Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Dingin Manja


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favoritkan dan vote yach... Selamat membaca kak.


"Kalian memang seperti sepasang suami istri," ucap Dilla menghampiri Rayn dan Amira.


"Iya mah, mereka buat aku iri saja!" tambah Zain.


"Kalo begitu Mira pergi ke kampus ya Kak? Tante juga Mira berangkat," ucap Amira.


Amira berdiri dan mencium punggung tangan kakaknya, setelah Rayn mengangguk, ia berjalan di ikuti Zain untuk pergi ke kampusnya.


Setelah di luar rumah, Amira tidak ikut masuk ke mobil anak buah ayahnya. Namun ia berjalan kaki menuju gerbang rumahnya.


"Apa yang kamu lakukan Amira!" tanya Zain menghampiri Amira dengan menaiki mobilnya.


"Tidak ada, sana berangkat! Aku ada urusan dulu sebentar," jawab Amira.


"Tidak! Kamu harus berangkat denganku!" teriak Zain.


"Aku hanya ada urusan sebentar Zain, sana duluan," tegas Amira.

__ADS_1


"Tidak!" cetus Zain.


Amira tersenyum tipis, ia mengisyaratkan supirnya berangkat untuk meninggalkannya. Hingga kini Zain meneriaki Amira yang di tinggal jauh oleh mobilnya. Meski Zain berteriak, Amira hanya berjalan dengan santainya dan kini ia berada di halte bus yang biasa ia gunakan untuk transportasi menuju tempatnya kuliah. Ia duduk di kursi tunggu.


"Hmmm, Kakaku itu antusias sekali menjempul Nura, sepertinya dia sudah lapang hati menerima perjodohannya, syukur deh," gumam Amira.


*****


Di sebuah kamar, Rayn melihat-lihat pakaian yang akan ia kenakandi ruang ganti setelah ia membersihkan dirinya sedari tadi. Pasalnya ia akan pergi ke bandara menjemput Naura. Setelah itu Rayn keluar dari kamarnya ran menuruni tangga. Rayn tersenyum melihat Dilla sedang membereskan meja makannya.


"Kamu mau kemana Sayang?" tanya Dilla.


"Hmm, baiklah kamu hati-hati di jalannya, oh iya tante nanti ada di rumah tante, kamu hubungi tante saja jika ada sesuatu ya," tegas Dilla.


Rayn mengangguk dan ia berjalan meninggalakn Dilla yang tersenyum dan keluardari rumahnya. Anak buahnya membukakan pintu mobil dan kini dia berada di kursi penumpang denga jas warna hitam dengan wajahnya yang tampan Rayn mengenakan pakaian formalnya hanya untuk pergi ke bandara. Ia sempat berpikir untuk mengenakan pakaian santainya, namun ia ragu dan ingin buat Naura bangga pada dirinya. Setelah satu jam ia berada dalam perjalanan Rayn hanya memainkan gamenya tanpa teman.


****


Suasana di sebuah bandara cukup ramai dan banyaknya orang-orang berlalu lalang. Seorang gadis mengenakan dres warna putih dengan rambut terurai di bawah bahu, kulit putih dengan bibir tipis warna pink muda alami, ia memsang senyum yang tersldapat lesung di sebelah pipinya. Ia berjalan dengan koper di tangan sebelah kanannya. Ia masih mencari seseorang yang ia kenali. Namun tidak ada juga.

__ADS_1


"Hmm, sepertinya dia tidak datang!" gumam Naura.


"Apa kau merindukan aku?" suara seorang pria tepat di belakang Naura.


Naura tertegun saat mendengar dan melihat pria yang mengenakan jas hitam dan formal berbicara dan berada tepat di belakangnya yang di ikuti dua pengawalnya.


Naura menatap lekat pria itu yang tersenyum tipis. Ia mengerutkan dahinya.


"Kau tidak ada pakaian lagi selain pakaian kantormu ini?" ucap Naura tersenyum tipis.


"Hmm, kalo begitu kau pergi dengan anak buahku!" tegas Rayn berjalan melewati Naura.


Naura tersenyum tipis, ia mengejar Rayn dan menyetaeakan berjalannya. Ia membiarkan kopernya di bawa oleh anak buah Rayn. Ia tahu jika pria di sampingnya itu yang berjalan lebih dahulu darinya sedang marah padanya.


"Hei pria manja! Begitukah caramu menyambut calon istrimu ini?" goda Naura.


Rayn tidak menjawab pertanyaan Naura, ia tetap berjalan dengan wajah dinginnya. Meski Naura masih tidak sempat mengejar Rayn yang berjalan mendahuluinya. Naura tersenyum tipis dan saat sampai di depan bandara, di dekat mobil yang sudah terparkir. Naura memeluk Rayn dari belakang.


"Dasar pria manja! Bukannya memeluk aku atau menawarkan tangan padaku malah berjalanpun meninggalakn aku!" gerutu Naura di pelukan Rayn.

__ADS_1


Rayn tersenyum tipis di dalam hatinya, ia sangat senang dan ingin berbalik memeluk gadis yang selalu ia rindukan kenakalannya itu. Namun hati dan tubuhnya berkata lain, kini Rayn memasuki mobilnya dan menarik tangan Naura untuk memasuki mobilnya dengan hentakan tarikan tangan Rayn hingga Naura kini duduk di pelukan Rayn.


__ADS_2