Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Bos Judi


__ADS_3

Pukul 14:00 WIB Ken kini berada di Bandung bersama dengan beberapa anak buahnya yang cukup banyak. Ia tinggal di vila milik Rendi sebelum memasuki kediaman Permana atas izin tuan Permana sendiri, sebelum ia berangkat ke Bandung. Ken mengunjungi rumah kediaman Permana di malam hari. Ken menemukan ada CCTV terpasang di ruang tamu rumah Permana. Juga itu bukan CCTV yang di pasang Adam. Ken masuk dan melihat ke arah camera tersebut.


"Sial! kita ternyata telah di pantau!" decak kesal Ken menembak camera CCTV yang terdapat di ruang tamu di kediaman Pratama.


Kamera yang terpasang di ruang tamu itu kini hancur setelah kena tembak. kan memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa setiap sudut rumah Permana untuk mencegah hal-hal yang akan terjadi kembali. Ken merogoh sakunya di bagian celana kanannya, ia menekan tombol handphonenya dan melakukan panggilan pada Adam setelah melakukan panggilan sekitar 10 menit Adam baru mengangkat teleponnya.


"Dam Apakah kau yang memasang kamera di ruang tamu rumah Permana?" tanya Ken kepada Adam yang ternyata sedang duduk memeriksa komputernya.


"CCTV? Aku hanya memasang di gerbang masuk saja, itupun aku memasangnya sembarang!" jawab Adam tegas.


"Baiklah, ada terpasang kamera di rumah Permana, apa kau bisa memeriksanya siapa pemilik kamera ini? Aku rasa pergerakanku saat inipun ada yang mengetahuinya!" ucap Ken sembari melakukan panggilan. Ia melihat-lihat setiap sudut rumah agar tidak ada yang mencurigakan lagi.


"Baiklah! aku akan periksa! Kau harus berhati-hati! Bisa jadi kamera juga terpasang di vila!" ucap Adam menegaskan Ken.


Ken mengangguk dan mengakhiri panggilan telephonenya. Ia mengedarkan setiap pandangannya ke seluruh ruangan tersebut berjalan dan mengitari rumah Permana. Yang saat ini sedang kosong karena penghuninya berada di Jakarta untuk saat ini. Ken berdiri di depan rumah Permana dan dihampiri oleh beberapa anak buahnya yang juga tidak menemukan apapun. Hal yang bisa dijadikan bukti dan mencurigakan di kediaman Permana. Setelah dirasa cukup, Ken kembali meninggalkan kediaman Permana dan bermalam di Villa milik Rendy di Bandung.


Di lain tempat Jakarta.


Di tengah malam, Rendy terbangun membuka kedua matanya dan ia tersenyum melihat istrinya yang tidur di bahunya. Ia merangkul istrinya agar tertidur di pangkalan pahanya dan tidak dalam posisi duduk. Rendy mengusap pelipis milik istrinya yang terdapat sisa tetesan air mata, yang sempat menetes karena menangis akan keadaan ibunya yang kini belum sadarkan diri. Rendy tersenyum melihat wajah istrinya dan juga bibirnya yang merah ranum yang selalu ia sukai mendaratkan ciumannya di bibir istrinya itu.

__ADS_1


Rendy menyentuh bibir istrinya dengan jari lembutnya dan tersenyum. Mengingat bibir itu selalu terlihat manis dan membuat Rendy ketagihan. Di dalam hati, Rendy tampak geram dan ingin membunuh seseorang yang telah membuat keluarga istrinya dalam keadaan seperti ini. Apa lagi membuat istrinya sampai menangis karena sedih akan hal yang menimpa pada ibunya.


"Tunggu sebentar ya Sayang, dengan secepatnya besok pasti akan tahu penyebab dari kecelakaan ibu dan siapa dalang dibalik semua ini!" gumam Rendy dalam hati.


Rendy terjaga sepanjang malam dengan handphone di tangannya Mencari tahu siapa saja kira-kira yang sedang bergerak saat ini mengusik kehidupannya. Rendy mengirim email kepada Adam yang pasti Adam juga mengirim hal penting untuknya. Sekitar pukul 2 pagi, Rendy mendapatkan email dari Adam bahwa ketua gangster mafia yang bolak-balik Indonesia-Jerman Jerman-Indonesia hanyalah bos mafia di tempat perjudian terbesar di Jerman.


Ia adalah seorang bos mafia yang bernama Vin dan Ia memiliki hubungan dengan seseorang di Indonesia. Seorang wanita public figure Nia Permasih. Rendy mengerutkan dahinya ketika mendapatkan informasi dari Adam. Bahwa Nia ada hubungannya dengan Ketua mafia bos terbesar perjudian terbesar di Jerman. Yaitu seorang ketua mafia yang terbilang masih muda, bahkan tidak ada hal apapun yang pernah Rendy lakukan dengan Ketua mafia tersebut apalagi berselisih. Bahkan bertatap muka pun Rendi sama sekali tidak pernah mereka lakukan. Rendy Masih memikirkan hal apa yang bisa membuat pria tersebut bisa membantu Nia. Bahkan secara detail itu mengulik kehidupan Rendy selama di Jerman.


