Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Bonus untuk kalian


__ADS_3

Setelah di rasa Lelah dan sudah larut Rendi berpamitan kepada orangtuanya untuk tidur. Ia menggendong istrinya ke kamar atas. Ia juga merebahkan tubuhnya di samping istrinya. Saat ia melihat ke arah istrinya yang tertidur pulas.


Rendi menyentuh bibir istrinya dengan jari tangannya. Ia tersenyum dengan bibir yang cerewet ini bisa membuat ke hangatan di dalam keluarga Rendi terutama ibunya yang sudah dingin dari lahir. Kini berubah dan melebarkan senyumannya.


"Hmmm bibir ini sangat manis saking manisnya bisa meluluhkan orang tuaku yang acuh itu terimakasih sayang i love you," ucap Rendi.


Rendi mengecup bibir istrinya dan ia bangkit membuka baju istrinya dan juga kerudungnya.


Ia mengelap wajah istrinya dengan air hangat pelan agar tidak membangunkan tidurnya. Setelah selesai Rendi mencoba mencari sesuatu untuk istrinya pakai. Tapi tidak ada yang bisa ia temukan. Karena tidak ada pakaian buat Rara. Rendi mengambil kemejanya dan memakaikannya pada istrinya yang kini sudah bersih.


Setelahselesai mengenakan pakaiannya pada istrinya. Rendi pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah lengket. Setelah selesai mandi ia menghampiri istrinya Ia memandanginya mencium keningnya dan juga. Ia kembali merebahkan tubuhnya di samping istrinya dengan memeluk istrinya Rendi menutup kedua matanya dan tertidur.


Sepertinya hari ini mereka kelelahan karena sudah berkeliling di sepanjang pusat perbelanjaan dan berbincang semalaman. Hari ini adalah malam yang indah dan bahagia bagi keluarga utama Anggara.


Ibu Ratih menyimpan boneka hadiah dari menantunya di dalam lemari pajangan di kamarnya.


Ia tampak tersenyum melihatnya setiap kali melihatnya terbayang wajah menantunya yang tersenyum girang padanya ia melihat ke arah suaminya yang akan tertidur.


"Apa kamu bahagia?" Tanya tuan Anggara. Menghampiri istrinya yang sudah bersender di ranjangnya.


"Menurutmu," ucap ibu Ratih tersenyum.


"Kalau kamu bahagia aku akan sangat bahagia," ucap suaminya.


"Yaaa, aku senang melihat putraku bisa memiliki istri yang sebaik Rara.


Gadis itu adalah sosok yang aku harapkan dulu bagaimana aku tidak bahagia bahkan kalau bisa aku menangis saking bahagianya," ucap ibu Ratih.


"Kamu mau menangis kemarilah biar aku peluk," ucap suaminya.

__ADS_1


Ibu Ratih tersenyum melihat tingkah suaminya yang berubah seperti itu ia terkejut juga sangat heran. Selama ini tidak ada banyak percakapan antara mereka berdua. Tapi kali ini suaminya melembutkan suaranya dan bersedia merangkul istrinya bahkan berpelukan dalam tidurnya malam ini.


"Kamu bahkan seperti menantumu," ucap ibu Ratih dan ia menanggapi pelukan suaminya.


"Memang kenapa kalau seperti menantuku,aku suka," jawab tuan Anggara.


Tuan Anggara tersenyum sambil memeluk istrinya yang selama ini sedingin es pada siapapun itu.


Bahkan juga bersikap acuh pada suaminya. Semua ini berkat dari seorang Rara yang tanpa sengaja ataupun tersengaja masuk ke dalam kehidupan keluarga Anggara yang dingin. Malam ini tuan dan nyonya Anggara tidur dengan damai dengan posisi berpelukan.


Di tempat lain khususnya di bagian Dapur. Di lantai bawah rumah Anggara sangat ramai dengan setiap perbincangan mereka tentang tuan dan nyonya besarnya. Juga tentang nona baru mereka yang ramah juga cantik. Kini para pelayan sedang bersorak ria bergembira dengan hasil dari ketegangan hari ini setelah mendapatkan pujian dari nona barunya.


