Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Naura


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen dan vote yach... Selamat membaca kak.


Percakapan kedua anak Rendi dan Rara terdengar sangat manis di usia mereka yang terbilang sangat muda. Di usia tujuh tahun ini.


"Aku maunya Kakak selalu ada untukku dan tidak ada yang boleh mengambilmu!" ucap Amira.


"Baiklah ... Cepat mandi! Bukankah kau ingin cake yang bertingkat di acara ulang tahun," Jelas Rayn.

__ADS_1


Amira tersenyum bahagia mendengar ucapan kakaknya dan mendengar ada makanan kesukaan Amira. Ia merangkul pundak kakaknya dan mencium pipi Rayn. Amira bergegas pergi ke kamar mandi dengan hati bahagia. Ia bahagia ketika kakak laki-lakinya akan selalau ada untuknya.


Rayn tersenyum tipis ketika melihat adik kesayangannya bergegs masuk ke kamar mandi apalagi setelah bermanja padanya. Amira anak gadis yang special, hingga Rara dan Rendi begitupun Rayn kakaknya selalu memanjakan gadinya itu. Mereka lebih memahami Amira di bandingkan orang yang sudah menilai Amira hanyalah anak gadis yang tukang tidur dan pemalas.


Namun, di balik itu semua, Amira adalah gadis yang selalu bahagia dalam keadaan apapun kecerdasan dan kemampuannya selalu ia gunakan di waktu yang di perlukan dan tidak di hamburkan begitu saja srperti kebanyakan orang yang menunjukan kemampuan dan keahliannya hanya untuk mendapatkan pengakuan dan pujian dari orang lain atau umum.


Naura kini sudah dengan gaun putihnya selutut, tampak anggun dengan kulitnya yang putih berseri. Ia mengenakan penjepit rambut di samping dengan rambut terselip di telinganya. Tampak cantik bagi gadis cantik sepertinya. Ia berdiri di depan cermin dan tersenyum ketika mendengar janji ayahnya yang akan menunjuukan fhoto dan juga identitas ibunya yang selama ini sangat ingin ia ketahui. Naura sangat bersemangat dengan senyum merekah di bibirnya.

__ADS_1


Saat Naura masih dengan dirinya yang duduk di depan meja rias. Ia melihat seseoramg masuk ke dalam kamarnya dan terlihat Rara tersenyum menghampiri Naura. Dengan balutan gaun warna peach dan kerudung yang senada. Tampak cantik dan elegan di kenakan oleh dirinya. Naura tersenyum ketika melihat Rara yang menghampirinya dengan senyumnya yang penuh kasih sayangnya.


"Hmmm, anak tante ini sangat cantik dengan gaun yang indah ini, apa kamu bahagia sayang?" ucap Rara ternyum dan menyentuh pipi Naura.


Naura mengangguk dan tersenyum menjawab pertanyaan Rara. Ia tidak pernah banyak berbicara pada siapapun terkecuali pada ayahnya yang sangat ia sayangi. Mengingat Mark memang tidak banyak berbicara.


Rara tersenyum melihat sosok Sisi kecil yang ada di hadapannya ini. Meski kesan Sisi tidak baik dulu, tapi Naura adalah gadis yang baik bahkan lebih cantik dan baik dalam segala hal. Rara tersenyum memeluk Naura dengan perasaan bersyukurnya terhadap apapun yang ada di hadapannua saat ini. Seorang gadis kecil yang ada di pelukannya saat ini adalah calon menantunya kelak yang akan Rayn putranya nikahi dan kebahagiaan yang teramat berkesan. Hingga membuat Rara meneteskan air mata. Saking bahagianya.

__ADS_1


Naura tertegun melihat tantenya Rara menangis dan dengan lembut Naura mengusap air mata di pipi Rara dan tersenyum. Ia mencium pipi Rara dengan lembut. Rara tersenyum melihat perlakuan lembut Naura yang sangat lembut dan pengertian dalam setiap keadaan. Seperti putrinya Amira yang selalu siap siaga dalam bersikap di setiap keadaan. Rara memeluk erat Naura dan mencium kening Naura dengan lembut dan penuh cintanya kepada gadis di hadapannya ini dengan senyuman mereka berdua yang manis berbincang di depan cermin.


__ADS_2