Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Dinner


__ADS_3

Di malam hari di sebuah restoran, seorang gadis dengan gaun warna merah yang sedikit memperlihatkan belahan dadanya, ia berbalut gaun ternama yang ketersediaannya hanya beberapa yang memilikinya. Dera duduk di meja yang tertata rapi dengan hiasan lilin yang nampak indah dan juga alunan biola yang terdapat di panggung di restoran tersebut. Tidak ada pendatang lain di sana, selain seorang gadis dengan pakaian formalnya, duduk di kursi paling ujung tidak jauh dari wanita bergaun merah itu.


Setelah merasa menunggu lama. Dera berdiri dan tampak kesal. Ia mengisyaratakan pandangannya dengan tatapan mengerikannya kepada Alea. Alea tampak gelisah ketika melihat putri pengusaha terbesar dari Singapura Itu tampak gelisah dan mulai tidak nyaman. Karena lama menunggu seseorang yang akan makan malam dengannya. Setelah merasa bosan dan kesal Dera berdiri dari duduknya dan melihat ke arah Alea dengan sorot matanya yang tajam.


Ketika mendapati sorotan dari Dera. Alea berdiri dari duduknya dan berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri di mana Dera berdiri.


"Dimana tuanmu itu?" tanya Dera dengan kesal.


"Saya rasa tuan Mark sedang di jalan Nona. Anda bisa menunggu dengan sabar di sini," jawab Alea dengan sabar.


"Aku tidak mau menunggu lama! Kau hubungi tuanmu itu! Suruh dia datang sesegera mungkin!" tegas Dera.


Alea menganggukkan kepalanya dan mundur beberapa langkah. Setelah itu Alea merogoh ponselnya mencoba untuk menghubungi tuannya itu. Sebenarnya Alea dari awal sudah kesal ketika mendapati perintah dari tuannya itu. Bahwa dia harus menemani Dera dahulu, sebelum tuannya datang. Alea merasa kesal ketika harus berhadapan dengan wanita manja seperti Dera itu. Seorang putri pengusaha terbesar di Singapura yang cara bicaranya selalu merendahkan orang lain. Ia mengambil handphonenya dan dengan spontan ia menekan panggilan pada kontak yang bernama kutub utara saat seharian ini menelponnya.


"Ke mana si kutub utara ini? Membiarkan aku bersama wanita manja yang super menyebalkan ini! "gerutu Alea kesal.


Alea tidak tahu jika panggilan telponnya sudah tersambung dan gerutuannya pasti terdengar oleh seseorang. Saat Alea menyadarai satu hal. Ia melihat kembali handphonenya dan mencoba berbicara pada Mark.


Dia tidak mendengarku kan? Hehe....


Alea terkekeh, ketika membayangkan jika gerutuannya di dengar oleh bosnya itu.


"Tu-tuan?" Alea sedikit gugup.


"Diamlah disitu! Jika tidak? Akan aku potong semua gajihmu!" tegas Mark dan menutup handphonenya.


Alea terdiam ketika mendengar ucapan bosnya yang terdengar seperti hentakan petir pada kehidupannya. Setelah menutup teleponnya, Alea kembali menghampiri Dera yang sudah duduk kembali dengan tingkah cetusnya dan masih kesal ketika melihat Alea. Alea terpaksa tersenyum menghadapi Dera yang sebenarnya membuatnya sangat ingin memukul wanita itu. Tapi demi masa depannya Alea menahan emosinya demi gaji yang sangat tinggi dari tuannya.


"Sebentar lagi tuan Mark, akan sampai Nona!" ucap Alea sopan kepada Dera yang dengan malas menanggapi ucapan Alea.


Ketika mendapati Dera yang tidak menanggapi dan sama sekali tidak menjawabnya. Alea tampak malas melihatnya dan merutuki di dalam hatinya dengan senyum palsunya. Alea berbalik perjalanan menuju kursi paling ujung kembali dan duduk dengan meminum secangkir cappucino yang ia pesan tadi. Tidak lama saat Alea meminum Cappucino dan menyimpan kembali gelasnya.

