
NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen dan vote yach... Selamat membaca kak.
Rendi mengalihkan pandangannya beralih ke istrinya yang semakin mengkhawatirkan. Hingga kini Rendi menggendong istrinya yang sedang mengandung anak ketiganya itu.
Namun, Rendi berhenti sebelum ia melangkah pergi dari kerumunan.
"Pastikan tidak ada wanita itu di hadapanku ataupun di hadapan keluargaku!" tegas Rendi.
Setelah Rendi pergi dari kerumunan dengan istrinya di pangkuannya. Mark melihat ke arah Dera yang terdiam ketakutan mendemgar dan melihat langsung ucapan penguasa dunia mafia Rendi Anggara.
Dera melihat ke arah Mark dan melihat tatapan membunuh Mark yang lebih menyeramkan baginya.
"Aku ....,"
__ADS_1
Sebelum Dera membela dirinya, dua anak buah Mark sudah menarik Dera dengan kasar dan bahkan kedua orang tua Dera yang hadirpun ikut di usir dengan paksa.
"Pastikan tidak ada lagi kerjasama dengan mereka! Acara di lanjutkan nanti malam kalian nikmati saja semua yang ada!" tegas Mark di depan podium.
Suara gemuruh para tamu undangan meramaikan acara pesta di rumah utama Robert. Mark dengan wajah datarnya, ia hanya terdiam dan duduk di sofa dengan hanya menikmati kopi yang membuat hatinya merasa sedikit tenang. Sebenarnya, ia juga khawatir akan keadaan Rara. Namun ada suaminya jauh lebih penting daripada dirinya. Maka dari itu, Mark memilih untuk diam dan membiarkan Ken melakukan tindakan apa yang seharusnya di lakukan.
Setelah Rendi pergi dari kerumunan dengan istrinya di pangkuannya. Rendi tampak murka jika mendengar siapapun yang menghina istrinya ataupun berkata hal buruk pada istrinya.
Rendi tersenyum menjawab perkataan istrinya dan menatap ke arah Ken. Begitupun Ken memahami apa yang harus ia lakukan dan melihat ke arah anak buahnya tanpa berkata apapun yang di maksud Rendi Ken sudah paham.
Mark mendengar ucapan Rara dan melihat ke arah Dera yang terdiam ketakutan mendemgar dan melihat langsung ucapan penguasa dunia mafia Rendi Anggara.
Dera melihat ke arah Mark dan melihat tatapan membunuh Mark yang lebih menyeramkan baginya.
__ADS_1
"Aku ....,"
Sebelum Dera membela dirinya, dua anak buah Mark sudah menarik Dera dengan kasar dan bahkan kedua orang tua Dera yang hadirpun ikut di usir dengan paksa.
"Pastikan tidak ada lagi kerjasama dengan mereka! Acara di lanjutkan nanti malam kalian nikmati saja semua yang ada!" tegas Mark di depan podium.
Rendi menaiki tangga dengan istrinya di pangkuannya. Ia tampak khawatir melihat wajah pucat Rara yang menyusupkan kepalanya di dada Rendy. Rendy mengecup kening istrinya dan membulatkan kedua matanya saat dahi Rara terasa hangat. Rendy lalu dengan cepat ia berjalan memasuki kamarnya dengan perlahan Ia menurunkan istrinya di atas ranjang. Ketika Rendy membaringkan tubuh istrinya saat ia berbalik untuk mencari obat tangan Rara menarik tangan Rendi menahan nya untuk pergi titik Rendy terdiam dan mengerutkan dahinya Ketika istrinya bahkan tidak mau ditinggalkan oleh dirinya.
"Aku akan mencarikan obat untukmu Sayang," ucap Rendy dengan lembut kepada istrinya.
"Tapi aku tidak mau ditinggalkan oleh kamu! Aku mau kamu selalu ada di samping aku," ucap Rara dengan nada manjanya.
Rendy terdiam juga mengangkat sebelah alisnya ia tahu betul bahwa istrinya memang selalu tidak mau ditinggalkan jauh olehnya. Akan tetapi Rendy semakin khawatir ketika menyentuh tangan Rara yang terasa hangat dan membuatnya khawatir. Karena tidak bisa keluar Rendi pada akhirnya duduk di tepi ranjang bersama istrinya di tidur di pangkuannya di atas paha Rendy.
__ADS_1