Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Satu Untuk Selamanya


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favoritkan dan vote yach... Selamat membaca kak.


Naura cemberut dan memilih berdiam diri mengunyah makanannya dan sesekali ia melirik ke arah Amira yang masih dengan aktivitasnya memakan makanannya dengan khusu tanpa sebuah protes atau pembahasan apa yang di lakukan dirinya dengan kakaknya semalam. Meski Naura mencoba untuk berbicara, namun Amira selalu membuatnya terdiam karena makanan yang ia berikan padanya, setiap kali ia mau berbicara dan bertanya padanya.


"Pagi-pagi sekali kalian sudah bermesraan!" ucap Rayn datang dari arah belakang Naura dan duduk bersebrangan dengan keduanya.


Naura dan Amira terdiam dan tidak menghiraukan Rayn yang kini terdiam dan menatap keduanya yang masih sedang duduk mengunyah sarapannya. Amira masih dengan aktivitasnya menyuapi Naura dan juga dirinya yang memakan sarapannya. Rayn yang terdiam mengerutkan dahinya melihat tingkah kedua gadis kesayangannya itu masih dengan keduanya yang tampak acuh tidak menghiraukan dirinya.


"Hmm, jadi tidak ada yang mau memberiku sarapan?" tanya Rayn.


Naura dan Amira masih dengan makanan keduanya terdiam tidak menghiraukan Rayn yang kini masih tersenyum tipis melihat keduanya.


"Kalo begitu aku cari makanan di luar dan tidur di kantor saja!" ucap Rayn kembali.


"Eeh, kamu mau sarapan apa sayang?"

__ADS_1


"Kakak, biar aku tuangkan susunya,"


ucap Naura dan Amira bersamaan, mereka antusias memberi sarapan untuk Rayn yang kini tersenyum dan mendapat kemenangan yang teramat membuatnya bahagia.


Keduanya melayani Rayn dengan baik dan memberikan makan sarapan di pagi hari dengan senyum keduanya.


"Hmm, kenapa aku merasa punya istri dua ya? Haha cantik-cantik semua!" ucap Rayn.


Naura dan Amira yang mendengar itu saling menatap satu sama lain dan mengambil gelas susu yang ada di hadapan Rayn dan juga makanan roti slai yang ada di tangan Rayn yang hampir ia makan. Kini di ambil lagi oleh Naura dan memakannya dengan lirikan tajam ke arah Rayn.


"Ada apa? Kenapa kedua gadisku ini malah menatap kesal sama aku?" tanya Rayn.


Rayn berdiri dan mengambil roti dan memberi selai sendiri, sesekali ia masih melirik ke arah Naura dan Amira yang masih acuh dan mengabaikannya. Rayn tersenyum dan memakan roti yang sudah berisi selai dan ia menuangkan susu kedalam gelasnya sembari melirik ke arah Naura dan Maira yang masih acuh padanya.


"Hmm, baiklah ampuuun, maaf! Aku gak akan bicara begitu lagi, Janji!" ucap Rayn memakan makanannya.

__ADS_1


Naura dan Amira saling tatap satu sama lain dan tersenyum tertahan. Mereka begitu mendengar ucapan Rayn yang meminta maaf pada mereka yang awalnya hanya mau bercanda saja pada Rayn dan ternyata Rayn beneran meminta maaf pada keduanya. Hal yang jarang Rayn lakukan, apapun yang terjadi pria satu itu tidak pernah meminta maaf terlebih dahulu.


Naura berdiri dan berjalan ke arah Rayn memberikan segelas susu dengan senyum di wajahnya.


"Aku gak mau di duakan cintaku Rayn sayang!" ucap Naura tersenyum.


"Hmm, siapa juga yang mau menduakanmu sayang?" balas Rayn.


"Aku gak suka kamu tadi bicara seperti itu!" ucap Naura merengek.


"Apapun yang terjadi kamu tetap satu-satunya wanitaku dulu sekarang dan nanti! Calon istriku!" balas Rayn.


"Aku gak tidur kali ini!" cetus Amira mendengar Rayn dan Naura yang semakin meracaiu rayuannya.


Rayn dan Naura tersenyum mendengar protes Amira yang dari semalam hanya menjadi saksi cinta mereka berdua. Rayn dan Naura juga Amira kini sarapan di pagi hari hendak juga Rayn dan Amira yang pergi ke kampus. Namun tidak dengan Naura yang hanya akan tinggal di rumah saja.

__ADS_1


__ADS_2