Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Terangnya


__ADS_3

Setelah acara pernikahan selesai, semua para tamu kembali pulang dan kini rumah kediaman Mark kembali hening. Hanya para pelayan yang mulai membereskan sisa-sisa pesta yang berantakan dan membersihkannya.


Mark duduk di ruang tamu bersama Iyas di sampingnya. Adam menghampiri mereka dengan stelan baju pernikahan yang sudah di laksanakan dengan lancar.


"Kenapa kau kesini? Sana istri strongmu sedang menunggu dan dia sangat cantik," goda Iyas tertawa ketika melihat tatapan Adam yang tidak suka karena Iyas mengatakan istrinya yang cantik.


Adam tidak menghiraukan ucapan Iyas. Ia duduk di hadapan Mark dengan wajah muram dan kesal padanya. Ia tahan kekesalannya karena mempublikasikan acara pernikahan di kediamannya. Adam mencoba diam ketika Mark masih dengan fokusnya pada secangkir kopi tanpa melihat Adam dan Iyas yang terheran pada mereka berdua.


Mark meminum kopinya perlahan dan menyimpan cangkirnya dengan mata melirik pada Adam dan Iyas yang masih menunggu Mark berbicara dan masih menatapnya.


"Kita akan bergerak seminggu kedepan, karena aku yakin, jika Dirga juga menginginkan Rara yang menjadi istriku," ujar Mark dengan wajah datarnya.


"Dari mana kau tahu? Bukannya dia hanya menginginkan istri Rendi?" tanya Iyas mengerutkan dahinya. Dengan segala ketidak percayaannya.


"Aku melihat tatapan mata jahatnya saat dia menatapku bersama Rara tadi, itu membuktikan dia juga tertarik pada istriku, tapi ia tidak akan secepat itu bergerak karena ini wilayahku," jelas Mark.


"Ternyata dia hanya seorang psikopat, jika itu yang terjadi, aku akan pastikan semua tidak akan berjalan seperti yang dia inginkan, oh iya dalam beberapa hari ini aku akan pergi ke Jerman apa kau ada rencana?" ucap Adam dengan wajah yang mulai mencair setelah mendengar ucapan Mark dan penjelasannya yang tampak tidak mengindahkan suasana. Tapi malah menambah masalah karena mempublikan Rara yang bahkan sama sekali belum pernah ada banyak orang mengetahuinya.


"Apa kau yakin juga, tuan tahu akan berita yang kau maksud dan kau sebarkan hari ini?" tanya Adam menekan.


"Aku tahu dia tidak akan tinggal diam, kau bahkan lebih tahu dariku," ujar Mark.


Adam mengangguk, tapi Iyas masih termenung mencerna setiap pembicaraan Mark dan Adam yang masih membuatnya heran. Jika Dirga masih dengan sifat psikopatnya seperti yang pernah ia dengar dari seorang mata-matanya.

__ADS_1


Mark dan yang lainnya menghabiskan malam di ruang tamunya dengan segala rencana mereka satu minggu ke depan. Karena Dirga yang akan dengan segala rencananys untuk mendapatkan Rara yang kini di dalam publik adalah istri Mark.


Di lantai atas Rara terdiam dalam duduknya, ia menatap langit malam yang begitu indah berbintang dengan banyaknya kerlipan saling menyahut satu sama lain.


Rara tersenyum ketika melihat salah satu bintang menyala lebih terang dari yang lain.


"Dulu aku selalu di sebut sebagai bintang yang paling terang oleh ayah dan ibu, tapi untuk pertama kalinya aku tidak mau semakin terang, aku takut akan sebuah kehilangan mereka yang menyayangiku, karena saking terangnya diriku terlalu banyak bahaya di depan mataku, banyak yang menginginkan peneranganku," ucap Rara dengan pandangan meantap langit berbintang dengan penerangan yang indah dan menyala.


Rara mengingat akan dirinya menatap bintang bersama suaminya di malam hari. Bahkan malam yangvpanjang mereka lewati hanya berdua saja. Tapi untuk pertama kalinya Rara merasa kerinduan yang teramat dalam untuk suaminya yang saat ini tidak tau dimana dan bagaimana keadaannya.


