
NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favoritkan dan vote yach. Selamat membaca kak.
Pagi ini Rayn terbangun agak sedikit siang, setelah ia melakukan salat subuh namun ia malah memilih untuk tidur kembali. Mengingat dirinya yang kurang tidur, ia kini bersiap untuk keluar dari kamarnya dan berjalan untuk menemui temannya.
Adam yang berada di sebelah kamar hotelnya. Rayn berjalan dengan wajah datarnya, saat ia membuka pintu kamarnya sudah ada Adam yang berdiri di depan pintu. Rayn mengerutkan dahinya, ia masih tidak percaya akan pamannya yang satu ini selalu datang di tepat waktu, Rayn memang belajar dari kecil tentang teknologi dari Adam.
"Kita hanya akan melihat permulaan proyek itu tuan muda. Setelah itu tuan sudah boleh kembali ke Jakarta," ucap Adam.
Rayn mengangguk, Ia lalu berjalan menghampiri lift Hotel, setelah sampai di lantai paling bawah, Rayn kini berada di sebuah restoran untuk melakukan sarapan pagi. Saat ia menikmati secangkir kopi dan sarapanya dia mendapatkan sebuah pesan dari kekasih hatinya.
"Aku sudah dah berangkat!" pesan dari Naura.
Rayn tersenyum tipis, ia sangat bersemangat untuk di pagi hari ini. Mengingat dirinya masih sempat untuk menjemput calon istrinya itu, hingga kini Rayn dengan sesegera mungkin dia menghabiskan sarapannya dan menatap Adam yang ada dihadapannya.
"Kita akan segera kembali ke Jakarta!" ucap Rayn.
Adam mengangguk menanggapi ucapan tuan mudanya itu, ia mengerti bahwa tuan mudanya itu memang tidak menyukai hal yang lama untuk di lakukan. Setelah mereka sarapan, Rayn berjalan dan keluar dari hotel tersebut dan memasuki mobilnya menuju perusahaan milik Leo.
Perusahaan Leo yang akan diselenggarakan sebuah proyek itu. Saat bertemu dengan Leo di perusahaannya, mereka tampak akrab hingga membuat pengusaha-pengusaha lain mengagumi, bahkan sangat iri kepada keduanya.
__ADS_1
Rayn yang bisa dekat dengan Leo, begitupun Leo yang bisa dekat dengan Rayn, yang mereka berdua adalah sama-sama pengusaha muda yang sudah mencerminkan kesuksesan mereka.
"Aku akan kembali siang ini juga," ucap Rayn.
"Hmm, nanti aku akan berkujung jika kesana," balas Leo.
"Datanglah, masakan ibuku sangat enak," ucap Rayn.
"Hmm, aku pasti akan menikmatinya," balas Leo tersenyum.
"Aku menantikannya," ujar Rayn.
Mereka berpelukan sahabat dan berpisah satu sama lain, setelah pembukaan proyek perusahaan. Rayn kini berada dalam perjalanan menuju Jakarta, sesekali ia memainkan game yang ada di handphonenya. Yang sudah cukup lama tidak ia mainkan, bersama dengan sahabat lawan mainnya itu.
"Apa yang terjadi pada dirinya? Apakah dia sudah mulai kuliah?" gumam Rayn.
Ia mematikan kembali handphonenya dan menyimpan handphonenya di saku. Ia menyandarkan kepalanya dan menutup kedua matanya dan tertidur selama di perjalanan menuju Jakarta.
Amira sangat bersemangat ketika, ia akan berangkat ke kampus bersama dengan Zain. Gadis yang sudah menunggunya di depan rumah, namun saat ia membuka pintu rumahnya seorang pria yang mengenakan jas warna putih celana hitam berdiri tepat dihadapannya.
__ADS_1
"Kau sudah pulang?" tanya Amira.
Amira bergegas menghampiri Kakak laki-lakinya itu dan memeluknya dengan girang. Rayn tersenyum tipis dan dia sangat bahagia ketika melihat senyuman adik kembarnya itu. Mereka saling berpelukan dan terdengar deheman dari Zain yang menyaksikan mereka berdua.
"Kalian itu aku rasa bukan sepasang Kakak Adik! Melainkan sepasang suami istri!" gerutu Zain.
Rayn dan Amira bersitatap dan tertawa ketika mendengar ucapan saudarinya itu. Namun tidak ada diantara mereka berdua yang menjawab ucapan Zain. Rayn dituntun oleh Amira untuk memasuki rumah dengan hati dan senyuman terbuka lebar di wajah Amira. Rayn menceritakan semua pekerjaannya dan proyek kepada adiknya Amira itu. Rayn sengaja melakukan hal itu agar adik perempuannya itu tahu setiap hal tentang perusahaan atau bisnis sebuah proyek
Rayn juga menceritakan kepada adik perempuannya, bahwa ia diperbolehkan bekerja di tempat, dimana perusahaan itu milik temannya.
Rayn melihat wajah adiknya dengan hati senang dan bahagia Amira tersenyum dan sangat senang ketika mendengar ucapan kakaknya itu.
"Benarkah Kak? Apa Amira boleh bekerja di sana?" tanya Amira.
Rayn tersenyum tipis dan mengangguk tanda menyetujuinya. Baginya apapun yang dilakukan oleh adik perempuannya itu, ia hanya berdiri kir untuk kebaikan adik perempuannya itu.
"Dia akan datang nanti sore," tambah Rayn berbicara pada Amira.
"Baiklah Amira akan menjemputnya," jawab Amira.
__ADS_1
"Tidak perlu! Biar Kakak saja!" tegas Rayn.
Amira mengangguk dan tersenyum, memang akan jauhlebih baik jika kakaknya yang menjemput Naura.