
Prolog Rendi Rara
Rendi menggoda Rara yang marah padanya,dengan pipinya yang mengembung bibir memajukan kedepannya.
Rendi gemas melihat tingkah istrinya.
Ia melihat dan mengecup bibir istrinya yang sedang marah.
Rara membulatkan kedu matanya yang mendapatkan serangan mendadak dari suaminya itu.
Ia mencoba berontak mendorong suaminya tapi tangan Rendi terlalu sigap dan kuat.
Ia tidak melepas ciumannya pada istrinya kali ini.
Sampai pada akhirnya Rara mengalah dan membiarkan suaminya menciumnya sepuasnya.
Tapi tidak lebih dari sekedar menciumnya.
Rendi mengakhiri ciumannya dan melihat wajah istrinya yang cantik dan penampilan yang berantakan olehnya.
"Hmmm manis,aku suka terimakasih Istriku," ucap Rendi tersenyum.
Rara yang mendengar ucapan Rendi wajahnya memerah karena malu.
Tapi hatinya bahagia dengan debaran di dadanya yang tak beraturan.
Setelah dua hari pernikahan yang di adakan kekeluargaan.
Rendi, Rara, ken dan Dilla berpamitan untuk kembali ke Jakarta.
Sebelum pergi Rara dan keluarganya berpelukan melepas kerinduan mereka.
Rara memeluk ibunya yang sedang menangisi kebahagiaan putrinya.
Setelah berpamitan mereka pergi kembali menuju Jakarta dengan aktivitas masing-masing.
Lain dengan Rendi dan Rara berencana untuk tinggal terpisah, untuk menghindar segala sesuatu yang tidak bisa terkendali.
Rendi mengantar Rara kembali ke Cafenya.Tapi Rendi kembali ke rumah besar keluarga Anggara.
Saat Rara kembali ke Cafenya yang sudah tutup selama seminggu karena tambahan hari mereka pulang.
Kini Rara dan Dilla membereskan dan membersihkan Cafe, agar bisa langsung buka ke esokan harinya.
Tampak ada kebahagiaan yang menyemangati Rara saat melakukan pekerjaannya kembali.
*****
Prolog Rendi.
Di lain sisi Rendi kembali ke rumah besar.
Untuk saat ini ia bermaksud untuk memberitahu keluarga besar bahwa ia sudah menemukan gadis yang tepat bahkan sudah menjadi istrinya.
__ADS_1
Sampai Rendi masuk di ruangan tamu sudah banyak keluarga Anggara sedang berkumpul.
Rendi menghampiri semua yang ada disana juga ia melihat seseorang yang tidak ia sukai.
"Rendi kamu kembali Sayang?" Mari duduk,Bi ambilkan minum untuk Tuan Muda!" Pinta ibu Ratih kepada pelayanya.
Pelayan itu mengangguk dan pergi ke dapur untuk menyediakan minum untuk tuan mudanya.
Rendi masih berdiri dalam diamnya ia merasa ada yang janggal dalam pertemuan kali ini.
"Rendi selamat ya lihat kamu bahkan tidak pernah membawa istrimu ini kalau Nia hamil enam bulan," ucap Ibu Ratih.
Semua tersenyum memandangi Rendi tanda memberi selamat atas kehamilan istrinya.
Rendi tersenyum licik saat mendengar kabar bahwa Nia sedang hamil,bahkan mengira itu anaknya.
"Ternyata kamu tidak bisa di ajak baik-baik ya," batin Rendi.
Di sisi lain Nia tersenyum penuh kemenangan,ia mencoba untuk memutar balikan fakta pada keluarganya untuk menekan Rendi.
Tapi Nia tidak tahu siapa Rendi yang sebenarnya.
Rendi tuan rumah di keluarga Anggara dan juga memiliki banyak koneksi jika hanya memerlukan sesuatu untuk menghancurkan seseorang termasuk Nia itu bukanlah hal yang sulit baginya.
"Kamu pikir gampang menceraikan aku huh, tidak akan bisa," gumam Nia.
Keluarga besar Anggara berbincang dengan bahagia akan kehamilan menantu mereka.
Seminggu lagi akan di adakan pesta tujuh bulanan di keluarga besar Anggara dan jelas saja layaknya sebuah pesta persiapan sangat mewah.
Di ruang kerjanya Rendi sedang berbicara dengan Ken yang berdiri di hadapannya.
