
NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen dan vote yach... Selamat membaca kak.
Rendi terdiam saat mendengarkan pembawa acara mulai berbicara dan acara ulang tahun Naura Robert akan di mulai. Mereka kini tampak bahagia ketika melihat Naura dengan cantik dan anggun menghampiri Mark dan Rendi dan menuntun keduanya. Begitupun Rara yang juga ikut kemanapun Rendi berjalan.
"Daddy, Paman dan Tante, i miss u all," ucap Naura meniup lilin dan tersenyum pada mereka bertiga.
Rara, Rendi, Mark begitupun para hadirin yang mendengar dan menyaksikan ucapan Naura. Tersenyum kagum dan mbertepuk tangan pada gadis yang kini sudah meniup lilin yang menyala di hadapannya.
Naura memberikan potongan kuenya yang pertama pada Mark dan Rendi. Lalu ia memberikan pada Rara. Mereka tersenyum bahagia ketika mengingat tentang manisnya Naura yang saat ini.
"Kamu bahkan tidak mengingat Om mu ini Naura," suara Iyas tiba-tiba menelusuri suasana.
Naura tersenyum begitupun dengan yanglainnya melihat Iyas datang dengan wajah merajuk di hadapan Naura dan semua orang.
"Iya Om kesayanganku, mana mungkin Ura melupakan paman setampan inj," bujuk Naura.
"Uuuunh, kamu manis banget sih sayang?" ucap Iyas mencium pipi Naura dengan gemasnya.
Naura hanya tersenyum menanggapi pamannya. Ia kembali melihat ke arah ayahnya dan berdiri di sampingnya.
Saat Naura mencoba untuk berdiri di samping ayahnya. Tatapan tajam tidak suka mengarah kepadanya dari arah Rayn.
Kenapa dengan anak manja itu? Menyebalkan. Batin Naura.
Rayn menatap Naura dengan tatapan tidak sukanya, mengatakn i miss u kepada kedua orang tuanya, seolah ada hal yang lebih di ketahui Naura di bandingkan dirinya. Hingga kini membuatnya tak suka meligat Naura.
__ADS_1
Saat kedua saling menatap tajam. Sebuah suara mengumumkan jika antara keluarga Mark Robert dan Rendi Anggara akan menjadi satu keluarga karena putra putri mereka resmi menjadi seoasang suami istri saat ini juga. Meski hanya baru dalam ikatan perjanjian. Namun itu bersifatsakral.
Saat mendengar penuturan Mark dan Rendi yang membenarkannya. Rayn dan Naura sama-sama terkejut dan menatap satu sama lain dengan pandangan yang tidak dapat di artikan kembali.
Astaga, apa yang di katakan Daddy? Aku ... menikah? Dengan dia? batin Naura tertegun.
Saat Rayn dan Naura sama-sama tidak menduga akan penuturan ayah mereka. Kedua semakin salah tingkah ketika keduanya kini sudah di atas podium bersama dengan ayah mereka masing-masing.
"Saat ini hingga masa depan dan maut memisahkan mereka adalah pasangan suami istri, meski masih belum cukup usia tapi merekasudah terdaftar di catatan sipil satu sama lain dan sah sebagai suami istri. Meski baru ikatan perjanjian. Namun mutlak," ucap Rendi menegaskan hubungan antara Rayn dan Naura.
Mendengar pernyataan ayahnya, Rayn masih dengan diamnya mendengarkan ucapan ayahnya dan berada di samping ibunya dan adiknya. Setelah ia di atas podium bersama dengan ayahnya dan bersalaman dengan Naura.
Setelah acara pernyataan dan pemotongan kue. Keluaraga besar Rendi dan Mark kini berada di anatar kerumunan para tamu undangan. Lain dengan Alea yang hanya berdiam diri di sebuah meja makan dengan balutan gaun yang elegan yang ia kenakan. Saat dirinya tengah menikmati sesuap makanan di dalam mulutnya. Tiba-tiba sebuah suara asing terdengar di belakangnya.
"Nona Alea Wijaya," ucap Nesa sopan kepada Alea.
"Silahkan ikut saya Nona," ajak Nesa.
"Untuk apa? Kemana?" tanya Alea ragu.
"Nyonya kami meminta anda untuk menghadap nona," jawab Nesa kembali.
