
NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favoritkan dan vote yach... Selamat membaca kak.
Rayn dan Naura tersenyum mendengar protes Amira yang dari semalam hanya menjadi saksi cinta mereka berdua. Rayn dan Naura juga Amira kini sarapan di pagi hari hendak juga Rayn dan Amira yang pergi ke kampus. Namun tidak dengan Naura yang hanya akan tinggal di rumah saja.
Setelah keduanya pergi ke kampus, Naura menghela nafas kasar dan menutup pintu rumah. Ia berjalan menaiki tangga dan memasuki kamarnya yang terdapat di samping Rayn. Ia ymtersenyum dan memasuki kamarnya dan berbaring tepat di atas kasurnya. Ia mengambil handphonenya dan melihat begitu banyak chat dari teman mainnya Y.
"Eeh, kamu tidak sabaran ya, maaf aku libur dulu. Soalnya aku sedang berada dekat dengan kekasihku," ucap Naura membalas pesan kepada teman main gamenya selama bertahun-tahun.
Naura memang selalu menceritakan apapun yang terjadi pada dirinya dan kehidupannya termasuk tentang dirinya yang sudah mempunyai kekasih sedari kecil. Namun tidak pernah Y menceritakan tentang kehidupan pribadinya pada Naura. Apalagi tentang percintaannya.
Bagi Naura akan sangat mudah bagi orang seperti Y melacak dan mengetahui siapa pemilik akun mainnya itu. Namun Naura tidak merasa di lacak olehnya hingga ia sudah yakin akan pertemananya dengan lawan main gamenya itu.
Sebuah persahabatan yang tidak bisa di jabarkan dengan sebuah ungkapan di antara mereka berdua. Meski tidak ada di antara mereka berdua teramat penasaran dengan satu sama lain. Namun keduanya hanya mengikuti arus dan tidak mementingkan keinginan ego saja. Kini pertemanan mereka bertahan hingga saat ini usia Naura sudah menginjak remaja.
"Hmmm, aku lagi gak bisa main sebenarnya, tapi aku harus ngapain kalo bukan main game denganmu, ayo main!" ucap Naura tersenyum dan memainkan game di handphonenya yang sudah cukup lama belum ia mainkan.
Naura bermain game di dalam kamarnya, mengingat dirinya yang hanya sendirian saja di rumah Anggara. Hanya ada beberapa anak buah Rayn yang berjaga di halaman rumahnya. Sementara Naura berada di rumah bermain game kini Rayn tersenyum kepada adiknya Amira, yang turun dari mobilnya tepat di depan halte bis.
"Jangan terlalu lama berada di kampusnya Kak, kasihan Naura. Dia sendirian di rumah!" ucap Amira.
__ADS_1
Amira tersenyum dan melambaikan tangannya kepada kakaknya yang juga tersenyum kepada dirinya. Setelah berpamitan dengan Amira, Rayn menghidupkan kembali mobilnya dan pergi meninggalkan Amira di halte bis. Saat ia melajukan mobilnya beberapa menit saja, terdengar dering handphonenya berbunyi menandakan ada sebuah pesan yang masuk kedalam handphonenya.
Ia memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan melihat handphonenya terdapat dua pesan dari seseorang. Rayn tersenyum melihat balasan pesan dari temannya yang beberapa hari ini ini tidak bermain game dengannya bahkan tidak membalas chat darinya.
"Katanya tidak mau bermain! Tapi kenapa sekarang malah ngajak main?" ucap Rayn.
Ia mengetik sebuah pesan dan membalas temannya jadi.
"Tunggu aku 10 menit saja!"
Isi pesan yang Rayn kirimuntuk teman mainnya dan ia menyimpan handphonenya kembali, lalu menghidupkan kembali mobilnya dan bergegas untuk pergi ke kampus, dengan kecepatan yang cukup tinggi untuk dirinya seorang.
Bahkan Rayn selalu mendengarkan cerita atau membalas cerita dari teman dunia mayanya itu. Ia mengerti dan memahami kehidupan sahabatnya itu. Rayn bermain game di dalam mobilnya tanpa menghiraukan orang-orang yang berlalu lalang yang bertanya-tanya.
Bahkan sangat heran kepada dirinya yang justru tidak keluar dari mobilnya, untuk berbaur dengan mahasiswa lainnya. Rayn hanya pergi kuliah untuk menemani adik perempuannya saja, sesekali Ia memang tidak pernah mengikuti mata pelajaran hanya ikut ujian semester seperti biasanya. Ia bisa melewatinya, bahkan tanpa bantuan koneksi dari kedua orang tuanya nya yang cukup berpengaruh dari dunia pendidikan ataupun pemerintahan.
Setelah 1 jam lamanya rayon masih bermain game dengan sahabatnya itu meski tanpa ada ada rasa lelah dari mereka berdua yang Bahkan permainan mereka tidak ada yang kalah ataupun menang.
"Aku tidak tahu, bahkan sampai saat ini pun aku masih belum bisa mengalahkan dirimu," pesan Rayn kepada temannya itu.
__ADS_1
Saat iya masih ih dengan seriusnya mau mainkan gamenya, sebuah ketukan di samping pintu mobilnya mengagetkan Rayn dan ia dengan wajah kesalnya melirik ke arah pintu mobilnya. Melihat seorang yang telah mengganggu nya, namun ia urungkan lalu tersenyum melihat sorotan mata tajam dari adik perempuannya yang kini memasang wajah kesal kepada Rayn.
"Ada apa dengan gadis kecilku ini?" tanya Rayn tersenyum dan berbicara lembut kepada Amira yang kini ada di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan disini? Kenapa tidak masuk, bahkan tidak mengikuti kelas?" tanya Amira dengan kesal.
"Kakak sedang bermain game dengan sahabat kakak! Nanti saja Kakak masuk pelajaran berikutnya saja,"jawab Rayn tersenyum dan mencubit pipi Amira yang sedang cemberut kepada dirinya.
"Kamu kebiasaan! Kenalkan aku dengan dirinya," ucap Amira.
"Dia tidak akan berbicara dengan siapapun termasuk diriku sendiri, kami hanya berbalas chat saja Ada apa denganmu sampai mau mau berkenalan dengan dia jangan bilang kamu disuruh Naura untuk memantau aku? " tanya Rayn mengerutkan dahinya dan tersenyum dengan lembut kepada adik perempuannya itu.
"Tidak perlu dia minta aku akan melakukannya!" cetus Amira.
"Hahaha, baiklah tuan putri aku keluar dan akan ke kantin," balas Rayn merapihkan bajunya.
"Terserah! Aku mau ke kelas dulu ya Kak! Miss u," ucap Amira tersenyum dan pergi meninggalkan Rayn yang tertegun mendapati tingkah adik perempuannya itu.
"Ada apa dengan gadisku itu? Kenapa dia jadi seperti itu sekarang?" ucap Rayn tersenyum dan menggelengkan kepalanya tersenyum dan menyimpan handhonenya kedalam saku celananya.
__ADS_1
Rayn keluar dari mobilnya dan berjalan dengan gaya maskulinya. Ia memasuki kampus dengan sorotan mata dari para wanita yang mengaguminya dan juga, sorotan tidak suka dari para pria yang ada di di sekelilingnya. Namun Rayn tidak menghiraukan mereka sama sekali. Bahkan ia tidak masalah jika tidak memiliki teman seorangpun di masa kuliahnya saat ini. Baginya daripada ia harus memiliki teman yang justru malah memanfaatkan koneksinya atau statusnya sebagai anak orang kaya dan juga pria populer di kampus.