Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Cintaku padamu


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favoritkan dan vote yach... Selamat membaca kak.


Setelah memindahkan adik perempuannya, Rayn kembali turun dari lantai atas dan berjalan ke ruang keluarga, ia melohat Naura masih tertidur pulas di lantai. Rayn tersenyum dan ia duduk di samping Naura yang tengah tertidur.


"Maaf ya Sayang, aku baru pulang," Rayn mengusap rambut yang menutup wajah cantik Naura.


"Aku tidak tahu jika waktu lebih cepat berlalu di bandingkan pekerjaanku, tapi ini demi kita agar lebih cepat menikah, papa bilang jika aku gak buat dia bangga dengan proyek ini, tidak akan ada pernikahan. Makanya aku ngebut," ucap Rayn.


Rayn menggendong Naura dan memindahkannya ke kamarnya, dengan senyum di wajahnya. Ia tampak sangat menyayangi Naura sepenuh hatinya dengan perlahan dan lembut ia membaringkan kekasihnya itu di atas tempat tidurnya. Rayn memasangkan selimut kepada Naura dan mengecup bibir gadis itu. Saat ia hendak pergi tiba-tiba tangannya ditarik oleh naura.


"Jangan pergi sini aku peluk!" ucap Naura namun matanya masih tertutup.


Rayn terdiam ketika melihat Naura yang gundam dalam tidurnya. Namun ia tersenyum tipis ketika gadis itu terlihat manis, saat dia dalam mimpinya.


"Hmmm, kamu mau dipeluk sama siapa sayang?" ucap Rayn tersenyum.


Saat ia mencoba untuk melepaskan tangan Naura namun gadis itu menarik Rayn, hingga kini berada tepat di atas tubuh Naura.


"Apa yang sedang dilakukan gadis ini?" ucap Rayn.


Rayn tersenyum ia menikmati momen saat di mana wajahnya dan Naura kini berada dekat tanpa jarak. Namun gadis itu sama sekali tidak terbangun, meski Rayn kini tepat di atas tubuhnya saat Rayn mencoba bangun. Tiba-tiba Naura memeluknya hingga kini dengan nyaman Naura tidur di pelukan Ryan. Tapu ia sama sekali tidak gundam ketika berada diperlukan kekasihnya itu.


Rayn tersenyum ketika mendapati tingkah Naura. Namun karena ia juga merasa mengantuk, Rayn kini tidur memeluk Naura tepat di dadanya. Ia pun tertidur sembari tersenyum. Di pagi harinya Naura merasakan sesak di wajahnya. Dia sangat tidak bisa bernafas lalu mencoba untuk membuka kedua matanya dan melihat dada dan sebuah tangan yang melingkar di tubuhnya. Lalu ia mendongakkan kepalanya melihat wajah seseorang yang sangat ia rindukan yaitu kekasihnya Rayn.


"Apa aku bermimpi tidur di pelukan dia?" gumam Naura.


Naura mencoba untuk menyentuh Wajah pria yang tampan di hadapannya itu, lalu mencolek perlahan pipi Rayn.


"Eh, kok ini berasa nyata ya? Bahkan aroma tubuhnya pun sama persis seperti dengan dia," ucap Naura.

__ADS_1


Namun setelah ia mengatakan itu, ia menyadari sesuatu dan bergegas bangun dan duduk dari tidurnya. Ia melihat lekat wajah Rayn yang tertidur lalu ia dengan keras memukul lengan Rayn, yang membuat pria itu terbangun mengerutkan dahinya ketika melihat wajah kesal Naura menatap tajam kearah Rayn.


Rayn bangun dari tidurnya dan yang duduk di atas ranjang tidurnya berhadapan dengan Naura.


"Ada apa denganmu sayang? Memukulku sangat kencang?" tanya Rayn.


"Apa yang kamu lakukan di kamarku? Kamu kok begitu sih sayang?" ucap Naura kesal.


"Berani sekali kamu masuk ke kamarku, kan kamu sudah bilang oke, kita belum menikah kamu jangan melakukan hal lebih dari sekedar berciuman saja!" tambah Naura dengan kesal, ia menggerutu.


Rayn tersenyum tipis ketika melihat wajah cantik kekasihnya itu di pagi hari, sembari dengan kesalnya ia menggerutu bahkan tampak kesal kepada Rayn.


"Kamu yakin ini kamarmu Sayang?" tanya Rayn.


Naura terdiam memperhatikan ruangan yang ada di kamar itu, yang tampak asing darinya. Ia lalu mengingat sesuatu dan melihat kearah Rayn membulatkan kedua matanya.


"Apa aku disebut melanggar perjanjian juga? Padahal semalam ada seorang gadis yang dengan nyaman tidur di pelukanku loh," goda Rayn tersenyum tipis.


