Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Posesif


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen dan vote yach... Selamat membaca kak.


Saat Naura berpikir dengan serius memikirkan sebuah permintaan. Ia melihat ke arah Rayn dan menatap lekat akan wajah anak lelaki yang tak lain adalah calon suaminya kelak.


"Anak manja! Kira-kira apa yang akan kamu minta jika permintaan itu adalah suatu hal yang langka dan penting?" tanya Naura serius.


"Aku akan meminta sesuatu yang tidak pernah ada dan tidak pernah mungkin ada, apalagi permintaan yang amat jarang, kalo perlu aku akan menanyakan hal mustahil," jawab Rayn datar.


Naura terdiam dan memikirkan setiap ucapan Rayn yang membuatnya mengerti suatu hal dan tersenyum tipis.


"Hmmm,boleh juga," ucap Naura.


Rayn fokus pada gamenya dan juga tidak menghiraukan ucapan Naura yang juga kini sedang memikirkan hal yang sesuai di katakan Rayn dengan sebuah permintaan yang mustahil bagi ayahnya mengabulkannya. Saat Naura berpikir sesaat, is ingat akan suatu hal dan menatap Rayn yang sedang fokud dengan gamenya.


Tumben nih anak manja bicara nysmbung dan benar? batin Naura.


"Tidak usah berterimakasih, aku memang cerdas dan bijak, sebaiknya kau fokus dengan permintaanmu pada ayahmu," ucap Rayn tanpa menatap Naura.


Naura berdecak kesal, mendengar ucapan Rayn yang menurutnya terlalu percaya diri. Berbicara padanya. Namun ia hanya diam dan tidak mau berdebat dengan Rayn. Ia sedang memikirkan cara apa yang harus ia minta pada ayahnya nanti malam.


*****


Dari kejauhan yang berjarak beberapa meter dari Rara dan yang lainnya. Rendi berdiri bersama Mark di samoingnya. Mereka tampak tampan dengan wibawanya. Mark menatap ke arah Rendi yang mengagumi istrinya yang selalu ingin sebuah keluarga yang melekat bersama.


"Dia selalu menyukai kebersamaan seperti ini, aku bahkan sangat suka juga dengan kebersamaan orang-orang terdekatku, lain dengan sifatku dulu," ucap Rendi masih dengan pandangannya melihat istrinya yang masih tertawa tersenyum berbincang dengan yang lainnya.


"Yah, kau bahkan tidak ingin mengatakan padaku walau hanya sebuah nama dulu, tapi sekarang kau sangat rapat dengan yang lainnya terutama istrimu," jawab Mark mengahmgumi Rendi yang selalu jadi kebanggaannya.


"Hmmm," jawab Rendi tersenyum tipis.

__ADS_1


"Tuan, apa semua akan sampai disini pestanya?" tanya Ken dari arah belakang Rendi dan Nark berdiri.


"Bagaimana?" tanya Mark setelah melihat kearah Rendi.


"Jika istriku tidak menyukainya, kenapa aku harus mempertahankannya? Lagipula ini pesta Mark dan menantuku, sebaiknya kau yang memutuskan Mark," jawab Rendi tegas.


"Jika sahabatku tak menyukainya, akhiri saja, lagipula hal pentingnya juga sudah selesai," ucap Mark menegaskan pada Ken.


Ken yang memahami situasi, ia mengangguk dan pergi memasuki rumah utama kembali dan menyelesaikan acara pesta secepat mungkin dan bersih seperti semula.


"Jika semua berhubungan dengan nyonya besar, apapun itu pasti adalah hal yang tidak mungkin jika ada kekacauan, maka dari itu sebaiknya di hindari saja, apalagi Nyonya sedang hamil muda , jangan sampai kejadian tadi terulang," guaman Ken.


"Yah, aku juga khawatir pada Nona muda," ucap Adam menambahkan gumaman Ken.


"Hmm," jawab Ken tak menghiraukan Adam yang dari arah belakangnya.


Acara pesta kini sudah selesai dan para tamu kini sudah pulang. Hanya tersisa para pelayan yang sedang membersihakn sisa pesta dan kembali seperti semula.


"Kenapa Icha makin hari makin lucu begini sih? Aku mau cium," ucap Rara gemas.


Saat Rara mencoba untuk mencium Icha, sebuah tangan mencegah Rara untuk mencium pipi Icha. Rara terkejut saat yang dicium bukanlah Icha, namun tangan mungil milik putranya Ran. Rara tersenyum tipis, lalu merangkul putranya yang berada di sampingnya dan menciumnya dengan gemas.


