
NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen dan vote yach... Selamat membaca kak.
Setelah mengumumkan tentang pesta yang berlanjut. Mark mengedarkan pandangannya. Lalu ia melihat sosok wanita yang ia cari dari tadi. Setelah turun dari podium. Mark berjalan dengan wajah datarnya menghampiri Alea, yang sedang menikmati makanan di hadapannya itu. Seorang gadis yang mengenakan gaun warna biru muda sedang dengan lahap menikmati makanannya.
"Sepertinya kau sangat menikmati pesta?" ucap Mark datar dengan tatapan membunuhnya.
Alea terkejut ketika mendengar suara yang ia kenali. Ia berbalik dan melihat tatapan mencekam di hadapannya. Pria yang sempat Alea hindari sejak ia menginjakan kakinya di rumah pesta utama Robert ini. Alea sengaja menghindar guna mengurangi tekanan bosnya itu kepada dirinya. Apalagi , setelah kejadian di ruang kerjanya. Mark meneka Alea untuk datang dengan gaun yang di minta Mark untuknya. Alea tidak mengenakannya. Ia memilih memakai gaun yang ia punya saja. Ia tidak suka akan baju terbuka yang di sediakan Mark tadi siang. Memperlihatkan kedua belah dadanya. Itu sangat membuaynya ilfil hanya untuk berdiri di depan cermin saja.
"Tu-tuan," ucap Alea ragu-ragu.
"Hmmm," jawab Mark menatap Alea.
__ADS_1
Alea semakin salah tingkah ketika Mark menatapnya dengan tatapaj tajamnya. Ia mencoba untuk sembunyi dari tuannya itu. Namun apa di kata dunia rumah Mark Robert adalah kekuasaannya jika ingin menghindar dari seorang Mark itu adalah hal yang tidak mungkin. Alea sedikit ketakutan ketika melihat sorotan mata tajam Mark yang membuatnya mundur dari posisi duduknya.
Alea berdiri dari duduknya dengan tersenyum kikuk dihadapan mark. Iya menjadi salah tingkah ketika mengabaikan perintah tuannya itu. Saat memintanya untuk menjadi pendamping Mark selama di pesta hari ini. Namun Alea mencoba sebisa mungkin untuk menghindar dari tugasnya yang satu itu. Alea merasa takut dan resah ketika mengingat ciuman mereka berdua, saat di ruang kerja kemarin.
Saat Alea mencoba untuk mundur dari Mark. Kaki Alea tersandung dan hampir membuatnya untuk terjatuh, namun amark dengan sigap merangkul pinggang Alea, ala bak seorang pangeran berdansa dengan seorang putri. Kini Alea berada di pelukan Mark. Dengan tatapan mata mereka berdua bertemu dengan jarak yang sangat dekat.
Detak jantung Alea semakin berdetak kencang, ketika sorotan matanya beralih kepada bibir tipis milik Mark, yang sempat membuat jantungnya ingin meloncat keluar. Mark menatap sekretarisnya itu dengan sorotan mata yang sulit diartikan. Bagi siapapun, namun Mark sangat menikmati momen saat ini, ia melihat keindahan mata sekretarisnya itu.
Alea yang masih menggantung di dalam pelukan Mark. Semakin menjadi salah tingkah, jantungnya berdegup kencang dan pastinya Mark juga mendengar debaran jantung Alea yang sangat cepat dari gadis yang ada di pelukannya itu. Semakin Mark menatap wajah Alea, juga bibirnya yang merah ranum itu di hadapannya.
Mark menekan pelukannya. Tangan di pinggang Alea, semakin menempel di tubuhnya kini deru nafas Alea dan Mark semakin terasa di wajah mereka masing-masing. Namun lamunan Alea buyar ketika seorang terbatuk di samping mereka. Mark melepaskan pelukannya, begitupun dengan Alea menjadi salah tingkah membenarkan posisi berdirinya dan juga gaun yang sama sekali tidak kenapa-kenapa, dia tepuk-tepuk dan menjadi salah tingkah.
__ADS_1
Mark terbatuk dan begitupun dengan Alea melirik ke arah Mark yang dengan wajah datarnya tampak biasa saja. Dengan wajah datarnya, Mark seperti tidak terjadi apa-apa dia ada mereka berdua. Mark duduk disamping Alea, yang juga duduk Mark meminum soda yang ada di meja makan.
Alea tersenyum tipis, ketika melihat pria yang ada di samping yaitu. Saat meminum soda tersebut, ia terbatuk dan mencoba untuk berbicara dengan ragu.
"Maaf Tuan, Itu minuman saya," ucap Alea pelan.
"Tidak masalah, itu tandanya kita sedang berciuman," jawab Mark dengan datarnya.
Alea terbatuk, mendengar ucapan Mark yang sangat vulgar. Bahkan dengan wajah datarnya Mark mengatakan hal seperti itu. Seperti biasa bagaimana mengatakan bahwa mereka berciuman. Alea terdiam dan memajukan bibirnya cemberut, ketika mendengar dan mengingat akan hal sangat biasa saja bagaimana bisa berciuman dengan wanita.
Apalagi Mark adalah seorang pengusaha yang tampan dan kaya raya. Pastinya ada banyak wanita yang antri dan bergiliran untuk menikmati momen dan menyerahkan tubuhnya kepada seorang Mark. Mark yang tampan dan juga kaya raya dengan segala usaha dan kemampuannya.
__ADS_1
Mark mengerutkan dahinya, ketika melihat gadis disampingnya itu terdiam. Bahkan memasang raut wajah yang kusut cemberut di hadapannya. Namun bukan Mark yang dingin Jika ia sangat peka dengan apa yang dirasakan orang-orang di sekelilingnya. Mark tetap biasa aja, menikmati minuman bersoda nya bersama sekretarisnya itu di sampingnya.