
Rara keluar dari Cafe setelah membereskan pakaiannya dan berpamitan pada Dilla untuk pindah ke Apartement suaminya.
Rara keluar dari Cafe dengan membawa kopernya.
Ia melihat Rendi yang telah menunggunya tepat Cafe tutup.
Rendi yang melihat istrinya berjalan menghampirinya, ia tersenyum pada
Rara.
"Apa menunggu lama ... maaf ya,aku harus membereskan pakaiannya dulu," ucap Rara
"Mari aku masukan ke bagasi," ucap Rendi.
Rendi memasukan koper Rara ke dalam bagasi mobilnya.
Di ikuti Rara masuk ke dalam mobilnya.
Dengan hati bahagia Rendi melajukan kendaraanya dengan kecepatan sedang.
Tidak ada perbincangan di dalam mobil mereka hanya terdiam.
Rendi fokus mengendarai mobilnya sesekali Rara melirik ke arah Rendi yang tetap fokus mengemudi.
"Kenapa dia selalu terlihat tampan saat serius seperti itu," batin Rara.
Hanya butuh 30 menit untuk sampai di Apartment Rendi.
Mereka memasuki lift dengan Rendi membawa koper istrinya naik ke lantai tiga untuk sampai ke Apartmentnya.
Rendi masuk dan menyimpan koper istrinya,ia pamit untuk ke kamar mandi saat Rara hanya melihat-lihat Apartement mereka.
Rara nampak sedang membuka kopernya setelah melihat ke sekeliling Apartmentnya.
Rendi yang sudah keluar dari kamar mandinya ia menghampiri Rara.
"Mari aku bantu membuka kopernya dan kita bereskan bersama," ucap Rendi.
Rara tersenyum dan mengangguk,mereka membuka koper dan bersama dan megeluarkan isi kopernya.
"Kenapa semuanya pakaian formal semua hanya stelan jeans saja apa wanita ini tidak mempunyai baju yang terlihat belahanya," batin Rendi.
Rendi mengeluarkan baju-bajunya istrinya dan merapihkannya.
"Apa perlu aku menggantinya dengan gaun-gaun cantik untuknya," gumam Rendi.
Rara samar mendengar ucapan suaminya yang sedang mengeluarkan pakaiannya.
"Apa kamu sudah mandi,kamu mandilah dahulu ini biar aku selesaikan," ucap Rara menyimpan pakaianya di lemari.
"Apa mandi? Setidak sabar itukah kamu wanitaku," batin Rendi tersenyum sumringah.
"Belum,tadi hanya ada urusan saja ke kamar mandi," jawab Rendi tersenyum.
"Kenapa juga dia bilang padaku kalau dia habis ada urusan di kamar mandi tadi,dasar konyol," batin Rara terkekeh.
"Pergilah biar aku selesaikan ini semua," ucap Rara.
__ADS_1
Rendi mengangguk dan ia bergegas ke kamar mandi.
Ia tampak sumringah saat memasuki kamar mandi.
Entah bagaimana Rendi mandi sambil bersenandung.
Tidak lama ia keluar kamar mandi hanya dengan memakai handuk di bawah pinggang dan bertelanjang dada.
Dengan sedikit tetesan air menetes di tubuhnya yang bidang dan kekar.
Rara yang sedang menyimpan pakaiannya di lemari saat melihat suaminya keluar,ia langsung memalingkan pandangannya ke arah lemari.
Setelah melihat suaminya keluar dengan hanya memakai handuk pendeknya.
"Kamu kenapa seperti baru melihat saja," goda Rendi.
Ia mendekati Rara dan mau memegang bahu istrinya.
Rara salah tingkah dan takut setelah Rendi menyentuh bahunya.
Rara bergegas berlari ke kamar mandi meninggalkan Rendi yang terkejut saat ia berlari dan menutup pintu kamar mandinya.
"Aku akan mandi," ucap Rara menuju kamar mandi.
Deg ....
Rasanya jantung Rara mau jatuh saja saking kencangnya jantungnya berdetak.
"Dasar pria singa kamu pikir aku pernah melihat hal seperti itu bodoh," batin Rara.
Rara bergelut dengan pikirannya dengan jantung yang berdetak kencang di tahan oleh tangannya menyentuh dada.
