Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Kegundahan Ken.


__ADS_3

Ken menyelesaikan sarapannya,walau ia sudah sarapan di Apartmentnya, tapi ia tidak pernah melewatkan makanan di rumah besar.


"Andai saja istriku bisa membiarkan aku banyak bertanya,mungkin tidak akan sesulit ini jika hanya untuk menyuruhnya berkunjung ke rumah besar," batin Ke.


Rendi yang tersenyum puas dengan kebingungan Ken,ia tampak bahagia saat melihat Ken yang teritimidasi oleh istrinya sendiri.


"Hahaha,istrimu hanya segitu keras kepalanya masih kalah jika di bandingkan dengan keras kepala istriku biar kamu rasakan bagaimana rasanya tertekan," batin Rendi.


Rendi menghampiri anak dan istrinya yang sedang di ruang bermain.


Rendi melihat istrinya bercanda dengan anak-anaknya,ia tersenyum.


Dan menghampiri Rara.


"Sayang aku berangkat ya,"ucap Rendi mencium pucuk kepala istrinya.


"Hmmm,jangan terlambat pulang," tegas Rara.


"Baik Sayangku muach." Rendi mencium kening istrinya.


"Kamu kirim pesan padaku jika sudah pasti Dilla kemari," ucap Rara.


"Iya ,aku berangkat ya sayang ,anak-anak papa juga baik-baik ya," ucap Rendi mencium Rayn dan Amira.


"Iya," jawab Rara mencium punggung tangan suaminya.


Ken yang melihat adegan Rendi dan Rara ia tersenyum kagum.


"Seperti inilah kalian selalu aku akan mencoba yang terbaik untuk kalian agar tetap bersatu dan bahagia"batin Ken.


Rendi berangkat ke kantor karena ada pertemuan untuk hari ini dengan klien perusahaan luar negeri lagi.


Rendi yang di ikuti Ken dari belakngnya,ia berjalan ke sebuah ruangan pribadi di sebuah Restoran.


Rendi membuka pintu sudah ada dua orang pria duduk dan melihat ke arah Rendi mereka menjabat tangan Rendi dan menyapanya.


Selang satu jam Rendi berdiri dan berjabat tangan dengan kliennya, mereka berpamitan ke luar ruangan.


Rendi masih di dalam ruangan dan berdiam diri.


"Sepertinya rencananya tidak akan semudah yang kita bayangkan Tuan" ucap Ken.


"Hmmm, tidak akan ada yang tidak mudah jika kita berusaha," ucap Rendi datar.


Ken mengangguk mengerti dengan apa maksud ucapan tuannya.


"Apa Dilla sudah berangkat?" Tanya Rendi.


"Mungkin sudah saya sudah memberi pesan padanya," jawab Ken.


"Telepon dia!" Pinta Rendi.


"Tapi Tuan," ucapan Ken terhenti mengingat jika ia menelpon istrinya sama sekali tidak di angkat sekali di angkat Dilla bicara dengan menekan dan tidak berhenti.


"Kenapa apa masih tidak boleh,kenapa kau tidak periksa istrimu itu aku curiga dia punya selingkuhan Ken," teriak Rendi mengejutkan Ken.


"Apa benar?" Tanya Ken terkejut.

__ADS_1


"Mungkin," jawab Rendi datar.


Ken terdiam, ia tidak pernah berpikir demikian karena istrinya selalu manja padanya walau di waktu tertentu, kalaupun Dilla lebih kekanakan tapi Ken percaya istrinya mencintainya.


"Kita pastikan," ucap Rendi berdiri meninggallkan ruangan itu bersama Ken yang mengangguk dengan pikiran tidak karuan.


Rendi tersenyum melihat Ken yang sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Haha ,istrimu itu pasti lebih susah di hadapi dari pada istriku yang manis kan Ken," batin Rendi tersenyum.


Ken melajukan mobilnya di balikkkemudi dengan Rendi di kursi penumpang.


"Kita kembali tuan?" Tanya Ken.


"Kantor." Jawab Rendi acuh ia melihat handpoenya mengirim pesan.


Ken mengangguk ia melajukan mobilnya menuju kantor,Ken masih dalam pikirannya memikirkan istrinya yang belum menjawab pesan yang ia kirimkan.


"Kenapa dia tidak membalas sama sekali,biasannya kalau mendengar nama Rara dia langsung cepat membalasnya,apa benar kata Tuan," batin Ken gundah.


Rendi sekarang sudah berada di kantornya duduk membaca dokumen-dokumennya.


"Hmmm, hal seperti ini ingin agar aku tidak mengetahuinya,Jason,Jason aku ini sudah bukan si bodoh lagi juga bukan anak ingusan yang bisa kamu ajak bicara," gumam Rendi.


Rendi bersandar di kursi putarnya menengadahkan kepalanya,ia menutup kedua matanya tertidur.


Ken membuka pintu kantor Rendi,ia melihat tuannya sedang tertidur.