Mengingat itu semua, air mata yang sudah ia tahan srtiap kali Rara merasa perasaan yang hampa. Tentang suaminya yang setiap waktu selalu menyapanya, bemanja padanya, bahkna perhatiannya melebihi dari kedua orang tuanya. Rara menangis dalam diam di dalam kamar dan juga balkon yang cukup untuk beberapa orang. Ia menatap langit malam dengan air mata yang mengalir atanpa tertahan.


Seseorang yang tidak Rara sadari menatapnya, dari samping balkon rumah milik Mark. Mark sedang menghirup udara malam yang baginya menenangkan pikiran dan hatinya jika ia sedang merindukan istrinya. Mark menatap langit yang berbintang dan melihat ke sampingnya. Melihat seorang wanita dengan dres putih rambut terurai berantakan menatap langit malam. Keindahan yang belum pernah Mark lihat dari seorang wanita yang kini sedang berstatus pura-pura jadi istrinya. Mark memalingkan pandangannya agar tidak teralalu untuk menatap Rara lebih lama lagi.


Mark beralih pandangan dan akan memasuki kamarnya kembali tanpa harus menatap Rara lebih lama lagi. Saat ia berbalik, terdengar suara tangisan di arah Rara yang membuatnya berbalik dan melihat Rara yang kini sedang menangis menatap langit berbintang yang Mark pikir bisa membuat Rara tenang dan tersenyum.


Rara melirik ke arah samping, ia merasa ada yang memperhatikannya tapi tidak ia temukan seseorang yang memperhatikannya. Rara berbalik dan memasuki kembali kamarnya dan tertidur dalam kerinduan yang tak terpendam dalam hatinya yang teramat dalam.


Ia pejamkan matanya dengan segala do'a dan kerinduannya pada suami tercintanya. Rara menatap langit-langit kamar yang tampak bersih dan menutup. kedua matanya mencoba untuk tertidur.


Di sebuah kamar, seorang gadis sedang duduk di kamarmya dengan balutan gaun pengantin yang teramat canti dan senada dengan warna kulitnya. Nesa masih tidak mempercayai dirinya kini sudah menjadi istri seseorang, karena selama hidupnya. Nesa belum pernah berpikir untuk menikah, apalagi mengenakan gaun pengantin yang belum pernah ia impikan juga bayangkan untuk memakainya. Nesa terdiam dan juga tersenyum. Perasaan yang tidak mudah ia percayai. Jika akan ada srorang pria yang terbilang tampan menyukainya apalagi menikahinya. Nesa terdiam dalam pikiran yang masih tidak mempercayai segala apa yang terjadi. Ia tidak percaya jika Adam yang sedingin itu acuh tak acuh padanya dari awal bertemu. Kini malah menjadi suaminya bahkan suami sahnya. Ia sempat berpikir dan mengira jika Adam akan mempermainkannya apalagi Adam bahkan tidak berani untuk menyentuhnya hanya sekedar mencium bibirnya dengan beraninya dan tanpa permisi selalu main dengan sesuka hatinya. Tapi ternyata Adam lebih memilih keseriusan di bandingkan dengan permainan yang biasa orang lain lakukan.


Nesa mencoba untuk membuka seleting gaunnya dengan susah payah ia gapai tapi belum juga bisa terbuka. Hingga sebuah tangan di belakangnya membantunya untuk membukanya.

__ADS_1


Nesa terdiam ketika tangan Adam membantunya membuka resleting gaun pengantinnya. Ia terpesona ketika melihat wajah senyum suaminya yang tampak indah di pandangannya. Untuk pertama kalinya Nesa melihat ketampanan Adam di dalam jarak yang sangat dekat. Hingga Nesa tidak menyadari. Jika sebuah tangan kini menyusup di punggungnya merayap tanpa permisi. Nesa terkejut ketika mendapati gaunnya yang kini ada di bawah dadanya. Ia berdiri dan mendorong Adam hingga terpental ke bawah. Nesa kesal ketika Adam yang mulai merayapi tubuhnya dengan lancang.


"Apa kau bodoh! Tidak sopan dan mesum!" teriak Nesa berdiri dan menaikan gaunnya untuk menutup tubuhnya.


"Heh, aku ini suamimu sekarang, aku sudah sepenuhnya memilikimu, kenapa aku masih di bilang mesum?" ucap Adam tersenyum dan bangun dari duduknya setelah di dorong dengan tenaga keras oleh istrinya sendiri.


