Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Merajuk


__ADS_3

Prolog


Dengan wajah dan hati kesalnya.


Rendi terduduk menghadap layar yang tidak menarik baginya.


Rendi mencoba mengalihkan perhatian istrinya.


Tapi sama sekali tidak di hiraukan oleh istrinya.


Bahkan Rara saat ini sedang bercengkrama melepas kerinduan pada sodarinya.


Di dalam bioskop Rara dan Dilla bahkan tidak memperhatikan orang yang di bangku belakang.


Mereka dari bangku belakang yang tidak bisa menonton karena mereka berdiri menghalangi pandangan orang lain ke layar.


"Nona bisakah kalian menggeser kami tidak bisa melihat apapun," ucap seseorang di belakang Dilla.


Rara dan Dilla mengangguk meminta maaf dan mereka duduk kembali ke bangku semula mereka.


Sementara Ken dan Dilla menonton dengan tenang sambil makan popcorn.


Lain dengan Rendi yang masih kesal pada Rara yang tidak memperhatikanya.


Ia mencoba merentangkan tangan kirinya untuk memeluk Rara,tiba-tiba ada yang menepuk tangannya di belakang kursi Rendi menghentikan aksinya itu.


Ia kesal dengan hal itu kalau bukan kemauan Rara yang menonton dengan orang lain di sekitarnya.


Ia sudah memboking seharian bioskop itu.


Rendi menoleh ke arah Ken yang sedang menonton sambil memakan popcorn di tanganya.


Ken juga sama sekali tak menghiraukan tuannya yang sedang kesal.


Rendi berdiri dengan wajah datarnya ia merebut popcorn dari tangan Ken dan pergi ke tempat duduknya.


Seperti tidak melakukan apa-apa Rendi duduk kembali tanpa menghiraukan Ken.


Ken melihat tingkah tuannya ia memilih terdiam.


Ia hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan tuannya itu.


Ia mau meminum teh cup nya juga di rebut oleh Rendi.


Ken masih tetap diam dan hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah tuannya itu.


"Kenapa bisa suasana hatinya seburuk itu sih? Dia bahkan memberiku tugas yang seharusnya di lakukan minggu depan," batin Ken.


Ken memperhatikan tuannya dan juga istrinya dengan tingakah laku tuannya juga istri.


Ia baru mengerti kenapa tuannya seperti itu.


Ken melihat Rara yang sedang fokus menonton percis dengan sahabatnya yang saat ini di samping Ken.

__ADS_1


"Ternyata karena Nona tidak memperhatikanmu ya Tuan?" Batin Ken.


Ken tersenyum semakin ia melihat tingkah tuannya.


Ken selalu tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat Rendi menyuapi Rara dan Rara tetap fokus ke depan.


Di saat memberikan minuman, bahkan hal lebih konyol Rendi memanyunkan bibirnya mau mencium istrinya tapi Rara menutup mulut Rendi dengan tangannya.


Ken yang memperhatikanya malah geleng -geleng kepala dan tersenyum. Menurutnya melihat tingkah tuannya jauh lebih menarik dari pada melihat layar.


Dilla baru menyadari dan mendengar bahwa ada perubahan ekspresi dari Ken.


Seketika ia melihat apa yang di lihat Ken.


Kini Dilla pun menggidikan bahunya tidak mengerti apa yang lucu dari itu.


Dilla kembali fokus ke layar tampak asik menonton serial yang di gemari olehnya, serial komedi romance.


Rara dan Dilla tampak bersuka ria tertawa terkekeh menonton,tanpa menghiraukan pasangan di sampingnya yang tampak memasang wajah tidak sukanya.


Setelah dua jam menonton dengan ekspresi Rendi yang masih kesal dengan istrinya yang tidak memperhatikannya.


Kini Mereka keluar berempat.Dilla dan Rara bercengkrama bahagia mereka selalu tertawa bersama jika bertemu.


Mereka berjalan keluar mengitari pusat perbelanjaan menuju parkiran.


Rara dan Dilla yang ikuti Rendi dan Ken di belakang mereka.


Mereka tidak menghiraukan pandangan orang lain yang mengagumi kedua pria di belakang mereka yang tampan juga gagah.Kini mereka berjalan menuju parkiran.


"Tidak tahu aku hanya sedang menggajihnya aja," jawab Dilla juga pelan.


