
NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favoritkan dan vote yach... Selamat membaca kak.
Amira memajukan bibirnya mencium ayah dan ibunya di kedua jari tangannya.
Rara dan Rendi tersenyum begitupun Raisa yang ikut tertawa kepada kakak perempuannya. Yang untuk pertama kalinya Amira melakukan hal yang konyol seperti itu.
"Kak Mira gila," ledek Raisa tertawa.
Kedua orang tuanya, Rendi dan Rara tertawa terbahak-bahak, mendengar putri bahasanya mengatakan seperti itu. Amira terdiam dan membulatkan kedua matanya menahan malu mendengar ucapan adik perempuanya itu ia lalu.
"Kakak gila, karena kakak merindukan kalian kok! Ma Kapan kalian pulang?" tanya Amira.
"Apa yang kamu tanyakan Kak? Kita di sini baru 2 hari disni kakak sudah merindukanku saja kamu," jawab Raisa.
Rara, Rendi dan Amira tertawa bersama mendengar ucapan Raisa.
"Ya sudah, Mah, Pah. Mira matikan dulu ya handphone-nya. Karena sebentar lagi sudah mau sampai di kampus, jaga diri kalian baik-baik dan cepat pulang," ucap Amira ngucap salam dan menutup telepon.
Amira kini berada di depan kampus, setelah bus berhenti tepat di dekat kampusnya. Saat Amira memasuki kampus, Aris yang datang lebih dulu dari nya Melambaikan tangan ke arah Amira. Ia tersenyum melihat sahabatnya itu dan menghampirinya.
"Aku kira kamu tidak akan masuk?" tanya Aris.
__ADS_1
"Kenapa? Kalau begitu aku balik lagi saja," jawab Amira.
"Jangan! Kamu kok seperti itu sih? Aku tidak ada temannya. Jika kamu tidak masuk kuliah," ucap Aries.
Amira mengangguk dan kini mereka berjalan memasuki kampus, keduanya masuk ke ruangan yang dimana sudah ada banyak mahasiswa disana.
"Eeh, cowok tampan yang waktu itu yang bernama Rayn. Dia tidak masuk loh udah dua hari ini kenapa ya?" tanya Aris.
"Aku bukan ibunya," jawab Amira Acuh. Dalam hatinya.
'Karena aku adiknya, hehe,' batin Amira tersenyum.
"Hus, apa yang kau katakan? Itu hal yang gak mungkin, aku menikah dengannya. Dosa!" seru Amira.
"Kenapa? Kamu cantik dia ganteng? Cocok yaa ... walau kalian agak mirip itu malah lebih bagus kok. Gen yang perpect," ucap Aris.
"Gila lu," ucap Amira meninggalkan Aris.
"Eeeh, kenapa jadi aku yang gila? Justru yang sedang jatuh cinta kaya kamu selalu gila loh, hahaha," ucap Aris.
Amira berjalan meninggalkan Aris tanpa menghiraukan ucapan sahabatnya itu, bagi Amira itu adalah pembicaraan yang sangat konyol baginya. Pasalnya dia dan kakaknya adalah sepasang adik kakak yang akan menyinari lautan perusahaan di masa depan nantinya. Memikirkan hal itu, Amira tersenyum bangga pada kakaknya dan juga keluarganya yang sangat menyayanginya.
__ADS_1
"Kau tidak merindukannya?" bisik Aris pada Amira yang menundukan kepalanya di atas meja.
"Eeh, kok malah tidur sih? Kan pelajarannya belum mulai? Ra, Ra, Amira? Astaga gadis cantik tertidur, macam dongeng saja," gerutu Aris.
Aris menggetutu dan melihat bukunya saat ia teralihkan oleh seorang dosen memasuki ruangan. Aris terkejut dan melihat ke samping, ia lebih terkejut saat melihat Amira yang terlihat biasa saja. Amira bahkan sedang mendengarkan dosen yang berbicara.
Aris mengerutkan dahinya tidak mempercayai gadis di sampingnya itu yang sebelumnya tertidur, sekarang sedang serius mendengarkan dosen bahkan sambil sesekali ia menulis di bukunya.
"Apa gadis ini manusia atau bukan sih?" gumam Aris.
"Memang kamu maunya aku ini apa? Manusia atau apa?" tanya Mira menatap lekat ke arah Aris.
"Tidak ada, tidak ada. Aku hanya bercanda saja! Habisnya, kamu itu baru saja kamu tertidur, namun dalam beberapa detik kamu sudah terlihat tidak mengantuk bahkan sedang menulis dengan seriusnya,"jawab Aris.
Amira tidak menggubris ucapan Aris. Ia fokus ke dosen yang sedang menerangkan pelajarannya. Hingga waktunya pulang Amira bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari depan. Aris yang memperhatikan Amira, ia bahkan tidak menulis apapun malah memperhatikan sahabatnya yang serius belajar di sampingnya itu.
Amira menoleh kearah Aris dan mengerutkan dahinya, pasalnya sahabatnya itu malah tersenyum senyum kearahnya tajam.
"Jika Ujian nanti kamu tidak bisa! Aku tidak akan menolongmu!" ucap Amira menatap tajam ke arah Aris.
Aris terkejut mendengar ucapan sahabatnya itu, sebelumnya ia menjawab ucapan Amira. Namun kini Gadis itu sudah berdiri dan pergi meninggalkan ruangan. Aries bergegas berlari mengikuti Amira. Ia berbicara panjang lebar kepada gadis itu agar bisa membantunya saat ujian nanti.
__ADS_1