Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Momyku datang Yeay


__ADS_3

Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen yang banyak kak, favoritkan dan vote, Tip juga kak, Selamat membaca kak. Oh iya gabung group chat aku Kak ya, Emot senyum.


Pagi ini kediaman Rendy Anggara sejak semalam semua pelayan dari kediaman Anggara. Kini telah datang ke kediaman Rendi Anggara, hingga tidak ada salah satu dari mereka punya yang tidak bekerja. Semua mempersiapkan acara pernikahan yang akan diselenggarakan besok pagi, begitupun dengan para undangan yang yang disebar luaskan dengan secara kilat oleh Rendy Anggara.


Begitupun para undangan dari luar negeri, terutama para kolega Rendy dari kalangan mafia. Mereka sangat bahagia ketika mendapati undangan secara resmi dari Rendy Anggara, yang selama ini tidak pernah menunjukkan dirinya apa putra jeniusnya yang bernama Rayn Anggara.


Hingga saat pagi tiba kini kediaman Rendi Anggara sangat ramai, semua persiapan tentang pernikahan sudah tertata rapi bahkan semua terkendalikan oleh Ken.


"Sayang ini kamu seriusan pernikahannya mendadak seperti ini? Apa kamu yakin akan ada ada orang yang datang sampai mendadak seperti ini? Apalagi kedua orang tuaku mereka tidak akan bisa datang dong kalau misalkan mendadak seperti ini?" tanya Dilla.


Dilla berjalan kesana kemari mengikuti suaminya yang masih dengan acuh, ia bolak-balik kesana-kemari memerintahkan anak buahnya untuk menata rapi ruangan.


"Oh ya Ayah, kenapa apa sampai mendadak seperti ini bukannya Rayn dan Naura itu memang sudah menikah ya? Oh ya Yah bagaimana kalau misalkan Zain juga mengundang teman-teman Zain? Mereka pasti akan sangat suka secara kan Rayn itu pria tertampan di kampus jadi akan lebih baik kalau Zain mengundang teman-teman Zain," tambah Zain ikut bertanya pada ayahnya.


Dilla dan Zain tak hentinya bertanya pada Ken. meski seperti itu Ken sama sekali tidak protes tentang anak dan istrinya banyak berbicara kepadanya bahkan terbilang sangat berisik namun ia menanggapi anak dan istrinya dengan lembut begitupun dengan sifat Acuh nya Iya selalu menanggapi istri dan putrinya itu.


"Kalau kamu mau pernikahannya lancar kamu lakukan sesuatu yang baik!," balas Ken mencubit pipi Zain putrinya yang tampak mungil yang selalu manja kepadanya.


Zain mengangguk sembari tersenyum Ya memeluk ayahnya.


"Apa-apaan kalian ini, aku bertanya dari dulu tapi kamu malah menjawab putrimu ini!" cetus Dilla sembari ia makan-makanan Yang tertera di hidangan.


"Sebaiknya kamu tidur saja, lagi pula ini masih gelap. Bukannya kamu selalu bangun siang ya?" sela Ken yang selalu memanjakan istrinya itu.


Dilla tidak pernah melakukan pekerjaan se sedikitpun sehari-hari dia selalu memanjakan dirinya Karena itu adalah permintaan suaminya.

__ADS_1


******


Saat terbangun Naura dikejutkan dengan dua orang wanita berdiri tepat di hadapannya.


"Siapa kalian?" tanya Naura sangat terkejut ketika melihat dua wanita cantik berdiri tepat dihadapannya.


"Perkenalkan nama saya Nona, saya Gracia di sini saya akan menjadikan anda sebagai seorang putri yang hanya satu-satunya yang tercantik!" jawab Gracia tersenyum ramah berbicara ke arah Naura.


Sebelum Naura berbicara lagi seorang wanita lainnya dan juga 2 pelayan menarik Naura, hingga gadis itu kini berjalan mengikutinya memasuki kamar mandi dan mereka melakukan tugas mereka memanjakan Naura di dalam kamar mandi. Gadis itu berendam di bak yang sudah terisi kan bunga-bunga yang sangat wangi dengan aroma khas untuk seorang wanita.


