Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Parfum Yang Menyengat


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen dan vote yach... Selamat membaca kak.


Alea terkekeh ketika ia mengingat gumaman hatinya. Membicarakan pria pria tampan yang kini sudah berjalan dan menuruni tangga mengahmpiri podium dimana sudah ramai para tamu undangan dari kalangan elit. Alea hanya duduk di kursi depan meja makanan menikmati setiap inci makanan yang ada di hadapannya. Ia mengenakan gaun warna biru muda selutut. Juga memperlihatkan sedikit pundak di bagian belakangnya. Ia menikmati makanan yang ada di piringnya.


Mark yang mengedarkan pandangannya mencari sekertarisnya itu. Tidak nampak di hadapannya. Ia sudah dengan pasti memastikan sekertarisnya itu untuk datang dan mengenakan gaun yang ia sediakan tadi siang. Namun Alea bahkan tidak menghampirinya sama sekali. Bahkan tidak menghubungi Mark dari tadi siang.


Namun, lain dari harapan. Seorang wanita bergaun marun memperlihatkan belahan dadanya menghampiri Mark yang sedang birdiri di samping Rendi dan yang lainnya.  Anak pengusaha itu begitu melekat merangkul lengan Mark dengan senyum dan mata menggodanya.


"Nona Dera, bisakah anda melonggarka pegangan anda?" ucap Mark acuh.


"Hmm, aku suka kok," jawab Dera dengan daya manjanya.


Rendi dan Rara tersenyum melihat wajah datar dan tidak suka Mark di dekati Dera. Tapu mereka bahkan membiarkan Mark menikmati moment kebersamaan Mark dengan wanita baru yang akan memberikan kehidupan pada Mark sahabatnya itu.


"Bisakah kita mulai acaranya?" tanya Rara merasa tidak nyaman dengan perutnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang?" Rendi merasa khawatir melihat istrinya yang seperti tidak nyaman.


"Entahlah sayang, rasanya ada aroma yang tidak sedap di sekitaran sini yang malah membuatku mual, wooek," jawab Rara sesekali ingin muntah.


"Benarkah? Apa itu sayang? Apa aku? Bukankah selama ini aku gak menggunakan apapun untuk kamu!" tanya Rendi semakin khawatir.


Mark terdiam mengerutkan dahinya memperhatikan Rara dan Rendi juga. Ia mendekati Rara dan Rendi begitupun Dera yang masih di samping Mark tanpa melepaskan pegangan tangannya di lengan Mark yang membuat Mark malas untuk melirik ke arah Dera.


Namun ada satu hal yang membuat Mark kesal, yaitu sekertarisnya yang malah tidak menunjukan batang hidungnya sedikitpun dari tadi. Setelah mendekati Rendi dan Rara. Mark melihat wajah Rara pucat dan mengendus dengan tajam. Saat Rara sampai di depan Mark dan Dera. Rara muntah mengeluarkan isi perutnya di hadapan Dera dan mengenai gaun milik Dera dengan cipratan yang kuat.


"Astagaa!! Apa-apaan ini kau tidak tahu ini gaun ternama dan hanya satu-satunya di rancang! Wanita gila!" teriak Dera tidak menyadari ucapannya.


Rendi menatap dengan tajam ke arah Dera dengan murka. Bahkan Markpun menepis tangan gadis itu dengan tatapan membunuhnya. Begitupun karena yang berada di antara kerumunan. Para tamu undangan bergemuruh menyaksikan ucapan Dera dengan sangat lantang.


"Siapa kau berani mengatakan istriku gila!" ucap Rendi dengan tatapan membunuhnya.

__ADS_1


Para tamu terdiam ketika memdengar ucapan dan suara untuk pertama kalinya Rendi Anggara terdengar mencekam di depan banyak orang. Apalagi terdengar sangat manis ketika diaembela istrinya.


"Woeek ..."


Rendi mengalihkan pandangannya beralih ke istrinya yang semakin mengkhawatirkan. Hingga kini Rendi menggendong istrinya yang sedang mengandung anak ketiganya itu.


Namun, Rendi berhenti sebelum ia melangkah pergi dari kerumunan.


"Pastikan tidak ada wanita itu di hadapanku ataupun di hadapan keluargaku!" tegas Rendi.


Setelah Rendi pergi dari kerumunan dengan istrinya di pangkuannya. Mark melihat ke arah Dera yang terdiam ketakutan mendemgar dan melihat langsung ucapan penguasa dunia mafia Rendi Anggara.


Dera melihat ke arah Mark dan melihat tatapan membunuh Mark yang lebih menyeramkan baginya.


"Aku ...," Dera ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2