"Wanita ular ternyata kau mencari seekor Serigala untuk menyerang singa sepertiku," gumam Rendy di dalam hati.


Rendy terjaga hingga pagi tiba, saat istrinya sebentar lagi terbangun. Ia menutup kedua matanya dan berpura-pura tertidur. Untuk mencegah istrinya agar tidak khawatir akan keadaannya dia yang tidak tidur semalaman. Rara tersenyum ketika membuka kedua matanya melihat Ia tidur di pangkuan suaminya dan juga melihat suaminya tertidur pulas bersandar di sofa. Dengan dirinya berbaring di pangkuan suaminya. Ia menatap lekat wajah suaminya yang menutup matanya bersandar ke sofa tertidur.


Rara menaikkan sebelah tangannya dan menempelkan jarinya di bibir milik suaminya itu dan tersenyum merasa lucu melakukan hal itu kepada suaminya. Rara menekan bibir suaminya dengan asik. Sesekali ia terkekeh dengan tingkah lakunya yang menyentuh bibir milik suaminya.


Ia tersenyum di dalam hatinya, ketika mendapati tingkah istrinya yang sudah mulai membaik setelah seharian kemarin ia bersedih. Saat Rara asik dengan tingkahnya yang menekankan bibir memiliki suaminya. Rendy tersenyum di dalam hati dan Iya berbicara dengan mata tertutup nya.


"Sepertinya istriku ingin memakanku ya?" ucap Rendy berbicara masih dengan mata tertutupnya.


Rara terkejut mendengar ucapan suaminya dan terbangun dari tidurnya. Ia duduk disamping suaminya dan membulatkan kedua matanya ketika melihat suaminya membuka matanya dan menatap ke arahnya dengan senyum tipisnya. Wajah Rara merah padam menahan malu ketika dipergoki oleh suaminya dalam keadaan masih menutup kedua matanya. Setelah melakukan hal konyol pada suaminya.

__ADS_1


"Sayang kamu sudah bangun? Aku ... hehehe maaf ya aku ganggu kamu sampai kamu terbangun!" ucap Rara malu-malu menatap suaminya.


Rendy tersenyum ketika melihat tingkah istrinya yang menahan malu dengan tingkah lucunya nya ia menarik pinggang istrinya dan menatap lekat wajah istrinya dengan tersenyum Rendy memegang dagu istrinya dan menempelkan Bibirnya di bibir Rara.


Ia mencium bibir istrinya dengan lembut di pagi hari, dengan hati bahagia ia mencium dengan lembut dan memperdalam ciumannya. Menelusuri bibir istrinya dengan menikmati suasana pagi di rumah sakit. Istri tercintanya dan ciuman manis di pagi hari yang mereka lakukan saat ini


Rara tersenyum di dalam hatinya mendapati ciuman lembut dari suaminya, baginya ciuman suaminya adalah kebahagiaan terindah selama di dekat suaminya. Rendi mengakhiri ciuman mereka dan menatap lekat wajah istrinya yang cantik dan sedang tersenyum manis dengan bibir yang memerah karena ulahnya.


"Terima kasih untuk sarapan paginya sayang!Aku juga tidak menolak jika sarapannya lebih dari ini!" ucap Rendy lembut dan tersenyum kepada istrinya yang kini membulatkan kedua matanya, dengan wajah merah padam menahan malu mendengar ucapan suaminya.


"Ini Rumah Sakit Kamu jangan nakal!" ucap Rara malu-malu.


Rara bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri Ibunya. Ia duduk di sampingnya dengan wajah menahan malu. Ia tidak berani melirik kearah suaminya, yang juga tersenyum melihat tingkah istrinya Rara yang masih malu-malu kepadanya. Rendi berjalan menghampiri Rara dan mencium pucuk kepala istrinya.


"Kamu mau sarapan apa sayang? Biar nanti aku carikan!" ucap Rendy mengelus Puncak kepala istrinya.


"Apa aja, yang penting aku sarapan bersama kamu," Jawab Rara tersenyum menanggapi ucapan suaminya.


Rendi mengangguk dan kembali mengecup kening istrinya dengan senyum dan bahagia di dalam hatinya mendapati istrinya yang kini tidak bersedih lagi.

__ADS_1


"Aku keluar sebentar aku akan mencari sarapan untuk kamu!" ucap Rendy tersenyum dan berjalan keluar dari ruangan.


Rendi melihat kedua anak buahnya Masih Berdiri di depan pintu ruang rawat dan memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mencarikan sarapan yang bergizi untuk nya dan istrinya. setelah salah satu anak buahnya pergi mencari sarapan. Rendy duduk di tempat duduk di luar ruangan tersebut dan memeriksa email yang dikirim oleh Adam semalam.


__ADS_2