
Di sebuah kamar terdapat dua pasangan suami istri yang sedang tertidur terlelap.
Tampak sinar matahari menyelusup di sela-sela jendela Apartment mereka.
Rara tampak terusik dan ia merasa pengap.
Ia mendongakan kepalanya merasakan hembusan nafas suaminya yang teratur.
Ia memandangi suaminya yang tampan,ia tersenyum dan menusuk pipi suaminya tersenyum geli menyentuhnya.
"Hmm ... aku baru tahu kalau melakukan itu bisa membuat hati lega," batin Rara.
Sebelum pindah dari Cafe dan menuju Apartment suaminya.
Rara merasa gundah dan tidak tenang jika harus berhadapan dengan suaminya.
Ia sangat khawatir kejadian yang dulu ia alami akan terulang kembali.
Apalagi di saat ia mengingat orang yang mengatakan dia membosankan nama kontak membosankan, yang menjadi alasan mantan suaminya meninggalkanya.
Mata Rara berkaca-kaca jika mengingat kejadian dimana ia di khianati suaminya yang mengatakan dia membosankan.
Amora yang bilang Rara Norak tak terasa air mata Rara terjatuh menetes di pipinya sampai membuat Rendi menyadari bahwa tubuh istrinya yang ia peluk sesegukan.
Rendi membuka kedua matanya dan mengerutkan dahinya ia terbangun terkejut dengan apa yang ia lihat.
"Sayang ada apa ... apa aku menyakitimu aku minta maaf lain kali aku akan lebih lembut dan meminta izinmu," ucap Rendi panik ia melihat istrinya menangis.
Rara yang melihat tingkah suaminya dan perkataanya tersenyum sampai tertawa.
Rara mencoba untuk menggeser tubuhnya dan bangun dari tidurnya.
Rara membungkukan tubuhnya dan ia meringis kesakitan.
"Aw ... "Rara meringis.
"Kenapa Sayang?" Tanya Rendi panik.
Rendi terlihat panik ia terdiam melihat istrinya yang menangis lalu tertawa dan sekarang kesakitan.
"Tubuhku seperti mau patah dan remuk," ucap Rara.
Rara menutupi tubuhnya dengan selimut ia juga masih meringis dan mencoba untuk bangun dan berdiri.
Rara terkejut saat ia memakai selimutnya dan ia melihat darah di kasurnya.
"Astagfirullooh, apa ini aku bahkan datang bulan setelah kamu melakukan itu padaku," teriak Rara.
Rara terkujut dan menutup mulutnya dengan memegang selimut di tangannya.
Rara juga membulatkan kedua matanya.
Rendi tersenyum melihat tingkah istrinya yang polos dan lucu.
"Kamu mau kemana Sayang, berdiri?" Tanya Rendi.
"Aku harus mandi dan juga membereskan ini semua," jawab Rara.
Rara mencoba berjalan saat ia melangkah ia sedikit membungkuk dan meringis.
__ADS_1
"Aw aw, apa ini kenapa seluruh tubuhku sakit sekali," gerutu Rara.
Gerutuan Rara semakin membuat senyum Rendi mengembang.
Rendi memakai baju dan celananya ia menghampiri istrinya dan menggendongnya.
"Apa yang kamu lakukan turunkan aku," teriak Rara.
Ucapan Rara tidak di hiraukan Rendi Mereka masuk ke kamar mandi.
Rendi melepaskan selimut yang melilit di tubuh Rara.
Rendi mendudukan Rara di bathroom Rara terkejut dengan apa yang suaminya lakukan pipinya memerah matang.
Saat Rara mendongakan kepalanya ia masih melihat suaminya ada di depannya.Tidak berniat untuk keluar.
"Sedang apa kamu disini?" Tanya Rara.
Rendi yang hanya tersenyum melihatnya tanpa kembali keluar Rendi malah membuka kaosnya dan ke bawah sower.
"Ke ... ke ... kenapa kamu tidak keluar dan malah," ucapan Rara terhenti.
Rara tidak menyelesaikan perkataanya, ia melihat suaminya bertelanjang tanpa sesuatu menutupinya dan mandi di bawah kucuran air sower.
Rara berbalik pipinya merah matang.
Ia menggegurutu dan ia terkejut saat sebuah tangn menyentuh punggungnya.
