
NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen dan vote yach... Selamat membaca kak.
Mark mengerutkan dahinya, ketika melihat gadis disampingnya itu terdiam. Bahkan memasang raut wajah yang kusut cemberut di hadapannya. Namun bukan Mark yang dingin Jika ia sangat peka dengan apa yang dirasakan orang-orang di sekelilingnya. Mark tetap biasa aja menikmati minuman bersodanya bersama sekretarisnya itu di sampingnya.
Alea yang kesal akan kenyataan sifat bosnya itu. Ia terdiam dan tidak berbicara sepatah katapun. Namun Mark mencoba untuk berkomunikasi dengan sekertarisnya dan mencoba agar gadis yang ada di sampingnya itu untuk tetap berada di dekatnya. Ia hany khawatir akan ada sesuatu yang tidak di inginkan ketika mengingat ada banyak kalangan pengusaha yang bergelut di dunia mafia. Tentunya juga masih dengan ambisi mereka yang tidak dapat di mengerti.
"Kau cari putriku, dan pastikan dia aman dan terpenuhi segala kebutuhannya!" tegas Mark.
"Hmm," jawab Alea malas.
Mark mengerutkan dahinya, mendengar jawaban Alea yang sangat tidak dia duga.
"Jawab dengan benar!" ucap Mark.
Alea terdiam dan mengerutkan dahinya, ia semakin kesal mendengar ucapan Mark.
Apa nya yang salah dengan jawabanku? Huh, kutub utara sangat dingin.
"Sa-saya," ucapan Alea ragu.
"Hmm,Kenapa kau tidak memakai gaun dariku?" tanya Mark dengan sesekali meminum sodanya.
"Hah? Saya ...."
Alea semakin gugup di setiap menjawab pertanyaan bosnya.
Ia mencoba untuk berbicara kembali, namun tiba-tiba tangannya di tarik oleh Mark dan kini Alea berjalan mengikuti Mark. Tangannya di tuntun oleh bosnya itu. Semua sorot mata mengarah kepada mereka berdua, termasuk pandangan anak-anaknya terutama Naura.
Naura tampak heran dan tersenyum tipis melihat dimana ayahnya menarik seorang wanita dengan inisiatipnya sendiri. Bagi Naura adalah sebuah berkah dan hanya gadis special yang mampu membuat ayah dinginnya itu mau bersikap normal pada wanita lain. Mengingat ayahnya selalu tertutup dan acuh akan hal tabu seperti seorang wanita.
Hmmm, sepertinya, ada yang special di dalam diri sekertaris baru Daddy? Aku harus membantunya. Batin Naura tersenyum.
"Jangan jadi orang gila dulu, sebelum menikmati hidup!" cetus Rayn berbicara tanpa memandang ke arah Naura yang srdang tersenyum.
"Gilaku bermanfaat, tidak seperti bekumu yang tak ada gunanya," balas Naura datar.
__ADS_1
Rayn terdiam dan menatap tajam ke arah Naura yang juga menatap yang tak mau kalah tajamnya, menatap Rayn yang ada di hadapannya.
Keduanya saling beradu tatapan tidak suka, tidak ingin ada yang mau mengalah dari adu argumen mereka berdua.
"Kalian itu seperti mau pacaran saja," ucap Amira sambil memakan cake yang ada di hadapannya.
Amira duduk di antara keduanya dengan sendok didalam mulutnya. Ia melihat kesana-kemari antara kakaknya dan Naura. Amira tampak biasa saja ketika menghadapi keduanya. Ia masih dengan tingkahnya menikmati cake yang ada dihadapannya itu. Lain dengan Amira, Naura dan Rayn memalingkan pandangan mereka satu sama lain, mendengar ucapan Amira membuat mereka merasa salah tingkah.
*****
Alea masih dengan tangannya yang di tuntun oleh Mark yang berjalan cepat menuntunnya. Ia tampak merasa resah dan takut. Ketika bosnya yang dengan inisiatip sendiri menuntunnya.
Apa yang akan di lakukan kutub utara ini sih? Aku merasa curiga. Batin Alea.
Sesampai di sebuah ruangan yang teramat luas dan megah. Alea menatap kagum akan ruangan yang kini ada di hadapannya. Dia bahkan membiarkan Mark melepas pegangan tangannya dan hanya mempeehatikan deretan pakaian yang berjejeran di hadapannya. Ruangan yang putih bersih itu tampak mewah dan elegan ketika setiap deretan model pakaian terpajang dengan sangat rapih dan indah.
