Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Season 2


__ADS_3

Sebuah kendaraan yang di tumpangi Rendi dengan Ken di balik kemudi. Kini mobil tersebut sudah terparkir di depan bandara. Rendi keluar dari dalam mobilnya bersamaan Ken yang membuka pedal pintu mobil dan Rendi keluar.


Mereka berdua berjalan memasuki bandara hanya di ikuti tiga pengawal saja tanpa Mark dan Iyas mengikutinya sekarang.


Rendi berjalan dengan tatapan datarnya tanpa memperhatikan keadaan pagi hari yang masih nampak gelap.


Mereka berjalan menghampiri pesawat Jet pribadi, milik Mark dan Iyas yang sudah di modifikasi.


Rendi memasuki pesawat bersamaan dengan Ken duduk di sampingnya.


Kini pesawat sudah lepas landas dan menuju kota C menghadiri acara lelang yang kedua karena semalam Rendi tidak menghadirinya.


Hanya butuh waktu tidak terlalu lama. Pesawat kini sudah mendarat di Kota C dan saat Rendi turun dengan dua pengawal juga Ken yang berada di samping Rendi.


Mereka di sambut beberapa petugas dari acara lelang yang bertempatan di sebuah pulau yang terpencil. Acara lelang masih ada satu jam setelah Rendi kini memasuki sebuah gedung besar yang luasnya bisa menampung banyak orang.


Di halaman depan sudah ada beberapa orang yang berdiri dan menyambut kedatangan Rendi.


Seorang pria berjas warna putih senada dengan sepatu dan kulitnya yang juga putih.


Pria itu tersenyum dengan sebelah tangan di dalam saku celananya. Ia tersenyum dan menghampiri Rendi.


"Hallo tuan Rendi Anggara, sungguh sebuah kehormatan tempat terpencil seperti ini bisa kedatangan Anda tuan," sapa Dirga yang tak lain adalah penyelenggara acara.


Dirga adalah seorang CEO terkaya dan berkuasa di kota C. Ia seorang ketua mafia geng persatuan hitam.


Dirga bergelut dalam dunia bisnis ilegal seperti saat ini ia buka acara pelelangan barang-barang antik.


Rendi bersalaman dengan Dirga dengan senyum ramah Dirga padanya.


Dirga juga menyapa Ken yang berdiri di samping Rendi.


"Yoo ... ini si garang Ken yang terkenal dengan kekejamannya itu? Aku tidak tahu jika kau masih muda," ucap Dirga tersenyum licik menatap Ken yang tanpa ekspresi.


Dirga mempersilahkan Rendi beserta anak buahnya masuk dan memberikan ruangan khusus untuk Rendi tempati.


"Silahkan anda istirahat dulu tuan Rendi, nanti akan ada anak buah saya yang menjemput Anda jika acara sudah di mulai, aku tinggal dulu, kau tenang saja di wilayahku tidak akan terjadi apa-apa terkecuali, seseorang memang tak terduga," ucap Dirga ramah.


Sebenarnya Dirga hanya ramah pada Rendi. Ia hanya tidak suka pada Ken yang ada di sampingnya. Dirga pergi meninggalkan ruangan setelah menatap picik pada Ken yang masih tanpa ekspresi menanggapinya.

__ADS_1


Setelah mendapati Dirga pergi. Rendi memasuki sebuah ruangan yang terlihat mewah dan nyaman baginya. Ia berjalan dan duduk di sofa. Ia melihat ke arah Ken ysng kini juga duduk di sofa di hadapannya.


"Apa kau yakin Ken, tidak ada hal yang berbahaya?" tanya Rendi menyenderkan kepalanya dan menutup kedua matanya.


"Tentu Tuan, semua sudah saya pastikan," jawab Ken.


"Baiklah, aku lelah. Aku akan tidur sebentar," ucap Rendi tertidur dengan posisi duduknya.


Ken mengangguk, ia berjalan meninggalkan ruangan dan mencari udara segar di luar. Ia berjalan menghampiri kedua anak buahnya dan meminum segelas air anggur yang tersedia di meja.