"Apa yang kalian lakukan ini? Aku bisa mandi sendiri dan kalian. Kenapa kalian ada disini?" pertanyaan Naura begitu banyak hingga membuat keduanya tidak menjawab sama sekali pertanyaannya.


Gadis itu bahkan hanya diam saja ketika para pelayan itu memberi pijatan kepada tubuhnya begitu pun dengan luluran di tubuhnya. Grace tersenyum ketika melihat gadis itu kini tengah menikmati momen pelayanan dari anak buahnya.


Saat Naura kini keluar dari kamar mandinya, ia sangat terkejut ketika melihat Rara, Amira dan juga Raisa kini berada di kamarnya dengan senyum merekah mereka menyambut Naura yang habis memanjakan dirinya.


"Mah ada apa ya? Kok Kalian ada di kamarku?" tanya Naura masih tidak mengerti apa yang dilakukan oleh mereka yang kini berada tepat di kamarnya.


"Tidak ada! Ya sudah. Mama keluar dulu ya kamu baik-baik sama Grace! Kamu tau kan apa yang harus dilakukan!" ucap Rara pergi keluar dari kamarnya tanpa menunggu Naura yang hendak berbicara lagi kepadanya.


"Ada apa sih ini? Kenapa kalian sangat aneh sekali pagi-pagi begini?" gerutu Naura namun kini duduk di meja rias nya berbalik membelakangi cerminnya.


Naura kini menatap Grace yang ada di hadapannya itu tersenyum kearahnya.


"Ya ampun Nona! Kamu cantik sekali, aku hanya perlu menyempurnakannya saja!" ucap Grace tersenyum.

__ADS_1


Ia lalu meminta anak buahnya untuk merapihkan rambut Naura dan melakukan apa yang mesti dilakukan, yaitu menjadikan Naura sebagai seorang putri satu-satunya yang tercantik hari ini. Meski Naura tidak mengerti dengan apa yang mereka lakukan kepada dirinya Naura hendak bertanya ataupun protes dan berdiri. Namun kedua pelayan Grace mencegah Naura untuk berbicara ataupun melakukan hal yang ingin Naura lakukan Ia tetap terdiam ketika Gracia melakukan make upnya.


"Apa sih yang kalian lakukan? Kenapa tidak mendengarkan aku? Aku mau berbicara saja kalian malah seperti ini terus?" gerutu batin Naura.


Gracia tersenyum tipis ketika mengetahui dengan putri sahabatnya itu yang terheran karenanya. Dia melakukan tugasnya secara profesional membuat Naura terlihat sangat cantik dengan tataan rambut dan juga sangggul pengantin khas Indonesia mengenakan kebaya,membuat Naura semakin terdiam ketka Grace melakukan semua hal pada tubuhnya dengan begitu saja tanpa memberinya kesempatan untuk berbicara apalagi protes.


"Hmmm, ada yang kurang! Tapi apa yah?" ucap Gracia menopang dagunya.


"Kamu terlalu terang memberi pewarna bibirnya!" ucap seorang wanita dari arah depan pintu kamar Naura.


Suara seorang wanita membuyarkan Grace dan juga Naura yang tengah menutup kedua matanya. Ia sangat mengenali suara yag sudah tidak asing baginya yang membuatnya sangat bahagia dan tersenyum.


"Kau disini?" tanya Gracia tersenyum tipis melihat seorang wanita cantik dengan pakaian formalnya.


"Apa aku boleh ikut melihat bidadari menjadi wanita tercantik sekali?" tanya wanita itu.


Gracia tersenyum dan mengangguk menanggapi permintaan wanita itu yang kini berjalan menghampiri Grace dan Naura yang tengah di dandani.


"Momy ...."


"Diam dengan baik jika sedang di dandani!" sela wanita itu tersenyum berjalan menghampiri Naura dan duduk di atas tempat tidur Naura memperhatikan Naura yang kini masih di make up oleh Gracia.


"Mom, apa Daddy juga ikut?" tanya Naura sembari tersenyum bahagia.


"Kau pikir dia akan tahan berada jauh dariku?" jawab Alea tersenyum tipis.

__ADS_1


__ADS_2