Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Ayo Menikah


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favoritkan dan vote yach... Selamat membaca kak.


Rayan berjalan mengikuti Naura yang menuruni tangga menuju ruang tamu di mana ada Amira yang sedang duduk sembari bersender ke kepalanya di sofa dengan sebuah buku menutup wajahnya titik Naura mengerutkan dahinya ketika melihat gadis itu bahkan tidak bergerak sama sekali dalam duduknya ia berjalan perlahan.


"Apa yang dilakukan gadis ini membaca buku tapi malah menutupi wajahnya? "gumamnya Naura.


Ia berjalan mendekati sofa dan perlahan duduk di samping Amira yang masih tidak merubah posisinya. Naura mengerutkan dahinya melihat ke arah Amira yang masih saja tidak berpindah posisi sama sekali.


Meaki ia sangat ingin bertanya pada Amira, namun ia urungkan dan membiarkan Amira seperti iymtu saja tanpa ia ganggu.


'Apa gadis ini tertidur ya? Kenapa tidak di kamar saja? Aku kan jadinya kasian sama dia pegal tau!' batin Naura melihat Amira.


"Tidak usah perdulikan dia! Dia memang sudah terbiasa seperti itu," ucap Rayn menghampiri Naura.


Rayn duduk di samping Naura dan menarik Naura duduk di sampingnya berada dekat di sampingnya, hingga tidak ada jarak di antara keduanya. Kini Naura berada tepat di bagian dada Rayn dan mereka saling tatap satu sama lain. Rayn tersenyum begitupun Naura yang juga ikut tersenyum.

__ADS_1


"Apa kamu takut istriku?" tanya Rayn menatap lekat wajah Naura.


"Istri apaan? Gak ada! Aku gak takut!" jawab Naura salah tingkah.


Naura membenarkan posisi duduknya dan mencoba membenarkan jatungnya yang tiba-tiba berdebar sangat kencang ketika merasakan nafas bicara Rayn tepat di wajahnya. Naura sangat menyukainya, nafas kekasihnya yang segar mint, ia rasakan kembali setelah beberapa waktu berlalu ia sempat merasakan sentuhan bibir itu tepat mendarat di bibirnya.


Rayn semakin terdiam, ia melihat Naura tepat di bagian bibir kekasihnya itu, kini mencoba untuk menstabilkan debaran jantungnya dan bersikap biasa saja di hadapan Naura.


"Kamu ...."


Mereka berbicara bersmaan hingga membuat keduanya salah tinggah dan terdiam.


Mereka terdiam kembali dan membiarkan salah satu dari mereka untuk berbicara terlebih dahulu. Namun setelah beberapa detik kemudian mereka tetpa mengulang kembali apa yang mereka lakukan berbicara bersama dan berakhir saling tersenyum tertahan mengingat Amira yang tertidur di antara keduanya.


Rayn yang tertegun melihat senyum tingkah Naura yang tertahan gadis cantik nan putih elok itu, tersenyum tepat di hadapan sang kekasihnya. Rayn semakin tak menyadari apa yang ia lakukan dan menarik Naura hingga tepat berada di hadapannya dan mendaratkan hal yang sama seperti yang ia lakukan di dalam mobil tadi pagi. Namun lebih tepatnya saat ini ia lebih lembut dan sangat hati-hati menguasai bibir merah ranum kekasihnya dengan lembut.

__ADS_1


Naura yang mendapatkan hal yang sama di lakukan Rayn, ia membulatkan kedua matanya, namun tidak berontak sama sekali. Ia menutup kedua matanya berharap bisa membalasnya. Namun ia lebih memilih menutup kedua matanya dan merasakan setiap sentuhan bibir yang memiliki rasa mint yang segar tepat ia rasakan.


Keduanya berciuman tepat di samping Amira yang ternyata tidak tertidur sama sekali. Ia hanya berpura-pura saja, namun tidak mau mengganggu keduanya ia berpura-pura tidur.


'Hmmm, kalian ini terlalu nakal! Mah Pah! Amira disiksa Kakak ..." batin Amira tersenyum dan kembali tertidur.


Rayn melepas bibir ranum yang sempat membuatnya selalu ingin merasakannya. Kini ia melihat Naura yang juga tersenyum menatapnya. Rayn mengecup kening Naura.


"Tunggu aku sah jadi suamimu! Kau utuh jadi wanitaku dengan sepenuhnya!" ucap Rayn tersenyum.


"Hmm," jawab Naura mengangguk dan tersenyum.


'Aku tidak tahu jika dia bisa selembut dan seromantis ini! Dan aku sangat semakin menyukainya, Daddy aku ingin secepatnya menikah ...!?" batin Naura tersenyum tertahan.


"Sabar! Kedua orang tuaku belum pulang dari Bandung," ucap Rayn menatap wajah Naura yang tertegun.

__ADS_1


"Kenapa kamu selalu tahu isi hati aku sih!" balas Naura mengeruttkan dahinya dan memasang *emot cemberut.


"Karena kamu calon istriku! Apa yang tidak bisa aku ketahui tentangmu," ucap Rayn tersenyum.


__ADS_2