Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Titik temu


__ADS_3

Rendy terdiam saat melihat foto seorang wanita yang Adam Tunjukkan saat ini. ia terdiam dan mengerutkan dahinya ketika memikirkan penyebab dan alasan seorang Nia bisa melakukan hal seperti itu kepada keluarga mertuanya dan siapa sudah membantunya dan memberinya informasi tentang kehidupan secara detail tentang Rendi selama diJerman.


"Aku rasa dia tidak sendirian! Pasti ada seseorang yang membantunya dalam hal mendapatkan informasi si di Jerman!" ucap Rendi mengingat wajah dan perilaku mantan istrinya itu.


"Jika memang seperti itu, saya perlu memeriksa identitas wanita ini! untuk melihat Aktivitas apa saja yang ia lalui belakangan ini apakah dia pernah bolak-balik ke luar negeri atau memang ada ada orang yang dari Jerman memberinya informasi secara detail tentang kehidupan Anda tuan!" balas Adam kepada tuannya yang kini ini menyambutnya dengan anggukan dan meyakinkan Adam untuk secepatnya mendapatkan informasi tersebut.


"Lebih cepat lebih baik karena aku ingin hal buruk terjadi kepada keluarga istriku apalagi seperti saat ini sampai membuat ibu mertuaku jatuh sakit sehingga, tidak sadarkan diri sampai saat ini," tegas Rendi memerintahkan Adam untuk secepatnya mendapatkan informasi tentang mantan istrinya. Yang selama ini ini sama sekali tidak terpikirkan oleh Rendy akan pergerakannya.


Rendy berjalan memasuki ruangan perawatan tersebut di mana ada istri dan ibunya mertuanya di dalam. Dilla sudah kembali lebih awal karena mengingat Ia memiliki bayi yang memerlukannya. Hingga saat ini Rara masih duduk di samping ibunya dengan memegang lengan tangannya dengan raut yang sedih. Saat Rendy masuk Rara melihat ke arah suaminya dengan senyum manisnya. Ia bangun dari duduknya dan menghampiri suaminya Rendi tersenyum pada istrinya dan menanggapi pelukan istrinya Rara mengusap pucuk kepala istrinya dengan lembut.


"Kamu tidak perlu khawatir! Ibu pasti akan baik-baik saja! Kita berdoa saja supaya Ibu cepat sadarkan diri dan bisa tinggal bersama dengan kita di sini ini!" ucap Rendy menenangkan istrinya yang masih bersedih melihat ibunya yang belum sadarkan diri.

__ADS_1


"Apa maksudmu sayang maksudmu kita akan tinggal di Indonesia? Bukankah kamu bilang kita akan menetap di Jerman? Kenapa bisa berubah pikiran Apa yang terjadi?" tanya Rara melonggarkan pelukannya pada suaminya ia mendongakkan kepalanya memandang suaminya yang tersenyum melihatnya.


"Tidak apa-apa! Aku hanya ingin istri tercinta ku ini, berada dekat bersama keluarganya juga bersama keluargaku di Jerman. Kita sudah tidak memiliki apa-apa! Biarkan Mark dan Iyas menangani perusahaan di Jerman yang masih berdiri, kita akan menetap di Indonesia! " jelas Rendi kepada istrinya yang kini mulai tersenyum mendengar kabar dari suaminya. Bahwa kelak mereka akan menetap di Indonesia dan tinggal bersama dengan keluarga mereka.


" Apakah benar itu sayang? Duh, aku sangat bahagia mendengarnya Sebenarnya aku kurang suka tinggal di Jerman! Aku lebih suka tinggal di Indonesia bersama keluargaku Ayah, Ibu dan juga Papa dan Mama!" ucap Rara sumringah mendengar ucapan suaminya.


"Maka dari itu, karena kita akan tinggal di Indonesia kamu harus bersemangat! agar Ibu cepat sadarkan diri dan kalian bisa berbincang seperti biasanya! Oh ya sayang! Apa kamu sudah makan?" tanya Rendi khawatir akan keadaan istrinya yang sejak mendarat di Indonesia dia belum makan apapun.