Rara Anggara? Astaga, mimpi apa aku sampai bisa di panggil wanita idaman para pria tampan, aku harus bagaimana nanti bersikapnya? Aku srnang dan takut. Batin Alea.
Alea mengangguk dan mengikuti Nesa dengan jalan sedikit tergesa-gesa. Mengikuti cara jalan Nesa yang sedikit tegas dan berwibawa.
__ADS_1
Wanita ini juga sangat mengagumkan, aku tidak percaya, wanita cantik yang srharusnya jadi model international malah memilih jadi pelayan keluarga Anggara sesuai rumor yang beredar. Ternyata hanya orang-orang istimewa yang jadi pengawal keluarga Anggara. Batin Alea.
Setelah berjalan mengikuti Nesa, Alea kini berada di taman utama Robert dengan suasana taman yang damai nan indah. Sesuai yang Rara sukai berdaun hijau dan tenang. Tidak ada keramaian para tamu undangan di taman. Rara tidak menyukai parfum dan juga banyaknya kerumunan.
Alea tertegun melihat senyum tawa nyonya besar keluarga Anggara yang terlihat sangat manis dan cantik di lihatnya. Meski Alea seorang wanita, namun dia tak memungkiri kecantikan istri dari Rendi Anggara yang sesuai rumor rebutan pria tampan tersebut.
"Kau sudah datang? Mari bergabung, maaf ya, aku hanya tidak suka keramaian di dalam," sapa Rara dengan senyum ramahnya menyalami Alea.
"Tidak apa-apa Nyonya, saya berterimakasih karena, anda berkenan mengajak saya untuk bergabung," jawab Alea ragu.
"Tentu saja, kau kan specialnya pemilik rumah ini, maka dari itu kita berkumpul disini saja,nah ada gadis Iyas juga disini mari duduk bersama," ajak Rara tersenyum ramah.
Hah, apa maksud dia ya? Kok aku malah semakin bingung, batin Alea.
Rara menarik Alea dan duduk bersama dengan Dilla, Nesa dan juga anak-anaknya yang kini tengah asik dengan permainannya masing-masing. Mereka duduk dengan alas tikar yang cukup besar dengan makanan berjejeran di samping mereka. Apapun yang mereka mau semua tersedia sesuai permintaan Rara sebelum ia berada di taman. Alea mencoba untuk berbaur dengan Rara dan yang lainnya meski dirinya merasa ragu dan takut akan sebuah kesalahan berada bersama orang-orang terpenting di hadapannya itu.
Lain dengan adiknya Amira, Rayn masih sibuk dengan gamenya, ia sudah tidak mempermasalahkan perjodohan dini yang ayahnya lakukan dengan sahabatnya itu. Ia hanya tahu jika dia harus menjadi lebih kuat dan berkuasa seperti ayahnya, agar keluarganya tetap utuh sesuai harapannya. Jika tentang sebuah perjodohan, Rayn hanya menganggapnya prioritas.
Untuk kali ini, Naura tidak bisa melakukan apa-apa. Namun dia sedang fokus dengan srbuah permintaan yang akan ia minta kepada ayahnya nanti malam. Ia sudah tidak gundah dengan perjodohan yang ayahnya lakukan padanya tadi. Namun ia sedang memikirkan sebuah permintaan yang akan memuaskan dirinya. Mereka duduk berdua di tikar yang sama dengan kesibukan dan pikiran mereka masing-masing. Saat Naura berpikir dengan serius memikirkan sebuah permintaan. Ia melihat ke arah Rayn dan menatap lekat akan wajah anak lelaki yang tak lain adalah calon suaminya kelak.
"Anak manja! Kira-kira apa yang akan kamu minta jika permintaan itu adalah suatu hal yang langka dan penting?" tanya Naura serius.
"Aku akan meminta sesuatu yang tidak pernah ada dan tidak pernah mungkin ada, apalagi permintaan yang amat jarang, kalo perlu aku akan menanyakan hal mustahil," jawab Rayn datar.
Naura terdiam dan memikirkan setiap ucapan Rayn yang membuatnya mengerti suatu hal dan tersenyum tipis.
__ADS_1
"Hmmm,boleh juga," ucap Naura.
Rayn fokus pada gamenya dan tidak menghiraukan ucapan Naura yang juga kini sedang memikirkan hal yang sesuai di katakan Rayn dengan srbuah permintaan yang mustahil bagi ayahnya mengabulkannya.