Ia berbalik melihat suaminya yang sedang menggosokan sabun ke tubuh Rara dan tangan Rara menepisnya.
"Kamu pergilah aku bisa sendiri." Rara berbalik dan menutupi tubuhnya.
"Memang yang mana belum aku lihat aku bahkan sudah mencicipi semuanya apa kau mau mencobanya?" Goda Rendi tersenyum.
Rendi tersenyum senang melihat wajah istrinya yang semakin merah karena malu.
Rara bahkan menutup dadanya dengan kedua tangannya.
Rendi mematikan airnya dan mengenakan handuk di bawah pinggangnya,ia melirik ke arah istrinya yang masih berbalik tanpa melihat ke arahnya,Rendi yang melihatnya tersenyum dengan tingkah istrinya.
"Cepatlah nanti panggil aku bila sudah selesai," ucap Rendi memakai handuknya.
"Kenapa harus memanggilmu?" Tanya Rara.
"Untuk menggendongmu," goda Rendi.
"Tidak perlu aku bisa sendiri," teriak Rara.
Dalam suasana hati bahagia Rendi keluar dari kamar mandi dengan senyum bahagia tampak berseri dan cerah.
Sementara Rara mencoba melakukan mandi sesegera mungkin dan perlahan dengan aktivitasnya.
Di saat ia selesai dan memakai handuk untuk memakai lotion ia bercermin dan menjerit.
"Aah ... " teriak Rara.
Rendi tersenyum puass sambil menuangkan air minum ke dalam gelasnya.Ia tahu alasan istrinya berteriak.
Rara melihat dan membuka handuknya, ia melihat di sekujur tubuhnya banyak tanda merah.
__ADS_1
Rara kesal dan sangat kesal dengan apa yang terjadi kenapa suaminya seperti itu.
Rara keluar dengan mengenakan kaos putih tangan pendek celana selutut.
Ia keluar dan mengeringkan rambutnya dengan wajah kesal ia menatap ke arah suaminya yang sedang duduk membuka koran.
Setelah selesai dengan aktivitasnya Rara pergi ke dapur dan ia membuatkan kopi hitam kesukaan suaminya.
Rara membawa nampan berisi air susu dan kopi hitam beserta makanan ringannya.
Rara masih memasang wajah kesalnya pada suaminya yang nampak tidak merasa bersalah sama sekali.
Rara menyimpan nampannya di depan meja di mana Rendi duduk membaca koran.
Ia juga meminum susu yang ia buat untuknya sendiri.
Setelah beberapa lama Rendi menyimpan korannya dan meminum kopinya,ia mengambil laptop yang ada di hadapannya dan membuka laptopnya.
Sesekali ia melirik istrinya yang segar sudah mandi.
Rendi tersenyum melihat istrinya yang memasang wajah kesal padanya.
Tercium wangi tubuh istrinya.
Rara meletakan gelas susunya dan memakan kue kering yang ia sediakan di atas piring.
Rara melirik ke arah suaminya.
"Kamu bahkan tidak menyisakan ruang di sana," cetus Rara pada suaminya.
Rendi tersenyum mendengar istrinya yang menggerutu karena karyanya semalam.
Rendi tampak bahagia dengan senyum mengembang di wajahnya karena istrinya.
Rendi dan Rara di sibukan dengan kegiatannya masing-masing tapi tidak mengurangi kebersamaan mereka.
Rendi yang melakukan meeting Video.
Rara yang sedang bermain game di handponenya sambil tiduran di paha suaminya.
Rendi tidak keberatan dengan tingkah istrinya.
Ia terap meeting dengan hanya memakai pakaian biasanya.
Nampak beberapa orang sedang melakukan presentasenya yang di tunjukan pada Rendi.
Beberapa di antara mereka bertanya tanya siapakah rambut seseorang yang ada di dekat Direktur mereka.
Rara yang tiduran ia tidak memperdulikan apa yang sedang di lakukan suaminya.
Ia tetap sibuk bermain game di handponenya.
Satu jam lamanya Rendi meeting,ia akhiri dengan para kliennya juga beberapa karyawannya.
Rendi mengakhirinya dan menutup laptopnya.
Ia melihat ke arah istrinya yang ada di pangkuannya yang sudah tidak berisik lagi.
"Ternyata dia tertidur,gadis nakal,mencari perhatianku dengan menggangguku saat meeting hah," gumam Rendi.
__ADS_1