
Prolog Rendi Rara.
Saat Rara bergelut dengan pikirannya sendiri. Begitu juga Rendi yang pikirannya semakin jauh memikirkan tentang istrinya yang terdiam tanpa membujuknya.
"Kenapa istriku ini begitu kuat,kenapa dia tidak bermanja padaku seperti hal layaknya wanita lain yang selalu bermanja pada suaminya,tapi ini apa yang ia lakukan kenapa malah dia yang berdiam diri," batin Rendi.
Diperjalanan Rendi dan Rara masih tidak berbicara.
Pada Akhirnya Rara mencoba untuk mengalah pada suaminya.
Ia berbicara dan terus berusaha untuk menggoda Rendi yang sedang merajuk,walau Rara tidak tahu apa kesalahanya.
"Rendi ... apa kamu mau makan?" Tanya Rara.
Rendi tetap Diam mengemudi dalam pikiran dan hatinya sudah tersenyum dengan istrinya yang kembali membujuknya.
"Mau makan apa?" Tanya Rara lagi.
"Mau aku masakan apa ke Restoran saja?" Rara tetap bertanya.
"Apa kamu suka susu coklat?" Rara tersenyum.
"Apa kamu mau memakanku?" Goda Rara tersenyum nakal.
Tiba-tiba saja Rendi menghentikan mobilnya sampai membuat mereka maju ke depan.
Ia menoleh kepada istrinya yang sedang tersenyum nakal, padahal ia sedang memakai baju rapih tapi Rendi sudah membayangkan tubuh istrinya.
"Apa kamu mencoba menggodaku Sayang?" Tanya Rendi.
Rendi mendekatkan wajahnya pada istrinya mencoba memajukan mulutnya berharap istrinya untuk menciumnya.
Ia menutup kedua matanya menunggu sesuatu yang ia harapkan.
Rara tersenyum nakal dan ia menjentikan sebelah alis atasnya mendapati wajah suaminya semakin mendekatinya. Ia tersenyum semakin membuatnya ingin menggoda suaminya yang sedang marah dari tadi oadanya.
Ia memalingkan wajahnya ke kaca jendela.
"Apa maksudmu aku tidak menggodamu aku hanya menanyakanmu mau makan apa?" Ucap Rara tak melihat Rendi.
Rendi tersenyum mendapati istrinya yang menghindar dan menggodanya dengan tingkah acuhnha.
__ADS_1
Ia berpikir untuk menjahili istrinya kembali dan membuatnya merengek padanya seperti wanita pada umumnya yang selalu bertingkah manja.
"Terpaksa aku harus memakan orang lain ... kalau istriku tidak mau," goda Rendi.
"Apa maksudmu?" Tanya Rara terkejut.
Dan ada rasa sakit di dadanya dan ia memegangnya.
Rara merasakan hati yang sakit saat mendengar ucapan suaminya barusan kepadanya.
Mata Rara sudah berkaca-kaca.
Hatinya terasa sakit saat mendapati ucapan suaminya itu.
"Hmm ... biarkan aku pergi saja," ucap Rendi tak melihat keadaan Rara yang sedang terkejut.
Sontak Rara menarik kerah baju Rendi, Rara mencium Rendi dalam dan Rara beralih membuka kerudungnya sambil terurai air mata di pipinya dan juga membuka kancing kemejanya.
Rendi yang melihat tingkah Rara apalagi melihat air matanya yang bercucuran terkejut dan menahan tangan Rara.
"Apa yang kau lakukan?" Bentak Rendi.
"Bukankah kamu ingin tubuhku,aku berikan kamu bisa melakukan apapun padaku asalkan kamu tidak mencari orang lain kalau hanya untuk memuaskanmu aku juga bisa," ucap
Rara dengan derai air matanya berbicara dengan tangisan di matanya bahkan ucapan Rara tampak menyedihkan bagi Rendi.
Rendi terkejut dengan reaksi Rara yang di luar dugaanya Rendi merangkul dan memeluk Rara.
"Apa yang kamu lakukan Sayang,aku tidak mungkin melakukannya dan lagi aku tidak akan pernah mencari wanita lain bila sudah ada bidadari di hadapanku," ucap Rendi.