__ADS_1


Alea melihat ke arah pintu dengan seorang pria berpakaian formal serba hitam berjalan dengan wajah tampannya dan wibawa seorang Mark pria dingin bos Alea dengan wajah datarnya. Ia berjalan memasuki restoran tersebut, diikuti beberapa anak buahnya dan berjalan tanpa melirik kesana kemari. Dengan tatapannya hanya tertuju kepada Alea. Saat melihat kedatangan Mark. Dera yang tadinya kesal, ia tersenyum dan berdiri menyambut kedatangan Mark yang berjalan menghampirinya.


Akan tetapi lain dari dugaan Mark dengan langkah tegasnya. Ia berjalan dengan tatapan melihat kearah sekretaris barunya itu. Dengan tatapan tajamnya, ia berjalan melewati tempat makannya bersama Dera. Lain dari dugaan Mark malah menghampiri Alea yang juga sudah berdiri melihatnya. Dengan perasaan salah tingkah, Alea melihat ke arah bosnya itu dengan perasaan takutnya.


Mengingat Bosnya itu sudah sangat sering membentaknya dan memerintahkan hal yang tidak mungkin untuknya. Tapi hal yang tidak mungkin bagi Alea untuk menghindar dari tatapan Mark saat ini. Yang sudah berdiri di hadapannya bahkan tidak menghiraukan Dera apalagi memandang gadis itu. Saat Mark berdiri dihadapan Alea dan menatap gadis itu itu di dalam hatinya hanya ada rasa kesal kepada sekretaris barunya itu yang mengatakan dirinya kutub utara yang sempat ia dengar dari telponnya tadi.


"Bukankah kau menunggu seorang pria kutub utara ini?" tanya Mark dengan tatapan tajamnya kepada Alea.


Alea terkejut dan ia menjadi salah tingkah ketika bosnya itu berbicara tentang dirinya yang menyebut seseorang Kutub Utara. Ia berpikir dan menjadi salah tingkah mencari cara untuk menjawab pertanyaan tuannya itu. Saat memikirkan Bagaimana cara menjawab tuannya itu.


Tiba-tiba tangan Dera melingkar di lengan Mark dengan tingkah manis manjanya senyum merekah di wajah cantiknya itu.


"Mark apa yang membuatmu sampai lama untuk datang kesini?" tanya Dera dengan manja dan juga menempelkan dadanya kepada lengan Mark.


Mark masih berdiri tegap dengan wajah datarnya ia membiarkan Dera bertingkah manja kepadanya dan masih menatap tajam Alea. Saat melihat tingkah Dera yang tiba-tiba berubah drastis. Alea mendapatkan ide untuk menghindari pertanyaan tuanya itu.


Setelah melihat tingkah takut Alea, yang tidak menjawabnya. Mark tersenyum tipis ketika melihat Alea yang tertunduk dengan tingkahnya. Mark memilih membiarkan Gadis itu dan berbalik berjalan bersama Dera ke meja makan, yang sudah tersedia untuk makan malam mereka.


Selama makan malam Mark bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari sekretaris barunya itu. Meski dengan tatapan tajam dari tuannya Mark. Alea masih merasa takut dan salah tingkah hingga membuatnya harus mengalihkan pandangan dari tuannya kepada berkas yang sempat ia bawa tadi siang dari kantor.


*Dia bahkan berani tidak menatapku dan mengabaikanku! batin Mark.


S*aat makan malam berlangsung dan Dera masih dengan tingkahnya mencari perhatian dari Mark. Yang ketampanannya lain dari pria biasanya. Apalagi mengingat perusahaan Mark yang terbilang sudah terkenal dan juga kesuksesan pria di hadapannya itu. Dera terpaksa harus bertingkah manis dihadapan pria tersebut meski terlihat jelas sangat dibuat-buat oleh Dera.


Mark hanya mengangguk saja ketika Dera setiap kali berbicara padanya, di makan malam yang terbilang dengan tempat romantis itu. Mark sudah terbiasa dengan makan malam yang sering dilewati. Tapi kali ini ia masih menatap tajam kearah sekertaris barunya itu. Alea kini terlihat salah tingkah.


Sebenarnya apa sih, yang di pikirkan tuanku itu? Si kutub utara dengan tatapan tajamnya bahkan di acara makan malamnya ini saja. Ia masih fokus seperti ingin membunuhku saja! gerutu Alea ketika mendapati sorotan tajam dari tuannya itu.