Rendi tampak geram dengan pandangannya pada Ken.
"Kamu siapkan dan lakukan dengan sempurna aku tidak mau ada kesalahan." Rendi geram terlihat aura membunuh di matanya.
"Baik Tuan," balas Ken.
Untuk melepas amarahnya Rendi mencoba untuk menelepon istrinya. Rara yang belum ia hubungi kembali setelah kembali dari Bandung.
Rendi tampak bahagia saat mendengar suara istrinya yang ia rindukan.
Setelah berbicara dan mendengar istrinya yang berbicara tanpa henti. Kini hati Rendi sudah membaik kembali hanya dengan mendengar suara istrinya.
Setelah satu minggu berlalu kini tiba saatnya acara di mulai.
Semua tamu undangan dari kalangan Elit para pengusaha hadir ke acara keluarga besar Anggara
Masing- masing memiliki maksud dan tujuanya tersendiri termasuk untuk mendapatkan hati tuan Anggara.
Pengusaha muda Rendi Anggara.
Setelah semua sudah ramai berkumpul dengan para tamu yang berkalangan Elit.
__ADS_1
Kini saatnya MC mengumumkan bahwa pemilik acara Tuan Rendi Anggara akan menyampaikan sesuatu.
Nia tampak tersenyum melihat Rendi sudah akan berdiri di atas panggung.
Saat Nia hendak menghampiri Rendi.Nia terhenti saat handeponnya berdering.Ia terkejut dengan nama yang tertera di layar handponya ia.
"Ada apa?" Tanya Nia geram.
"Sayang aku di toilet kemarilah aku kangen padamu," ucap yang di seberang telepon.
"Kamu gila sudah berapa kali aku bilang pergi jauh-jauh bahkan aku sudah mengirimu banyak uang," ucap Nia kesal.
Nia geram ia melirik kesana kemari takut ada yang memperhatikanya.
Di depan panggung acara Rendi sudah di panggil MC dan Rendi menghampirinya ia naik ke atas panggung.
Rendi menyampaikan terimakasih sebagai basa basinya.
Sehingga sampai saat dimana Nia di panggil untuk mendampingi Rendi
Ia berkali-kali di panggil tapi belum datang juga.
Sampai berapa menit Nia datang dalam keadaan penampilan sedikit berantakan dan rambut acak acakan. Ia menghampiri Rendi sambil merapihkan pakaianya.
"Maaf ya Sayang, aku tadi gak enak badan jadi ke toilet dulu," ucap Nia.
Rendi hanya tersenyum sampai saat dimana Nia memegang mix, terdengar suara desahan di ruangan tersebut yang membuat kaget Nia.
"Sayang kenapa kamu meninggalkanku dan malah bersama dia," suara di ruangan itu jelas.
"Aaaaah aaku harus jadi nyonya besar Agar kita mendapatkan warisan," terdengar jelas suara itu adalah suara Nia.
Sampai tidak terdengar lagii kelanjutanya lalu ramailah seiri tamu disitu membicarakan orang tersebut.
"Tiiing...."
Suara mix terjatuh beserta Nia yang terduduk.
Ia bagaikan tersambar petir kacau
dan Rendi berbicara kembali.
"Mah,Pah sebenarnya Rendi dan Nia sudah bercerai seminggu yang lalu. Karena Rendi sudah tahu kelakuan Nia sebulan setelah pernikahan,bahkan Rendi bertahan selama satu tahun tapi dia sama sekali tidak menghiraukanku,entah kenapa dia sangat tidak tahu di untung malah memberitahu kalau bayi yang ia kandung adalah anakku jangankan menyentuhnya melihatnya pun Rendi jijik," perkataan Rendi menggema.
Nia memohon pada Rendi.
"Rendi aku seperti ini karena kau tak pernah mau menyentuhku," rengek Nia.
"Hmmm,kamu bahkan penuh bercak merah di lehermu seminggu setelah pernikahan,itupun kalau aku tidak sempat ingin menyentuhmu mungkin aku tidak akan tahu kelakuanmu," tangkis Rendi.
Daarrrrr ....
Seperti tersambar petir Nia terkejut, bahwa Rendi pernah akan menyentuh nya, tapi sialnya Nia terlalu tidak sabaran sampai membuat dia kehilangan seorang Rendi Anggara. Pengusaha terbesar di Asia ia bahkan bermimpi menjadi nyonya besar Anggara.
__ADS_1