Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Si Kembar


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen dan vote yach... Selamat membaca kak.


Acara yang akan di selenggarakan di sebuah rumah mewah dan megah terdapat banyak orang. Tamu-tamu elit berada di di ruang tengah rumah utama Robert. Dan juga di taman depan rumah, terdapat banyak tamu undangan yang akan dilaksanakan ulang tahun sore ini.


Rayn kini sudah dengan pakaian rapihnya. Pria kecil dengan usia yang terbilang muda 7 tahun, kini duduk di sofa kamarnya dengan elegan. Ia mengenakan jas hitam kemeja warna putih, duduk dengan tenang menumpang kaki dan memainkan handphonenya dengan sangat serius.


Seorang pelayan masih berkutik di samping ranjang, di mana Amira masih tertidur pulas. Mengingat sore ini, dirinya juga harus hadir di acara pesta hari ini. Namun berulangkali pengasuhnya itu membangunkannya. Amira masih tidak bangun juga. Setelah dirasa kesabaran Rayn sudah habis.


Ia berdiri dan berjalan menghampiri adik kembarannya itu dan menarik kaki Amira dengan cepat. Namun Amira spontan dengan gesitnya terbangun dan berdiri di atas ranjang memasang kuda-kuda untuk melawan siapapun yang sudah membuatnya terbangun. Rayn dengan wajah acuhnya ia tak memperdulikan tingkah adik kesayangannya itu.


Ia pergi meninggalkan Amira yang msih dalam posisinya. Rayn berjalan dan duduk kembali di sofa dan posisi duduknya seperti semula. Ia bahkan mengenaka airphonenya di telinganya. Ia fokus Memainkan gamenya kembali dengan tumpang kaki anak laki-laki tampan duduk dengan elegan tanpa menghiraukan adiknya yang kesal pada dirinya.

__ADS_1


Amira terdiam, ketika melihat kakaknya yang sudah membangunkannya dengan cara seperti itu. Ia kesal dan berteriak memanggil nama kakaknya itu dengan keras.


"Raynn ....,"


Amira berteriak membuat kedua pengasuhnya menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya. Mendengar teriakan Amira yang sangat keras.


Kedua pengasuhnya memahami alasan Rayn yang mengenakan airphone.


Rayn melihat ke arah Amira yang masih terdiam di atas ranjangnya dengan wajah di tekuk dan bibir maju ke depan. Ia tersenyum tipis dan membuka airphonenya dan menyimpan handpjhonenya di atas mejanya. Rayn berdiri dan berjalan menghampiri adik perempuannya.


Ia berjalan dengan gaya coolnya mendekati ranjang milik adiknya. Ia mrngisyaratkan kedua pengasuhnya untuk keluar dari kamar mereka berdua. Setelah pengasuhnya pergi keluar. Rayn tersenyum tipis dan duduk di tepi ranjang dimana Amira berada. Ia tersenyum melihat wajah adiknya yang selalu manis di matanya.

__ADS_1


"Jika masih tidak bangun, aku tak mau tidur satu kamar denganmu lagi," ucap Rayn dengan lembut.


"Hmm, tapi kamu tadi membangunkanku dengan kasar!" balas Amira dengan wajah kesalnya.


"Iya ... Itu agar kau selalu waspada walau dalam keadaan tudurpun," ucap Rayn yang tahu jika Amira lebih menguasai bela diri di bandingkan dengan dirinya. Namun sebaliknya Rayn menguasai IT dan adiknya bela dirinya sudah tidak di ragukan lagi ketika Amira berada dengan tantenya Nesa dan Adam jika hanya untuk belajar hal apapun. Namun Amira tidak mengurangi segala pelajaran dan aturan dari ibunya Rara. Amira juga mengenakan hijab dan juga menjalankan ibadahnya seperti kedua orang tuanya. Begitupin Rayn kakak laki-lakinya.


"Aku kan ada Kakak, kenapa aku harus waspada," cetus Amira.


"Kakak, tidak akan selalu ada untukmu Ra," jawab Rayn lembut.


Percakapan kedua anak Rendi dan Rara terdengar sangat manis di usia mereka yang terbilang sangat muda. Di usia tujuh tahun ini.

__ADS_1


__ADS_2