"Anda jangan khawatir tuan saya akan pastikan pergerakannya tidak akan secepat yang ia harapkan," batin Ken.


Ken menutup kembali pintu dengan perlahan,ia berjalan menghampiri Nina yang sedang melihat ke arah komputernya.


Ken terduduk ia merogoh ponselnya yang sama sekali tidak ada pesan dari istrinya.


Ken menskrol kontaknya dan menelpon seseorang.


"Apa kau sudah pastikan semua aman?" Tanya Ken pada orang di sebrang teleponnya.


"Sudah kau jangan khawatir semua berjalan sesuai kemauanmu,oh iya apa aku boleh bertemu dengan tuanmu itu?" Tanya yang di sana.


"Sudah ku bilang itu tidak akan terjadi,"jawab Ken.


"Kau pelit," ucapnya.


Ken menutup sambungan teleponnya tanpa menungggu ucapan yang di teleponnya.


"Nona muda jauh lebih baik darimu kenapa juga kau ingin tahu tuanku," ucap Ken membuka file di komputernya.


*****


Prolog.


Rendi terbangun setelah terdengar suara keributan di luar pintu kantornya.


Ken mencoba mencegahnya,tapi tidak bisa mencegah Lisa yang tak lain adalah mantan Ken yang telah putus karena menggoda Rendi.


Lisa membuka pintu dengan paksa.

__ADS_1


Rendi yang melihat siapa yang datang ia terlihat santai hanya saja ia menatap dingin ke arah Lisa yang menghampirinya.


"Lewat dari jarakdua meter akan aku pastikan kau tidak akan menjadi artis lagi," ucap Rendi dingin.


Lisa yang tadinya berjalan dengan senyum bahagia ia terhenti dari langkahnya.


"Apa kabarmu Rend,aku berkunjung untuk menanyakan kabarmu,saat ini aku sedang ada pemotretan jadi aku mampir ke kantormu," ucap Lisa tersenyum menggoda.


"Apa kau jadi buta setelah sekian lama?" Tanya Rendi.


Lisa terkejut mendengar perkataan Rendi yang berubah 99% dari dulu yang pernah ia rasakan.


Dulu Rendi sangat lembut dan sopan padanya,karena Lisa wanita pertama yang Ken miliki hingga Rendi menghargai dan menghormati orang terdekat Ken.


Tapi Lisa malah salah mengartikan kebaikan Rendi hingga memfitnah Rendi bahwa ia bercinta dengannya.


Ken yang prustasi ia mendengar Lisa mengatakan cinta pada tuannya, ia lebih memilih meninggalkan Lisa dan percaya pada tuannya.


Ken mencari setiap inci bukti fitnahan dari Lisa,sehingga ia semakin percaya pada tuannya dan mencampakan Lisa.


Rendi sempat takut akan Ken yang tak mempercayainya,karena Rendi tidak pernah menyentuh Lisa,hingga terbukti bahwa itu semua hanyalah foto editan dari Lisa yang sedang tidur bersama orang lain di ganti dengan Rendi.


Sejak saat itu Lisa pergi dengan tangisan di matanya karena ia berencana mendapatkan keduanya malah kehilangan semuanya.


Lisa terdiam dengan hati gundah saat mendengar Rendi mengatakan hal tajam padanya.


"Rend aku hanya menyapamu apa tidak boleh?" Tanya Lisa lembut.


"Tidak boleh! " Cetus Rendi.


Lisa terdiam dengan hati panas membara ia tak menyangka akan hal ini.


Lisa sudah berdandan cantik untuk ini.


Ia mengenakan dres hitam belah di dada juga paha yang terbelah.


"Rend." Ucapan dan langkah Lisa terhenti setelah mendengar ucapan Rendi.


"Keluar! " Tegas Rendi acuh.


Lisa terdiam ia berbalik menuju pintu keluar,ia berbalik berlari ke arah Rendi dan mencium bibir Rendi.


Rendi yang terkejut ia mendorong Lisa hingga tersungkur dengan keras.


"Ternyata kau sudah bosan jadi selebritas ya." Teriak Rendi.


Lisa terkejut bagaikan di sambar petir, dalam pikirannya ia ternyata sudah tidak bisa berbicara baik walau sudah mencium Rendi.


"Hahaha, tapi aku puas sudah dapat ciumanmu,sangat enak," tawa Lisa ia di bawa oleh petugas ke amanan.


Ken yang melihat kejadian itu ia geram dan mengambil handponenya.


"Aku ingin kau putuskan setiap rantai koneksi Lisa Amalia," ucap Ken.


Ken tidak ingin sesuatu terjadi pada tuannya,ia sudah tahu pasti apa yang akan Lisa lakukan selanjutnya.


Lisa akan leluasa mempropokasi kehidupan Rendi jika Lisa berada di lingkup kehidupan Rendi.

__ADS_1


Bisa jadi nona mudanya akan salah paham jika Lisa masih leluasa bergerak.


__ADS_2