"Duh putra kesayangan Mama ini, cemburunya sangat besar ternyata, Icha kan saudara kamu, jadi kasih sayang mama sama rata pada kalian, tapi lebih besar pada Putra mama dan Putri mama," ucap Rara gemas kepada putranya yang hanya berdiam diri saja. Meski Lara menciuminya dengan gemas.


Rayn tampak acuh tak acuh, namun hatinya sangat senang dan bahagia, ketika ibunya melakukan hal yang seringkali ibunya lakukan kepadanya. Yaitu menciuminya setiap saat, bahkan gemas kepada dirinya. Rayn memang tampak dingin di luar, namun ia sangat menyayangi ibu tercintanya itu.


Tidak mau kalah dari kakaknya, Amira ikut duduk di pangkuan Ibunya dan memerintahkan Nesa untuk mengambil putrinya Nisa di pangkuan ibunya. Rara terkejut dan mengerutkan dahinya ketika melihat kedua anaknya justru malah sama-sama cemburu. Saat Rara menggendong yang lainya. Akan tetapi Rara Malah semakin senang dan bahagia. Bahkan dia tertawa lepas menyaksikan kecemburuan kedua anaknya itu.


Rara menciumi putra-putrinya dengan gemas dan penuh kasih sayang. Ia menyuapi putra dan putrinya makanan yang ada di hadapannya. Meski tidak ingin memakannya, namun apapun yang diberikan oleh ibunya Rayn selalu memakannya tanpa protes. Dia ataupun Amira tidak pernah sekalipun ingin membuat ibunya merasa sedih ataupun merasa kecewa.

__ADS_1


Rara penuh kasih sayang kepada kedua anaknya, meski dirinya sedang berbadan dua, Rara memanjakan kedua anaknya. Tiba-tiba ada Rendi duduk di samping mereka dan bersandar di bahu istrinya. Rara mengangkat sebelah alisnya dan merasa heran kepada suaminya, yang kini berada disampingnya dengan tingkah manjanya.


"Ada apa dengan suami tercintaku ini? Apa kamu juga mau makan?" tanya Rara mengusap pipi Randy dengan sebelah tangannya dengan lembut.


"Aku juga ingin disuapi," jawab Rendy manja.


Namun, saat Rara mencoba untuk menyuapi Rendi. Rayn memakan suapan yang akan diberikan oleh ibunya kepada ayahnya. Melihat hal itu, Rendy menatap tajam kearah Rayn. Begitupun Rayn tidak mau kalah dengan ayahnya.


"Kau tidak dengar tadi? Dia mencintaiku!" ucap Rayn tegas.


"Hanya sekali saja istriku mengatakannya padamu, padaku setiap waktu," Rendi tidak mau kalah.


"Tidak ada bukti dan saksi!" bantah Rayn.


"Saksi dan buktiku, ya istriku sendiri, ya kan sayang?" ucap Rendi mencium pipi Rara.


Rayn menatap tajam ayahnya dan begitupun Rendi tidak mau kalah dari putranya yang sama posesifnya pada ibunya.


Rara tak menghiraukan keduanya. Namun ia memasukan dua sendok sekaligus bersamaan untuk Rendi dan putranya bersamaan. Memasukan makanan yang tidak mereka sukai, yaitu Cake rasa strawberi. Rendi dan Rayn berubah ekspresi mengunyah makanannya dari senyum menjadi kusut seperti tidak menyukai apa yang mereka kunyah. Namun karena itu dari Rara istri dan ibu Rayn, anak dan ayah itu terpaksa tersenyum kecut sambil mengunyah makanan yang sudah terlanjur masuk kedalam mulut mereka berdua. Jika ada yang protes, Rara akan marah seperti yang sudah-sudah terjadi sebelumnya. Semua orang yang menyaksikannya tersenyum tertahan melihat bos mafia dan putranya tidak bisa berkutik pada seorang Rara Permana.


NTR: Ada karya author lain yang seru juga kak.


Author: Aliceline


judul. :Gadis Penakluk Bos Sombong



Pertemuan antara kedua insan dengan perbedaan sifat melahirkan sebuah magnet cinta. Seperti sebuah magnet yang berbeda kutub, tetapi tidak bisa melepaskan diri dari satu sama lain.

__ADS_1


Xiao Xi, seorang gadis biasa yang melakukan wawancara di sebuah perusahaan besar untuk posisi Sekretaris Direktur. Ia tidak menyangka dirinya akan mendapatkan tawaran oleh pemilik perusahaan, tetapi bukan menjadi sekretaris Bos melainkan istri Bos!


Apakah Xiao Xi akan menerima tawaran itu?


__ADS_2