Di pertengahan makan malamnya. Mark mendapati handphonenya berdering. Dengan cepat, ia mengangkat telepon itu dengan wajah tampannya itu. Mark berbicara datar mengangkat telponnya. Selama makan malam Dera menatap Mark dengan senyum di bibirnya merasa puas. Baginya bisa makan bersama Mark. Pria seorang pengusaha ternama di Singapura. Dia seorang CEO yang bernama Mara Robert berbicara saja karismanya membuat para wanita tergila-gila melihatnya.


"Ya ... ada apa?" ucap Mark.

__ADS_1


Suara Mark yang terdengar oleh Dera seperti sebuah getaran tajam yang menusuk ke dalam hatinya. Hingga membuatnya kini jatuh cinta kepada pria yang berada dihadapannya itu. Saat Mark mendengarkan ucapkan dari seseorang yang menelponnya. Ia mengerutkan dahinya dan menatap kembali dengan tajam kearah Alea, yang kini sudah menundukkan kepalanya merasa takut kepada tuannya itu. Setelah ah itu Mark berbicara kembali.


"Baiklah!"


Mark berdiri dari duduknya dan mengisyaratkan Alea agar menghampirinya. Tapi lain dengan Dera yang hanya mendengar ucapan dari Mark yang sedikit itu. Ia merasa jatuh cinta kepada Mark pada makan malamnya saat ini. Meski Mark tidak banyak berbicara, dalam acara makan malamnya yang baru setengah perjalanan. Alea berjalan menghampiri tuannya dan kini sudah berdiri di hadapan tuanya itu.


"Ayo kita ke bandara! " ajak Mark kepada Alea.


"Kita?" Alea terdiam menjawab ucapan Mark.


Akan tetapi Dera menarik lengan Mark dengan tingkah manjanya.


"Ada apa Mark? Apa ada seseorang yang harus kamu jemput?" tanya Dera dengan manja dan manis.


Alea tampak ingin muntah, ketika mendengar ucapan wanita yang bertingkah berbeda dari pertama kali berbicara kepadanya. Tapi berubah drastis ketika berbicara kepada tuanya itu.


"Aku tidak berbicara untuk yang kedua kalinya! "tegas Mark menatap tajam pada Alea.


Mark berjalan meninggalkan meja makan tersebut dengan Dera disampingnya memegang lengannya. Mark berhenti dari jalannya, ketika ia menyadari jika sekretarisnya itu, belum mengikutinya. Mark berbalik dengan sorotan tajamnya. Ia menatap Alea yang terkejut dan kini berlari menghampirinya.


Saat mendapati Alea sudah mengikutinya. Mark berjalan kembali dan sampai di luar restoran. Terdapat ebuah mobil yang sudah terparkir di depan restoran tersebut. Mark mempersilahkan Dera untuk masuk ke dalam mobil dengan wajah datarnya. Tapi membuat Dera semakin tergila-gila pada sosok Mark yang mempersilahkannya untuk masuk mobil.


Lain dengan Mark yang masih berdiri diluar, setelah Dera duduk di kursi penumpang. Dera mengerutkan dahinya ketika mendapati Mark yang tidak masuk ke dalam mobil bersamanya.


"Jalan!" tegas Mark.


Mark menutup pintu mobil dan membiarkan Dera pergi bersama supirnya. Dera dibawa mobil anak buahnya itu. Mark masih berdiri dengan Alea dibelakangnya dan berbalik kesampingnya menatap tajam gadis itu. Tidak lama dari itu, sebuah mobil kini ini tepat berada di hadapan mereka. Mark langsung masuk dan duduk di kursi penumpang. Saat sadar jika sekretarisnya itu masih tidak masuk. Mark menatap dengan tatapan tajamnya ke arah Alea.


"Masuk!"


Ucapan Mark seperti sebuah magnet, membuat Alea secara spontan mengikutinya dan duduk di kursi penumpang. Alea duduk di samping Bosnya itu. Dengan perasaan takut, Alea tampak salah tingkah. Dengan perasaannya yang bercampur aduk dengan rasa takutnya pada bosnya itu. Meski dia sudah tahu segala sifat dan tingkah dari bos barunya itu. Tapi Alea masih tidak berani jika harus membantah tuan yang sudah memanjakannya, dengan segala fasilitas dan keuangan yang mencakupi kebutuhan materinya. Bahkan akan membuatnya menjadi seorang wanita yang kaya raya dengan Hanya bekerja selama 1 tahun sebagai sekretaris seorang CEO yang bernama Mark Robert.

__ADS_1


__ADS_2