"Ganti gaun murahmu dengan yang termahal!" ucap Mark yang sudah duduk di sofa dekat pintu masuk.
Alea mengerutkan dahinya,saat mendengar penuturan bosnya tentang gaun yang ia kenakan dan menyuruhnya untuk berganti pakaian.
"Ganti sendiri atau kau ingin aku yang menggantikannya?" tatap Mark dengan tajam ke arah Alea yang tertegun mendengarnya.
"Baik, jangan macam-macam." Alea mengalah.
Mark tersenyum tipis ketika mendengar jawaban Alea dan segera pergi mendekati pakaian yang terpajang dengan perlahan.
"Memang apa salahnya dengan gaunku yang cantik ini?" gerutu Alea sembari memilih gaun di hadapannya.
"Yang salah yang mengenakannya," ejek Mark dari arah belakang Alea.
"Apa maksudmu?" tanya Alea mengerutkan dahinya mendengar ejekan Mark.
"Cepat cari gaun yang kau suka dan cantik! Jika tidak aku akan menyuruhmu menggunakan gaun yang sangat terbuka," jawab Mark.
"Eh. Tidak! Aku akan cari, aku tidak mau memakai seperti yang kamu bilang. Seleramu aneh," protes Alea dan mencari kembali gaun yang akan ia kenakan.
__ADS_1
Mark tersenyum tipis dan mengikuti Alea yang sedang memilih pakaian yang akan ia kenakan untuk pesta malam ini.
Kenapa dia malah mengikutiku sih? Aku kan jadinya gak bisa tenang mencari gaun yang sesuai.
"Tidak!" tegas Mark.
"Hah?" tanya Alea ke arah Mark yang protes.
"Simpan kembali!" jawab Mark menatap tajam pada Alea yang memegang pakaian.
Alea mengerutkan dahinya dan melihat Mark yang mengisyaratkan matanya pada pakaian yang ia pegang.
Ia menggerutu sepanjang perjalanan mencari gaun yang pas untuknya karena setiap kali ia menyukai gaunnya. Mark akan selalu protes padanya. Hingga membuatnya kesal.
Bahkan aku belum mencoba memakai baju-baju itu, tapi baru menyentuhnya saja, dia sudah melarang aku dengan tegasnya. Batin Alea.
Saat Alea terdiam dan menggerutu di dalam hati dan ekspresinya tampak kesal di mata Mark. Mark tersenyum tipis dan melihat ke arah gaun yang ia maksud, tapi Alea sama sekali tidak mau melirik gaun tersebut.
"Sepertinya kau hanya ingin aku yang memilihkan dan memakaikannya untukmu," ucap Mark datar.
"Terserah," jawab Alea kesal.
"Hmmm, bagus!" ucap Mark dan berjalan menghampiri gaun yang terpajang di hadapannya dan mengambilnya.
Alea terkejut, ketika Mark membawakan gaun yang sangat mewah dan cantik ke hadapannya. Gaun yang berwarna Hitam dengan kombinasi bulu burung warna emas di bagian dadanya dan lengan pendek. Gaun yang bahkan tidak memperlihatkan tubuhnya sama sekali. Rancangan ternama yang di rancang oleh perancang terkenal di Singapura. Tampak indah dan cantik walau tanpa pemiliknya. Alea tertegun melihat gain yang sangat indah dan cantik itu berjalan dengan pria tampan dan menghampirinya.
"Kenakan!" tegas Mark memberikan gaun yang sudah ia siapkan untuk sekertarisnya itu.
"Emmm, baiklah." Alea tersenyum dan meninggalkan Mark yang masih berdiri dan berbalik lagi.
"Dimana aku harus berganti?" tambah Alea ragu.
"Apa kau semakin bodoh, ketika seharian di kelilingi pria tampan?" jawab Mark datar.
Mark mengisyaratkan menunjukan Alea tempat ganti yang bahkan ada di sampingnya. Alea tertegun dan memilih untuk pergi menghindari Mark karena merasa malu.
__ADS_1
Hehehe, kenapa dia tahu kalo aku memang selalu bersikap bodoh ketika duniaku penuh pria tampan. Batin Alea terkekeh.