Rendi membuka kedua matanya dan melakukan panggilan video pada seseorang. Setelah menunggu srbentar. Panggilan ada yang menyaut di sana. Ia melihat Adam yang sedang menggukan kacamata dan duduk di depan komputer yang sedang ia kerjakan.


"Kau masih belum menemukannya?" tanya Rendi.


"Belum Tuan, ternyata sangat sulit menemukan identitasnya tuan, apakah mungkin dia organisasi ilegal yang dulu pernah hilang itu Tuan?" jawab Adam masih dengan jari megetik dan mencari sesuatu yang di minta oleh tuannya.


"Ternyata sangat sulit ya? Berarti kau masih tidak ahli," ucap Rendi.


"Saya pasti menemukannya tuan, anda menunggu sebentar tuan tidak apakan?" jawab Adam.


"Kau lakukan dengan teliti, aku akan tidur kembali," ucap Rendi mengakhiri panggilannya. Ia menutup kedua matanya dan tertidur karena acara lelang masih ada setengah jam lagi.


Semua orang ysng hadir disanabukanlah orang biasa melainkan kaum elit kelas atas.


Mereka memiliki alasan masing-masing untuk hadir disana, ada yang hadir karena ingin pamer dan ada yang hadir karena sebuah urusan bisnis yang dapat saling menguntungkan satu sama lain. Tetapi mereka semua memiliki satu tujuan yang sama, yaitu mereka hadir karena mengikuti acara lelang yang di laksanakan di dalam gedung besar dan tertutup tersebut yang sangat jarang mereka hadiri.


Acara lelang itu begitu berkesan dan megah karena lelang hanya di selenggarakan satu kali dalam beberapa tahun sekali dengan tempat dan tema yang menentu. Sehingga menjadi daya tarik semua kalangan elit srtiap kali di adakan acara pelelangan. Di dalam acara lelang itu. Penyelenggara terbesar sekaligus pemilik tempat lelang tuan Dirga, yang tak lain ketua dari geng persatuan hitam.


Mereka menjual berbagai macam barang-barang antik, baik dari barang yang langka atau bahkan hanya ada satu-satunya di dunia. Bahkan sampai barang legalpun mereka lelang disana dengan harga yang bervariasi


Seperti 4 tahun sebelumnya, dimana barang utama yang di lelang adalah sebuah Relief kuno peninggalan Bangsa Yunani Kuno. Yang di katakan menyimpan sebuah peta harta karun yang tak terhingga. Relief itu terjual dengan harga lebih dari $1 milion Amerika.


Tema untuk kali ini masih di rahasiakan dari publik dan barang utamanyapun masih menjadi misteri.


Tetapi satu hal yang pasti! Barang utama yang akan di lelang kali ini jauh lebih berharga daripada relief kuno yang di tinggalkan oleh bangsa Yunani kuno sebelumnya.


Banyaknya kaum elit dari berbagai negara hadir di lelang kali ini, karena menginginkan barang terakhir yang akan di lelang di akhir acara.


Rendi dan Ken kini sudah duduk di tengah-tengah para kalangan yang juga sudah duduk menunggu acara di mulai.

__ADS_1


Ia masih dengan pandangan ke depan dengan elegan ia naikan sebelah kakainya menumpang di kaki sebelahnya. Ia tampak elegan dalam posisi duduknya.


Ada seorang kolega yang memperhatikan Rendi. Seorang wanita mengenakan topeng memperhatikannya. Ia tidak pernah melepas pandangannya pada Rendi. Seorang gadis elit, putri pertama Dirga group yang usianya masih terbilang muda di bawah Rendi. Dengan balutan gaun mewahnya yang berwarna biru laut. Ia berjalan menghampiri Rendi dan duduk di samping Rendi tanpa permisi.


Rendi tidak menghiraukan wanita di sampingnya. Walau gadis itu sudah memberikan perhatiannya pada Rendi berulang kali.