"Hah?" Rara mengerutkan dahinya.


Rara kebingungan melihat Dilla yang tidak mengerti ucapan yang barusan Dilla katakan.


Seketika mereka malah tertawa akan ketidak tahuan mereka sendiri.Rara tahu ada Dilla karena mereka sempat chatan dari tadi sebelum Dilla sampai di pusat perbelanjaan.


Sehingga Rara tahu kalau Dilla sedang jalan-jalan malam dan ia bilang dengan Ken.


Makanya Rara antusias setelah tahu bahwa Ken ada di bioskop.


Di belakang Rara dan Dilla kedua pria yang tampan-tampan banyak di perhatikan oleh wanita di pusat perbelanjaan tapi mereka tak menghiraukanya.


"Mereka sama sekali tidak menghiraukan kita," ucap Rendi dingin.


"Anda saja Tuan saya tidak merasa seperti itu," batin Ken.


"Lihat mereka bahkan sebahagia itu melihat-lihat semua toko,tapi tidak memperhatikan kita," tutur Rendi.


Rendi kesal berulang kali berdecak kesal akan kelakuan istrinya yang tidak menghiraukannya.


Rendi memasukan kedua tanganya kedalam saku celananya.

__ADS_1


"Mungkin itu hanya perasaan Anda saja Tuan," batin Ken.


"Kamu juga bahkan berani tidak menghiraukanku ya,sudah meningkat ya keberanianmu hah?" Bentak Rendi pada Ken.


"Maaf Tuan," ucap Ken.


"Kamu juga meminta maaf bahkan tidak jelas apa kesalahanmu,nanti pagi aku ingin dokumenya sudah ada di Apartement," teriak Rendi kesal.


Ken terdiam mendengar ucapan tuannya itu.


Ia bahkan mengerutkan dahunya saat di tinggalkan oleh Rendi.


Ken masih terdiam ia tetap berjalan mengikuti Rendi ke tempat parkir dan berdiri menunggu gadis-gadis di depannya berpisah.


"Ternyata kebaikan Tuan tadi pagi agar berakhir seperti ini ternyata, akhir yang tragis bagiku hari ini," batin Ken.


Sesampai di tempat parkir Rara dan Dilla berpamitan berpelukan lama sekali seperti mau berpisah jauh.


"Ada apa dengan mereka seperti mau di culik saja," batin Rendi geram.


"Sayang besok kita bertemu lagi ya," ucap Dilla.


"Hmm," jawab Rara.


Mereka melepas pelukannya dan berpisah memasuki mobil mereka.


Rara dan Dilla berpisah memasuki mobil masing-masing.


Dalam keadaan hati yang masih kesal Rendi mempercepat laju mobilnya.


Ia bahkan tidak menghiraukan pertanyaan Rara sama sekali.


Rara mencoba berbagai cara untuk membuat Rendi berbicara tapi tidak berhasil membujuknya.


Bahkan Rara mencium pipi Rendipun ia tetap tak bergeming tetap fokus pada kemudinya.


"Ada apa denganya apa dia marah,marah karena apa?" Batin Rara.


Akhirnya Rara terdiam di dalam mobil


Ia sudah tidak mencoba untuk berbicara pada suaminya lagi.


Ia mengalihkan pandangannya pada kaca jendela mobil bersandar pada kursinya.


Rara terhanyut dalam pikirannya.


"Aku tidak berpengalaman dalam hal membujuk Rendi,apalagi aku tidak tahu apa kesalahanku aku lebih suka jika orang lain tidak menyukaiku mengatakannya langsung padaku dari pada mendiamiku seperti ini aku bingung harus menjelaskan apa," batin Rara sendu.


Rendi memperlambat kendaraannya menyadari apa yang terjadi.Istrinya sudah tidak mencoba berbicara lagi padanya.


Rendi menolek ke arah istrinya yang sedang melihat jalanan kota dengan wajah tanpa arahnya.


"Ada apa dengan istriku ini,kenapa dia nampak sangat sedih bukannya aku yang harusnya kesal padanya seharusnyakan dia membujuk aku kenapa jadi dia yang mendiami aku," batin Rendi.

__ADS_1


Rendi terdiam saat melihat wajah istrinya yang tanpa melirik padanya.


Ia mempercepat kendaraannya agar cepat sampai di Apartementnya.


__ADS_2