"Kamu lupa sesuatu yang? Bukankah kamu bilang aku hanya boleh menciummu! Lalu kenapa kamu tidak memberikan kiss morning saja, sebagai tanda tetimakasih pada pacarmu ini karena menggendongmu ke kamar?" tanya Rayn tersenyum dan mendekap tubuh Naura dengan erat.


Naura mencoba protes dan untuk pergi dari tempat tidur Rayn melepas pelukannya. Namun karena tenaga Rayn jauh lebih besar darinya. Naura tidak bisa lepas dari pelukan Rayn. Setelah itu Rayn mencoba untuk mendongakan kepala Naura dan menyentuh dagu gadis itu. Hingga ia mengecup bibir Naura dengan lembut.


Ia melihat lagi karena Naura yang terdiam dan membulatkan kedua matanya. Rayn tersenyum dan mencium kembali bibirnya Naura yang masih terdiam. Namun untuk kali ini Naura membalas ciuman Rayn dengan lembut dan ia membalasnya meski masih belum bisa lebih lembut seperti kekasihnya itu.


Mereka berdua berciuman cukup lama di atas tempat tidur, hingga terdengar sebuah ketukan di pintu kamar Rayn, mendengar ketukan di pintu keduanya terkejut terutama Naura. Ia menjadi salah tingkah dan panik ketika mendengar ketukan. Mengingat ia berada di kamar seorang pria.


Saat Naura hendak pergi, Rayn memegang tangan Naura dan menariknya ke pelukannya dengan panik Naura mencoba untuk lepas dari pelukan Rayn. Namun ketika mencoba lepas di pelukannya, kekasihnya itu malah mengajaknya untuk berjalan ke pintu kamarnya, lalu membuka pintu kamar. Hingga terlihat seorang pria berdiri tepat di depan pintu. Naura menyusupkan kepalanya di dada Rayn yang masih memeluknya dengan erat.


"Selamat pagi Tuan Muda! Selamat pagi Nona Naura, kita harus bergegas pergi Tuan Muda!" sapa Ken.

__ADS_1


Rayan mengangguk dan ia lalu menutup kembali pintu kamarnya dan melepas pelukan Naura.


"Apa yang kamu lakukan sih yank? Malu tahu sama paman Ken!" gerutu Naura dengan kesal.


Rayn hanya tersenyum ketika melihat wajah kesalnya Naura, namun saat ia hendak untuk mendekati Naura. Tiba-tiba Naura mengelak dan pergi keluar dari kamarnya. Rayn tersenyum tipis ketika melihat wajah tersipu malu nya Naura, yang ternyata pada kenyataannya Naura memang sudah sah menjadi istrinya.


Namun kekasihnya itu masih belum mengetahui bahwa mereka sudah tercatat secara hukum, bahwa keduanya adalah sepasang suami-istri. Namun karena aturan dari keluarganya terutama ibunya Rara. Rayn akan mengikuti acara akad nikah yang sangat diinginkan oleh ibunya itu. Maka dari itu Rayn menjaga jarak dengan Naura agar tidak mengecewakan ibu tercintanya itu. Setelah ia bersiap untuk pergi ke kantor lagi Rayn melihat Naura di meja makan sendirian saja.


"Amira di mana?" tanya Rayn.


Naura tidak menjawab pertanyaannya, ia malah memberikan sarapan kepada Rayn. Rayn tersenyum tipis ketika melihat kekasihnya itu yang telah marah kepadanya.


"Kalau begitu aku berangkat juga ya sayang ini sudah siang," ucap Rayn.


"Kamu juga tidak mau memakan sarapan buatanku? Setelah adikmu itu juga tidak mau sarapan di rumah?" tanya Naura dengan kesal, ia duduk di depan meja makan dan memakan sarapannya dengan kesal.


Rayn tersenyum tipis, ia lalu berdiri dan menghampiri Naura yang tengah merajuk dan duduk di samping kekasihnya itu, ia masih tersenyum menatap Naura


"Aku akan mengunyah makanan itu jika kekasihku yang menyuapiku," ucap Rayn.


Naura memajukan bibirnya sembari melihat ke arah Rayn yang tersenyum menatapnya.


"Tapi kamu katanya mau ke kantor?" ucap Naura pelan.


"Heem, tapi tidak akan ada yang mengatakan aku kesiangan! Aku pemilik perusahaan itu," balas Rayn.


"Siapa bilang kamu itu baru anak pemilik tau!" seru Naura.


"Iya, tapi tetap saja akhirnya jadi miliku kan, suapin!" balas Rayn tersenyum.

__ADS_1


Naura tersenyum Ia lalu memberikan sesuatu makanan kepada rakyat yang kini tersenyum mendapati makanan yang disukai oleh kekasihnya itu.


__ADS_2