Sampai ketukan dari luar membuyarkan gumaman Rara.
"Kamu mau makan apa biar aku pesankan," teriak Rendi.
"Apa aja aku makan," jawab Rara.
Saat tidak ada sahutan dari balik pintu.
Rara bergegas mandi berendam di bathroom.
Selesai mandi Rara melakukan rutinitas perempuan di kamar mandi.
Rara sesegera mungkin menyelesaikan memakaikan lotion di tubuhnya.
Ia berdiri dan mencari sesuatu yang harus ia pakai tapi tidak ia temukan.
Rara baru menyadari bahwa ia belum membawa baju gantinya.
"Bagaimana ini,dasar bodoh kenapa sampai lupa sih," gumam Rara menepuk keningnya.
Rara memberanikan diri untuk keluar hanya dengan mengenakan handuk saja. Ia membuka pintu dan mengeluarkan kepalanya.Ia mengintip melihat kesekeliling berharap suaminya tidak ada disitu dan ternyata Rendi tidak ada di kamarnya.
Rara memberanikan dirinya melangkah keluar dengan hanya menggunakan Handuk di atas lutut. Handuknya hanya melingkari dadanya. Rambutnya ia tutup dengan handuk kecil.
Rara mengambil beberapa pakaian yang akan ia kenakan.
__ADS_1
Ia mencoba mencari sesuatu yang ia perlukan dan mencoba kembali ke kamar mandi.
Baru beberapa langkah terdengar semburan air di belakang Rara.
Yang tak lain adalah Rendi yang sedang membulatkan kedua matanya di saat ia sedang menenggak air minumnya.
Rendi melihat Rara yang berbalut handuk saja dengan tubuh yang putih mulus seperti saat ini ia lihat.
Ia menyemburkan air dari mulutnya dan tersedak batuk.
Rara khawatir pada suaminya ia menghampiri Rendi dengan menepuk punggung Rendi .
"Kamu tidak apa-apa kamu kenapa minum saja sampai tersedak begitu, " omel Rara tetap mengusap punggung suaminya.
"Kamu pikir siapa yang membuatku sampai terbatuk seperti ini," batin Rendi .
Rendi semakin menegang di saat ia mencium harum tubuh Rara yang dekat dengan tubuhnya ia melirik kepada Rara.
"Baru kali ini aku melihat bidadari ternyata sangat mulus dan cantik," batin Rendi.
Rendi tersenyum ia mesem-mesem memerah wajahnya kalau bisa bibir Rendi sampai ngiler melihatnya.
Rara melihat kemana arah Pandangan Rendi sontak ia menutup kedua belah dadanya dengan tangannya wajahnya memerah malu .
"Astagfirullooh ... kamu ini sedang apa kemana arah pandanganmu itu," bentak Rara.
Rara membentak Rendi yang masih asik mesem-mesem melihat Rara.
"Sangat mulus," kata Rendi tanpa sadar.
"Dasar singa mesum," ucap Rara.
Rendi yang di tinggalakan oleh istrinya dengan gerutuan Rara ke arah kamar mandi,ia tersenyum.
Rara meninggalkan suaminya dan ia bergegas memakai pakaiannya.
Rara memakai baju tidur lengan pendek celana di atas lutut rambut basah terurai yang sudah agak kering. Rara mencoba merubah kebiasaannya selama di dalam kamar hanya itu yang akan ia pakai.
Lain di saat bersama Raditya ia selalu tertutup menggunakan baju tidur lengan panjang dan memakai kerudung jeblus.
Entah kenapa Rara mengingat perkataan Amora yang mengatakan bahwa Rara membosankan.
Dari situ Rara membatasi kewajarannya bila bersama suaminya untuk saat ini.
Rara akan mengenakan pakaian terbuka untuk suaminya.
Rara menghampiri Rendi yang sedang menata makanan yang sudah datang
Rendi melihat kedatangan istrinya.
"Tidak aku sangka di balik Kerudungnya ada surga yang teramat indah di pandang," batin Rendi.
Rendi melihat Rara menghampirinya dengan Rambut terurai sedikit basah dengan senyum yang manis memakai baju terbuka.
Biasanya Rara yang ia lihat sangat tertutup.
Rendi bahagia melihat sosok sempurna istrinya.
__ADS_1