
NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favoritkan dan vote yach... Selamat membaca kak.
Didalam mobil perjalanan kembali ke rumahnya, Naura tersungkur tepat di pelukan Rayn, bahkan ia tidak bisa melepas pelukan erat Rayn. Ia berulang kali mencoba melepas pelukan pria di hadapannya itu. Namun masih tidak bisa melepas pelukan dari Rayn.
Naura mencoba untuk bergerak namun tenaganya lebih tipis dari pria yang memeluknya. Wajahnya yang berada di dada Rayn. Ia kini mencoba mendongakan kepalanya dan melihat wajah datar Rayn yang terlihat tampan dan pandangannya ke arah depan. Naura tersenyum tipis dan ada hati bahagia melihat wajah kekasih masa kecilnya itu tepat berada dekat di depan matanya.
'Dia sangat tampan dan manis jika sedang merajuk seperti ini! Aku sangat rindu kamu Rayn manja' batin Naura.
"Aku juga!" ucap Rayn melihat ke arah Naura.
Naura membulatkan kedua matanya tertegun. Ia lupa jika Rayn selalu bisa membaca pikirannya dan itu selalu benar adanya. Mereka kini bersitatap dengan jarak yang begitu dekat masih dengan Naura di pelukan Rayn.
Rayn semakin lekat menatap mata kekasihnya itu. Ia bahkan tersenyum tipis. Mendekatkan wajahnya ke wajah Naura.
' Astaga apa yang akan di lakukan pria ini? Dia tampan dan manis sekali saat dalam mode senyumnya, kuatkan imanku tuhan' batin Naura.
"Apa kau berharap aku menciummu?" ucap Rayn tersenyum tipis.
__ADS_1
Naura tertegun dan ia membulatkan kedua matanya ketika melihat Rayn tidak berada dekat denfaj wajahnya lagi, bahkan pelukannya kini sudah terlepas kembali. Ia membenarkan posisi duduknya dan menggeser dirinya agar lebih jauh dari Rayn.
Rayn mengerutkan dahinya, ia kesal dan menarik pinggang Naura, hingga kini Naura berada tepat di sampungnya denga tangan Rayn di pinggangnya.
Naura yang mendapatkan dirinya kini berada tepat di samping Rayn bahkan dengan tangan Rayn di pinggangnya. Ia mengerutkan dahinya dan hanya terdiam menatap Rayn.
Rayn menatap ke arah Naura yang mengeritkan dahinya menatap wajahnya.
Ia tersenyum tipis menatap wajah gadis yang tepat ada di sampingnya menatapnya.
"Apa rindumu sebesar itu? Hingga menatapku tiada hentinya?" goda Rayn tersenyum tipis.
Naura terdiam di pelukan Rayn, kini ia tidak memberontak lagi. Ia hanya diam dalam hati yang sangat bahagia. Bisa berada dekat tepat di pelukan kekasihnya saat ini.
"Aku hanya akan rindu jika ada yang merindukanku," ucap Rayn.
"Aku tidak merindukanmu," cetus Naura.
__ADS_1
"Tapi aku rindu kamu," ucap Rayn tersenyum tipis.
Rayn tersenyum menatap ke arah Naura yang kini juga menatapnya.
Naura tersenyum tipis namun ia memalingkan pandangannya dari arah Rayn. Saat Rayn menatap ke depan tiba-tiba sebuah kecupan mendarat tepat di pipi kirinya. Membuatnya tertegun dan merasa bahagia, ia melihat ke arah Naura yang masih menatapnya dengan senyum manisnya.
Rayn dengan lekat tersenyum tipis menekan Naura dan mencium bibir ranum Naura. Dengan lekat dan cepat. Naura yang mendapatkan serangan ciuman dadakan dari Rayn tertegun. Pasalnya ini adalah ciuman pertamanya. Ia hanya terdiam bahkan menahan nafas dalam ciumannya.
Rayn yang juga pemula dalam berciuman ia terkejut dan mendorong Naura, ia melepas ciumannya. Ia memalingkan wajahnya ke arah jendela. Begitupun Naura, ia tertegun dan mengusap bibirnya. Ia tidak percaya akan hal yang terjadi.
'*Astaga apa yang aku lakukan? Kenapa bisa menciumnya tanpa belajar dulu,' batin Rayn.
'Apa karena aku gak bisa membalas ciumannya ya, dia melepas bibirku? Aaah harusnya aku bersiap akan hal ini,' batin Naura*.
Rayn terdiam dengan wajah yang memerah begitupun Naura yang terdiam. Meski debaran jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya masih terdengar. Kini di antara mereka ada jarak duduk. Terbawa pemikiran satu sama lain.
'*Kenapa paman tidak membicarakan hal ini sih! Kan aku bisa bersiap dulu, malu tau tidak bisa membalas ciumannya,' batin Naura.
__ADS_1
'Aku tanya siapa ya untuk belajar ciuman agar lebih baik lagi? Sepertinya aku tanya paman Adam nanti,' batin Rayn*.
Keduanya masih terdiam memikirkan hal yang sama sekali belum pernah mereka lakukan. Hingga mobil yang mereka tumpangi kini sudah memasuki kediaman Rendi Anggara.