"Maafkan aku," lirih Rara sedih.
"Untuk apa kamu minta maaf kamu bahkan segalanya bagiku," ucap Rendi.
Rendi memeluk Rara erat ia tahu apa kesalahan dia.Ia mengungkit suatu hal yang membuat hatinya terulang kembali luka yang pernah ia rasakan dulu saat bersama mantan suaminya.
"Kenapa jadi seperti ini,aku hanya menggodanya dan berharap ia akan bermanja padaku,bukan membuatnya menangis," batin Rendi.
Rara menangis menjadi-jadi di pelukan suaminya.
Rasa takut yang ada di hati Rara akan kehilangan seseorang menjadi trauma bagi Rara.
__ADS_1
Apalagi hal yang membuatnya di tinggalkan hanya krena hal spele. Hanya karena Rara tidak melayaninya dengan baik hanya karena Rara membosankan.
Rara menangis sesegukan di dalam pelukaj suaminya.
Rendi melepas pelukannya setelah di dapati Rara sudah tidak menangis lagi.
Rendi memandang Rara menopang dagunya menciumnya dalam ke lembutan.
Ia yakin ini akan menenangkan istrinya setelah itu Rendi mengemudi kembali untuk pulang yang tertunda.
Hanya butuh beberapa menit mobil Rendi sudah terparkir di are parkir Apartmentnya.
Setelah sampai memarkirkan kendaraannya ia melihat istrinya ternyata ia tertidur setelah menangis.
Rendi memandang istrinya merasakan sakit di hatinya melihat air mata Rara.
"Dasar bodoh kenapa aku membuat dia menangis?" Batin Rendi.
Rendi menggendong Rara menaiki lift ia masuk dan membaringkan Rara di atas ranjang mereka.
Ia melihat Rara dan mengingat saat istrinya membuka kerudungnya dengan kelakuannya Rara yang menangis membuka kancing bajunya.
Rendi mendecak kesal pada dirinya sendiri dan ia mengacak rambutnya prustasi.
Rendi mengganti pakaian istrinya dengan baju tidur yang biasa ia pakai. Rendi mengusap pucuk kepala istrinya dan mengecup keningnya.
Tidak pernah terbayangkan bagi Rendi bahwa ia takut sekali melihat Rara menangis dan ia membuat Rara menangis.
Rendi pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.Di bawah sower.Ia memikirkan apa kesalahannya.Apa karena ia mengatakan ia akan pergi mencari wanita lain.
"Ternyata ini semua karena ia tersakiti saat bersama mantan suaminya,uh kenapa juga aku malah membuatnya sampai ketakutan seperti itu dasar Rendi bodoh," gumam Rendi
Setelah membersihkan tubuhnya di kamar mandi selama setengah jam.
Rendi keluar dari kamar mandinya sudah mengenakan kaus dan celananya.
Ia mengusap rambutnya yang basah menggunakan handuknya dan melihat ke arah istrinya yang sudah tertidur pulas.
Setelah selesai dengan aktivitas mengeringkan rambutnya. Rendi menghampiri ranjang dan berbaring di pinggir istrinya ia memandang dan mengusap-usap rambut Rara Dan mencium keningnya.
"Aku bahkan tidak tahu sejak kapan aku takut kehilanganmu,takut menyakitimu, takut tidak kamu hiraukan,takut kamu hanya memperhatikan orang lain dan aku juga tidak tahu sejak kapan aku menyukaimu,gadis gila yang menabraku dan menertawakanku, kamu bahkan memanggil aku singa badai tapi satu yang aku tahu sekarang aku benar benar jatuh cinta padamu," ucap Rendi.
__ADS_1
Rendi memeluk istrinya menciuminya dengan perasaan bersalahnya membuatnya menangis.Ia juga menyelimuti tubuh mereka dan Ia ikut tertidur di malam yang tenang setelah pertengkaran manis di antara mereka berdua.
Perasaan takut kehilangan Rara juga perasaan takut bagi Rendi untuk saling memiliki. Rendi dan Rara sama sama takut kehilangan satu sama lain hingga membuat perasaan mereka semakin tidak ingin kehilangan.