimpi?" tanya Naura pelan.


"Tentu saja ini nyata!" jawab Amira tersenyum tipis.


"Aku merasakan jika aku jalan melayang," ucap Naura menahan kebahagiaannya saat ini.


"Apa kau hantu?" tanya Amira.


"Eeh, hantu? Kau ini gadis gila! Aku serius," cetus Naura.


"Memang kau pikir kakaku main-main?" balas Amira.


"Eemm sepertinya tidak, jika Daddy dan Momiku ada disini," ucap Naura tersenyum bahagia ketika melihat ke arah Mark dan Alea dengan gaun warna hitam senada dengan Mark dan juga melihat ke arah Rendi dan Rara berdiri dengan gaun peach senada dengan Amira dan juga Raisa.

__ADS_1


"Mimpi apa semalam! Aku tidak merasa jika aku akan secepat ini mengenakan gaun dan berjalan dengan pakaian pengantin secepat ini," batin Naura tersenyum ketika berjalan menghampiri ruang tengah kediaman utama Rendi Anggara.


"Percaya dengan kakaku! Dia pria terbaik, akupun akan seperti itu jika bukan adiknya. Tapi lebih bersyukur jadi adiknya karena bisa merasakan kebersamaan dengannya sejak di dalam kandungan ibuku," ucap Amira.


Naura mengangguk dan tersenyum mendengar penuturan Amira.


"Aku juga lebih beruntung akan menjadi pendamping hidupnya hingga maut memisahkan," ucap Naura tersenyum dan keduanya kini tersenyum bahagia hingga kini keduanya sampai di tempat akad nikah.


Dengan Rayn mengenakan jas serba hitam pakaian pengantin pria, ia tersenyum melihat kedatangan Naura yang kini duduk di sampingnya dengan cantik.


"Ini apa Sayang?" bisik Naura.


"Ini acara sebelum malam pertama Sayang," goda Rayn.


"Huh, aku salah bertanya padamu," cetus Naura pelan.


Rayn tersenyum mendengar kekesalan Naura yang terlihat cantik ketika berada tepat di sampingnya sebagai pengantinnya.


"Apa kamu bahagia Sayang?" tanya Rayn.


Acara pernikahan sudah di laksanakan keduanya tepat di aula besar keluaraga Rendi Anggara dimana pesta juga akan di adakan malam itu juga.


Kedua keluarga antara Rendi Anggara dan Mark Robert kini meningkat menjadi ikatan persaudaraan yang mengikat tali silaturahmi mereka dengan saling menikahkan anak-anak mereka bersama.


Sementara kedimua keluarga tengah berbincang ria bahagia dengan anak mereka yang sudah resmi jadi pasangan pengantin. Lain dengan Rayn dan Naura saling bersitatap dengan Naura menatap tajam ke arah Rayn.


"Ada apa Sayang?" tanya Rayn.


"Kenapa kamu tidak memberitahuku jika pernikahan ini begitu mendadak seperti ini?" tanya Naura.


"Agar kamu benar-benar merasa jadi istriku yang sesungguhnya, bukankah selama ini kamu meragukanku?" jawab Rayn.


"Bukan itu maksudku tapi ...."

__ADS_1


"Ssst Sayang, aku mau kenalkan kamu dengan seseorang dia yang bantu aku setiap aku dapat masalah," sela Rayn menekan bibir Naura dengan jarinya.


Naura terdiam membiarkan Rayn melakukan apapun yang akan dia lakukan saat ini. Rayn merogoh sakunya dan melakukan panggilan telphone, namun ia menggerutu ketika tidak ada jawaban dari orang yang ia hubungi itu.


Naura hanya diam ketika melihat Rayn menggerutu menunggu seseorang mengangkat telphonenya. Saat dia mau berbicara pada Rayn, tiba-tiba seorang pelayan datang dan menghampiri keduanya.


"Nona, ponsel anda berbunyi sedari tadi," pelayan itu memberikan ponsel Naura.


Naura dan Rayn terdiam ketika pelayan itu memberikan ponselnya. Begitupun dengan Rayn yang masih melakukan panggilaj pada sahabatnya itu, bersamaan dengan ponsel Naura berbunyi. Saat Rayn mencoba menghubungi kembali temannya, bersamaan juga dering ponsel Naura berbunyi kembali.


Rayn dan Naura tertegun bersitatap satu sama lain. Keduanya terdiam mendengarkan ponselnya satu sama lain. Rayn melihat nama yang tertera di ponsel Naura begitupun dengan Naura memperhatikan nama yang tertera di layar ponsel Rayn. Saat menyadari suatu hal, keduanya bersitatap dan tertawa bersama terbahak-bahak mengingat kekonyolan keduanya selama ini. Yang diamana ternyata sahabat online mereka adalah kekasih mereka sendiri. Rayn dan Naura kini saling memeluk satu sama lain melepas kerinduan mereka begitupun dengan kebahagiaan keduanya yang mengetahui jika keduanya selama ini sering berkomunikasi dengan identitas yang berbeda.


"Ternyata kamu jago main game Sayang," ucap Rayn memeluk erat istrinya.


"Heeh, kamu Y yang bego," balas Naura.


Rayn mengangguk, ia tampak bahagia ketika mendengar ucapan bego panggilan yang selalu Naura pakai untuk sahabat onlinenya itu.


"Pasangan pengantin yang benar-benar buat iri, mereka bertengkar tertawa dan menangis bersama," ucap Lina berdiri di samping Iyas.


Rendi, Rara, Mark dan Alea tersenyum ketika melihat kebersamaan Rayn dan Naura begitupun dengan yang lainnya. Ken dengan Dilla, Adam dengan Nesa dan putrinya. Mereka tersenyum melihat kemesraan Rayn dan Naura yang saling mencintai dan berakhir di pelaminan.


Kebahagiaan dan kejelasan (alam sebuah hubungan akan mempererat hubungan itu sendiri, terutama sebuah pernikahan yang sakral akan mutlak untik menjadi sebuah ikatan lahir dan batin bagi sepasang kekasih yang memang sudah di takdirkan untuk bersama, meski berperantara dengan sebuah perjodohan kedua orang tua. Tapi jodoh dari sebuah takdir tak akan menghianati cinta sejati yang tumbuh dari dua hati yang murni.


"Cih, mereka masih sempat saja bertengkar meski sudah menikah begitu," cetus Amira berdiri tepat dari kejauhan menyaksikan tingkah Naura dan Rayn yang saling memeluk satu sama lain.


"Kau juga akan seperti itu jika menikah denganku," balas Leo berdiri di samping Amira.


"Cih, siapa juga yang akan menikah denganmu!" cetus Amira malas.


"Tapi aku akan menikah denganmu," balas Leo tersenyum.


Tamat.

__ADS_1


NTR: Hallo kak, Sejauh ini terimakasih yang teramat banyak dan Maaf atas keterlambatan up dan akhir cerita Istri ini yah. Authornya bagi waktu kerja Real sm nulis benar-benar tipis. terimakasih atas dukungan kakak selama ini. aku lanjytkan yang Daddy Tampan yah. Rendi dan Rara. Cukup sampai sini selamat beraktivitas kak. Miss u.


__ADS_2