
Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen yang banyak kak, favoritkan dan vote, Tip juga kak, Selamat membaca kak. Oh iya gabung group chat aku Kak ya, Emot senyum.
Mendengar penuturan Rara yang sangat penuh perhatian kepada Naura dan begitupun dengan Rayn membuat Rendy, Amira dan juga Naura sangat nyaman ketika melihat Rara yang tengah menyiapkan makanan, begitupun dengan ucapannya yang sangat lembut.
"Baik Mama, Naura akan pergi dengan sopir dan dan segera kembali!" balas Naura tersenyum lalu ia berpamitan kepada Rara dan juga semuanya sembari membawa bingkisan makanan yang di buat Rara untuk kekasihnya.
Setelah mendapatkan bingkisan makanan dari ibu mertuanya, Naura kini berpamitan untuk pergi ke perusahaan Rayn. Sejak dalam perjalanan Naura tampak sangat bahagia, ketika ia akan menuju perusahaan Anggara di mana disana kekasihnya berada. Naura tersenyum tipis ketika melihat handphonenya yang berisikan pesan dari sahabat online-nya.
"Setelah seperti ini kamu baru banyak kirim pesan kepada ku. Selama ini kamu kemana saja!" gumam Naura tidak membalas pesan temannya itu, namun menyimpan handphonenya di tas kecilnya. Senyum di wajahnya sepanjang perjalanan, mengingat sahabatnya itu yang acuh.
*****
Di sebuah ruangan pengontrolan keamanan di perusahaan di mana Rayn berada, kini ia Tengah duduk di depan monitor.
"Hmmm, boleh juga kali ini kau mau sampai kapan nerobos?" ucap Rayn tersenyum sembari jari-jarinya masih bergelut di atas keyboardnya.
"Tuan muda, anda bisa istirahat dulu!" seru Ken.
"Hmm,"
__ADS_1
"Apa Anda mau saya bawakan makanan Tuan?" tany Ken.
"Hmm,"
Ken mengangguk dan berjalan pergi meninggalkan Rayn seorang diri.
"Sial!"
Rayn melepas keyboardnya ketika, pintu keamanan yang tinggal sisa dua gembok lagi yang masih terkunci.
"Apa yang harus aku lakukan? Kenapa S gak balas chat aku? Kemana sih dia?" gerutu Rayn.
Rayn mengacak rambutnya asal, dan melihat ke arah handphonenya yang ternyata ada balasan dari temannya itu, yang tak lain ahli IT yang sepadan dengan Rayn. Rayn tersenyum ketika mendapati dua pesan dari temannya.
"Hmm, ternyata begitu! Ok ok, gadis pintar,"
Rayn tersenyum dan melakukan setiap cara yang tertera di handphonenya, ia dengan senyum terpasang bersemangat mencoba untuk menutup kembali, kunci keamanan yang di buat ayahnya dan kini ia coba kunci sesuai cara yang di berikan oleh sahabatnya itu. Setelah itu Rayn juga meretas akun peretas utu dengan banyaknya virus yang di berikan cara dari file yang di kirom oleh temannya itu.
"Heh, aku tidak menyangka jika, gadis itu sangat bahaya jika menjadi musuhku, ini sangat menarik, aku tidak akan menyesal jika harus bertemu juga denganmu," ucap Rayn sembari jari-jarinya menari di atas keyboard yang kini sangat berirama ketika ia tekan dengan lincahnya.
__ADS_1
Setelah sekitar setengah jam,pada akhirnya kini hacker yang sempat membuatnya terancam kini semakin lemah karena kunci yang kini Rayn buat jauh lebih ketat dan aman, dia lebih bhagia ketika sudah meretas dan mengirim virus yang membuat lawannya menjadi sibuk menghilangkan virus dan Rayn sibuk membuat kunci untuk keamanan perusahaannya.
"Apa anda lapar Tuan,"
Suara seseorang yang Rayn kenali, membuatnya memalingkan fokusnya dari monitor kini beralih ke arah pintu masuk, yang dimana kini Naura berdiri dengan senyum manusnya begitu lebar untuk Rayn yang kini juga tersenyum melihatnya.
"Kamu disini Sayang?" tanya Rayn berdiri dan merangkul pinggang Naura dan mencium pipinya.
"Iih, malu tahu, ada paman Ken di luar!" balas Naura.
"Memangnya kenapa? Kamu istriku kok," balas Rayn tersenyum.
"Tetap saja malu tahu," protes Naura.
"Iya, iya, apa yang membuatmu kesini Sayang? Kamu rindu aku ya?" tanya Rayn.
"Hmm, itu juga sih, tapi aku di minta mama untuk mengantar makanan untukmu Sayang," balas Naura.
"Hmm, mamaku sudah pulang ya? Tapi bukannya ini ide kamu yah?" Rayn tersenyum menatap Naura.
__ADS_1
"Kamu masih sibuk Sayang?" tanya Naura.
"Hmmm, sudah beres kok," balas Rayn tersenyum memandangi Naura.