Ken memperhatikan gadis itu. Ia berjalan dan duduk di tengah-tengah. membatasi wanita itu dengan tuannya. Ken yang datar tidak menghiraukan wanita yang ada di sampingnya dengan wajah kesalnya.


Sudah banyak barang antik yang langka di acara lelang tersebut. Tapi Rendi belum sekalipun ia angkat papan untuk menawar barang.


Dirga yang terdiam dalam duduknya. Ia menopang dagunya bertanya-tanya dalam lamunannya.


"Apa yang dia inginkan, kenapa masih belum mendapatkan satu barangpun, sebenarnya apa yang dia cari?" gumam Dirga.


Acara lelang sudah di puncak akhir dan kini barang yang akan di lelang adalah sebuah mutiara putih yang usianya sudah ratusan tahun dan sudah berpindah kepemilikannya untuk yang ketiga kalinya saat ini yang pertama adalah tuan Brian yang namanya masih dalam pertanyaan. Karena tidak pernah ada yang tahu siapa seorang Brian yang menjadi perbincangan kalangan elit dari puluhan tahun terakhir.


Brian adalah kakek Rendi Anggara. Yanitu Brian Anggara. Tapi Brian sangat ahli dalam menutupi identitasnya hingga tidak pernah ada musuh yang berani dan bisa melacaknya dalam hal apapun. Brian hilang karena sebuah penghianatan oleh orang terdekatnya yang bahkan tidak ada yang tahu siapa orang berkhianat saat itu saking pandainya Brian menutupi semua kehidupannya termasuk anak istrinya yang hanya satu-satunya dan juga cucu satu-satunya Rendi Anggara.


Saat sebuah kotak kecil menujuka sebuah kilauan mutiara yang asli dan kokoh. Rendi mulai tersenyum. Sebelum semua mengajukan penawaranya. Ken sudah mengangkat papannya dengan harga $ 2 milion Amerika.


Semua yang mendengar dan melihatnya tertegun dan tidak ada yang berani menawar lebih dari tawaran pertama dari Rendi.


Orang-orang yang memperhatikan Ken dan juga Rendi mereka saling bertanya-tanya. Tentang jati diri Rendi yang masih belum terungkap karena pengusaha yang terkenal selama ini hanya tuan Anggara saja. Tidak ada yang tahu pemegangnya siapa.


Setelah mendapatkannya, Rendi bangun dari duduknya dan berjalan meninggalkan tempat acara tanpa menghiraukan pandangan orang lain apalagi wanita yang duduk dari tadi dan ia tinggalkan begitu saja.


Ken masih berjalan mengikuti Rendi hingga sampai di ruangan istirahatnya. Rendi masih tidak berbicara sama sekali. Ken membiarkan Rendi masuk dan beristirahat. Ia memilih untuk keluar dan tidak menemani tuannya yang ingin istirahat.


Rendi merebahkan tubuhnya. Ia melakukan panggilan video pada istrinya yang kini sudah tersenyum melihatnya dengan Amira di pangkuannya.


Rendi tersenyum ketika kalimat pertama yang Amira ucapkan adalah.


"Papa ...."


Rendi tersenyum bahagia begitupun Rara yang terkejut mendengar ucapan Amira yang lantang memanggil papa nya.


Rendi terduduk ketika mendengar ucapan putri kesayangannya yang malas untuk berbicara. Lain dari kakaknya Rayn yang sudah lantang memanggil nama mamanya juga. Rendi mencium handphonenya saat hatinya bahagia bahkan jauh lebih bahagia ketika mendapatkan mutiara warisan turun temurun milik keluarganya. Ia ingin sesegera mungkin untuk pulang detik ini juga.


"Sayang, tunggu papa pulang ya ! Papa ingin memeluk menciumu sampai kamu jera, aku bahagia sekali kamu berbicara sayangku," ucap Rendi bahagia.

__ADS_1


"Hmmm, kau hanya mau bertemu putrimu ini tanpa menghiraukan mamanya?" cetus Rara memasang wajah cemberut pada suaminya yang malah tertawa mendengar ucapan istrinya.


__ADS_2