Setelah memerintahkan Adam untuk mencari makanan. Rendy duduk di samping istrinya Ia sangat khawatir akan keadaan istrinya yang terlalu sedih berlebihan akan keadaan ibunya. Selang beberapa menit, Adam yang mengetuk pintu dan Rendi membuka pintunya. Adam memberikan kan beberapa bingkisan makanan kepada Rendy juga kepada yang lainnya Rendy sempat memerintahkan kedua orang tuanya beserta Ayah mertuanya untuk pulang Agar mereka tidak perlu menunggu di rumah sakit. Rendi khawatir akan kesehatan kedua orang tuanya dan juga Ayah mertuanya. Karena usulan Rendy yang memperketat keamanan dengan beberapa anak buahnya menunggu di luar ruangan dan juga diluar rumah sakit. Akhirnya Tuan Anggara dan istrinya juga diikuti dengan ayah mertuanya kini mereka memilih untuk kembali pulang. Ayah Rara ikut tinggal di rumah utama Anggara mereka berpamitan kepada Rara bersama Rendy.


Rendy berbalik membawa bingkisan makanan. Setelah memerintahkan Adam untuk berjaga di luar ruangan bersama anak buahnya. Rendy masuk ke ruangan memberi makanannya kepada istrinya yang kini menyambutnya dengan senyuman. Setelah Rendy menceritakan bahwa dia kan tinggal di Indonesia. Karena kini Rara nampak sudah tidak sedih lagi. Mereka berdua makan dengan lahap. Rendy menyuapi istrinya yang sedang malas untuk makan. Di sela-sela mereka sedang makan. Rendy menggoda istrinya setelah Rara ingin makan lagi tapi Rendy malah memasukkan makanan tersebut ke mulutnya. Rara memajukan mulutnya kesal kepada Rendi yang menggodanya di saat seperti ini.

__ADS_1


"Sayang yang ih aku masih laper kenapa kamu malah kamu yang makan!" rengek Rara kepada suaminya yang tersenyum melihat tingkah Rara yang kini kesal padanya.


"Baiklah, makan yang banyak! Biar sehat dan kamu bisa dan kamu bisa aku makan dengan lahap nanti aku menyuapi kamu dan kamu aku makan," goda Rendy menyuapi sesendok makanan kepada istrinya nya di bibir tipisnya melihat istrinya yang melahap makanan dengan kesal padanya. Rara mengangguk menanggapi godaan suaminya.


"Kamu kok malah semakin nakal sih? Tapi aku suka!" ucap Rara tersenyum mendapati suaminya yang menggodanya.


Bagi Rara tidak ada hal yang menyedihkan jika ada seseorang yang menemaninya dikala sedih bahkan bisa menghiburnya. Rendy adalah sosok suami yang sempurna bagi Rara. Karena segala sesuatu Rendy mengutamakan atas nama istrinya entah itu suka duka, dan juga musibah yang menimpa mereka berdua.


Bagi Rara sosok Rendy lah yang ia butuhkan saat ini ini dan kedepannya dia tampak bahagia makan bersama dengan suaminya. Saat ini bercanda dan digoda oleh suaminya adalah suatu hal yang sangat indah untuk Rara. Kehidupan yang ia inginkan sejak ia menginjak usia remaja, sebelum sebuah Perjodohan yang sempat membuat mimpinya itu sirna dan kini terkabulkan oleh seorang Rendi Anggara yang kini berstatus sebagai suaminya dan juga seorang pria dan Imam dunia akhiratnya. Setelah makan Rara bersandar di bahu suaminya dengan hati yang tenang, ia melihat kearah ibunya nya yang masih menutup matanya belum sadarkan diri.


"Semoga ibu cepat sadarkan diri dan melihat betapa bahagianya putri tercintamu ini Bu!Yang sangat beruntung dicintai oleh pria yang sangat aku mimpikan selama ini Bu! Cepat sadar ya Bu! Aku mencintai kalian berdua ibu dan juga suamiku ini!" ucap Rara tersenyum kepada suaminya.

__ADS_1


Rendy tersenyum mendengar penuturan istrinya. Baginya melihat wajah bahagia istrinya adalah suatu semangat yang nyata bagi Rendy. Untuk melangkah kedepan. Rendi memegang dagu istrinya dan menempelkan bibirnya ke bibir istrinya yang ranum dengan lembut dan halus mereka berciuman Menikmati keindahan dan kenikmatan bibir mereka yang bertautan satu sama lain di tengah malam di ruangan rawatan Ibu Rara.


__ADS_2