Apalagi saat ini berkat nona barunya mereka mendapatkan bonus dua kali lipat karena membuat senang nona muda di rumah itu tadi.


Sampai pak Jun mengumumkan kepada pada semua pelayan bahawa hari ini mereka dapat bonus.


"Nona muda benar-benar berkah bagi kita baru pertama datang sudah membuat kita dapat bonus aku senang sekali kali ini aku akan bisa menyekolahkan putriku dengan kelas biola yang ia mau," ucap salah satu pelayan disana.


"Iya, semoga ini akan berlangsung baik bagi rumah besar," ucap pelayan lainya.


Para Koki yang dari pagi sangat tegang kini bernafas lega dan bangga karena satu kata pujian dari nona baru.


Mereka terselamatkan bahkan mendapat bonus dua kali lipat sekaligus.


Doni seorang Koki baru disana. Yang tersenyum senang karena buah yang ia bersihkan telah di makan habis nona muda. Bahkan keluarga besar mencicipinya. Ia tersenyum bahagia karena kerjaanya kini ada yang mau mencicipinya.


Nona muda bahkan memuji setiap hal di rumah ini ia juga sampai memujinya. Selama ini tidak ada yang mau memakai kemampuanya apalagi mencoba masakanya. Padahal semua masakan ia bisa hanya saja tidak sepopuler para Koki lainya.


Doni menghampiri Pak Jun. Ia tersenyum menyapa pamannya itu.

__ADS_1


"Paman, bagaimana aku sudah mendapatkan satu pujian bahkan seisi keluarga besar utama apa aku sudah boleh memasak untuk rumah besar?" Tanya Doni pada pak Jun.


"Kamu fokuskan dalam mengurus buah yang nona sukai pastikan itu tidak berpengaruh apa-apa pada nona muda kalau tidak kau akan tau apa yang akan terjadi padamu," ucap Pak Jun berjalan meninggalkan Doni.


"Apa serius paman waaaah aku suka sekali bisa melayani keinginan nona muda, apalagi Nona muda sangat baik dan cantik aku suka paman aku pasti tidak akan mengecewakanya," ucap Doni mengikuti pamanya.


Pak Jun berhenti dan menatap Doni


dengan pandangan tidak setuju akan hal yang Doni ucapkan tentang nona mudanya. Ia bahkan sudah di isyaratkan agar tidak ada yang mengusik kehidupan tuan muda dan nona mudanya.


"Walau Nona muda baik dan cantik kamu jangan coba-coba mendekatinya atau kamu akan habis oleh Tuan muda," tegas Pak Jun.


Doni yang mendengar itu terdiam ia tahu maksud pamannya tapi ia bukan mengagumi menyukainya ingin memilikinya.


Tapi ia memang sangat suka pada nona mudanya karena dia orang pertama yang memuji kinerjanya.


Doni pergi ke taman belakang dengan membawa sebotol anggur minuman.


Ia duduk di tepian jalan rumah besar yang sekarang hanya ada penjaga yang sedang berdiri.


"Aku berjanji akan memastikan Nona muda aman dan baik -baik saja," gumam Doni.


Doni mengucapkan sumpahnya dengan mengatakan akan selalu melindungi nona mudanya. Mengingat Doni hanyalah mantan berandalan yang gemar memasak. Ia hanya sudah tidak di ggunakan oleh tuannya di mana tempat ia tinggal dulu.


Karena sebuah alasan Doni memilih untuk bergelut dalam hal memasak dan tidak kembali ke dunia mafianya lagi.


Ia sudah berjanji pada seorang ibu untuk tidak akan menjadi dirinya yang dulu melainkan menjadi dirinya yang lemah hanya menjadi seorang Koki. Walaupun tidak sehebat koki-koki di dunia apalagi Koki yang ada di rumah besar Anggara.


Doni menyenderkan kepalanya di atas ranjang yang hanya muat untuk satu orang saja. Ia membayangkan seorang gadis yang seama ini ia mimpikan.

__ADS_1


__ADS_2