"Cih ... kau hanya sudah berstatus suamiku, bukan berarti seenaknya memperlakukan seperti itu!" cetus Nesa berjalan melewati Adam yang tersenyum mendapati Nesa dengan wajah kesalnya.


Nesa melewati Adam yang masih tersenyum dalam duduknya di lantai. Ia tampak kesal pada suaminya yang terbilang konyol.


Saat Nesa sudah melewatinya. Adam menarik gaun yang panjang itu hingga membuat Nesa tidak seimbang dan hampir terjatuh tapi Adam menopangnya dengan senyum licik melihat wajah istrinya yang terkejut akan terjatuh.


Dalam dekapan suaminya, Nesa membulatkan kedua matanya ketika suaminya yajg menangkapnya dalam keadaan pakaiannya yang sedikit turun dan memperlihatkan sesuatu yang membuat Adam tersenyum licik dan penuh kemenangan.


"Lain di mulut lain di hati, bahasa tubuhmu ini sudah menggodaku, kenapa kau masih memelototiku dengan tatapan garangmu itu istriku?" goda Adam dengan senyum tipisnya.


Nesa terkejut dan menyingkirkan suaminya yang sudah mulai membuat jantungnya berdetak kencang. Nesa bangun dari pangkuan suaminya. Dengan wajah merah padam ia berlari meninggalkan Dam yang tersenyum dan memasuki kamar mandi. Nesa menutup keras pintu kamar mandinya dan membersihkan tubuhnya. Setelah seharian berdandan ala putri raja dalam sehari.


Nesa merendam tubuhnya dengan hangatnya air di malam hari.


Ia memejamkan kedua matanya bersandar di bibir bathroom. Ia memikirkan wajah suaminya yang tersenyum padanya. Juga memikirkan hal yang tidak ingin ia lewatkan dengan suaminya. Jikapun itu terjadi, bagi Nesa itu hanya akan merepotkan dan akan mengurangi geraknya. Nesa mencoba untuk menghindar malam ini. Akan suaminya yang mesum baginya. Untuk kali ini Nesa menghindari Adam dengan berada di kamar mandi dengan waktu yang lama. Hingga Nesa merasakan tubuhnya yang lelah karena aktivitas seharian menjadi seorang putri dalam sehari. Nesa tertidur dengan pikirannya yang sekarang sudah mulai membaik. Ia tidak ingin jika semua hal ada pada dirinya yang merepotkan jika harus hamil dan akan mengurangi gerakannya untuk menjaga keluarga tuannya sesuai janji sumpah keluarganya juga dirinya pada Almarhum kakeknya Rendi.


Nesa bahkan tidak berpikir untuk melayani Adam yang kini sudah berstatus suaminya. Ia lebih memilih tuan dan nyonyanya jika harus memilih antara mereka dan Adam. Nesa sudah mematangkan hati dan dirinya hanya mengabdi pada keluarga Rendi yang kini masih dalam permasalahan yang sangat rumit. Nesa bahkan berpikir jika semua akan semakin dalam masalah jika awak media apalagi dunia mengetahui jika Rara adalah istri Mark dan bukan istri Rendi.

__ADS_1


Nesa juga berpikir bahwa keluarga Rendi yang di Indonesia juga akan mengetahui akan hal ini. Ia hanya berharap jika tuan Anggara ayah dari Rendi Anggara tidak akan mengacaukan rencana tuan Mark untuk memancing Rendi sesegera mungkin kembali dan bersama dengan Mark dan kini suaminya Adam yang akan membantunya. Tapi Nesa tidak bisa memungkiri jika Rendi sedang mencoba agar mencegah sesuatu yang tidak di inginkan oleh Rendi unntuk terjadi. Maka dari itu rencana Mark yang terbilang beresiko ia ambil dan setujui jika Mark berpura-pura menjadi suami Rara dan membuat Rendi secepatnya untuk kembali.


"Semoga Anda cepat kembali tuan, saya tidak tega melihat ketegaran Nyonya Rara yang masih bisa tersenyum bersama nona dan tuan kecil, terasa sakit jika mengingat nyonya selalu bermanja pada anda tapi untuk kali ini anda tidak di sampingnya," Nesa berbicara sendiri dan tidak terasa malah tertidur di dalam bak mandinya dengan taburan bunga mawar merah di atas tubuhnya yang berendam.


__ADS_2