Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Permintaan Y


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen yang banyak kak, favoritkan dan vote, Tip juga kak, yach... Selamat membaca kak. Oh iya gabung group chat aku Kak ya, Emot senyum.


Sementara Rara membujuk Rendy. Naura terdiam lalu ia memikirkan apa yang tengah dialami oleh Rayn saat ini.


"Memangnya ada masalah apa ya Om tentang pekerjaan Rayn?" tanya Naura.


Rendy menatap lekat ke arah Naura yang bertanya lalu ia mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum tipis melihat Naura yang tengah penasaran kepada Rayn yang tengah dalam masalah saat ini sesuai apa yang di perkirakan ya.


"Tidak ada masalah yang sulit sih hanya saja sepertinya ada yang mencoba untuk meretas keamanan perusahaan, jadi dia harus menyelesaikan dan mencoba untuk mengecek kembali keamanan perusahaan!" jawab Rendy.


Naura terdiam, ia mengangguk dan berpikiran sejenak, namun Naura kini bersama Rara membuka semua bingkisan, meski di dalam pikiran Naura tengah memikirkan tentang Rayn yang saat ini sedang dalam masalah. Meski ia sangat khawatir tentang Rayn namun Naura mencoba untuk tenang dan tidak memperlihatkan kekhawatirannya kepada Rayn. Rendi tersenyum tipis ia melihat Naura yang masih biasa saja tanpa bertanya lagi kepadanya.


"Jika dia tidak menyelesaikan pekerjaannya, apalagi membuat Hacker itu bisa meretas tentang keamanan perusahaan, dengan terpaksa Rayn akan aku kirim ke Jerman dia harus menemui temanku untuk belajar lagi tentang IT," ucap Rendy.


"Apa harus seperti itu sayang? Kenapa tidak kamu saja yang memberitahunya dan juga mengajarkanya kan juga ada Adam ada Ken. Kenapa harus ke Jerman? Kamu tahu kan sayang Rayn itu sebentar lagi menikah dan itu akan sangat sulit jika dia harus pergi ke Jerman dulu apalagi harus belajar, "seru Rara.


"Ya memang harus begitu. Jika dia memang penerus perusahaan Anggara sesuai apa yang pernah aku alami dulu. Aku juga tidak minta tolong kepada Papah waktu itu, padahal papa lebih tahu dan lebih hebat dari orang-orang Jerman tapi papa memintaku untuk berusaha sendiri tanpa berharap bantuan dari orang lain apalagi kepada papa," balas Rendy.


Rara terdiam ketika menanggapi apa yang diucapkan oleh suaminya, itu memang adalah hal benar jika putranya itu memiliki kemampuan dia akan berusaha sendiri tanpa mencoba untuk meminta tolong kepada siapapun. Terutama pada keluarganya apalagi mengingat Rayn yang memang selalu bertindak sendiri, sesuai sifat ayahnya yang dengan terampil menyesuaikan tentang kemampuannya dalam hal apapuanya.


Lain dengan Rara yang diam, Naura semakin berpikir lalu ia berpamitan kepada Rendy dan Rara.

__ADS_1


"Tante, Om, Naura ke kamar dulu ya sebentar mau ngambil handphone," pamit Naura.


Naura berjalan meninggalkan ruang tamu dan menaiki tangga masuk ke kamarnya, Rendy dan Rara memperhatikan Naura yang berjalan menaiki tangga hendak mengambil handphone. Namun ada senyum tipis di wajah Rendy lalu ia memakan kembali makanan yang diberikan oleh Raisa.


"Papa ini sangat manja makanan saja harus Raisa yang menyuapi!" seru Raisa memajukan bibirnya.


"Memangnya kamu juga mau Papa suapin?" tanya Rendy tersenyum lalu menarik Raisa hingga kini berada di pangkuannya.


"Papa memang yang terbaik tentu saja Raisa mau disuapi oleh Papaku yang sangat keren ini. Oh ya Pah Raisa boleh tahu nggak kenapa Papa tidak mau menolong kakak Rayn?" tanya Raisa dengan serius.


Rendy mengerutkan dahinya ketika melihat tatapan serius dan ingin tahu Raisa. Ia memang anak gadis bungsunya ini sangat terampil dalam menyimak dan mengartikan situasi.


"Anak gadis Papa ini memang sangat pintar dalam menebak, lain kali kamu hanya boleh menunjukkan kemampuan kamu itu di depan Papa sama Mama saja mengerti!" seru Rendy.


"Ini semua rahasia Papa bisa bocor semua jika semua orang memiliki kemampuan seperti kamu," ucap Rendy tersenyum lalu mencium pipi Raisa.


"Iya anak gadis Mamah ini memang sangat pintar dalam mendapat situasi. Mama saja tidak tahu jika Raisa itu lebih memahami sebuah tindakan dibandingkan sebuah materi. Kamu sangat pintar sayang lain kali jangan terlalu menonjolkan kemampuanmu di depan orang lain bisa saja orang lain itu beranggapan lain tentang kamu," jelas Rara tersenyum lalu mencium pipi Raisa begitupun dengan Rendy.


"Baik Mah, Pah, Raisa akan ingat apapun yang mama sama papa katakan. Nah sekarang ayo suapin Raisa! Raisa pegel harus nyuapin papa juga," ucap Raisa tersenyum dengan manja.


Rendy dan Rara tersenyum ketika melihat tingkah Putri kecilnya ini yang sangat pintar membujuk kedua orang tuanya agar menurutnya. Saat Rara, Rendy dan Raisa tengah hangat di ruang tamu bercanda berbincang dan tertawa.

__ADS_1


Lain dengan Naura yang sedang mengerutkan dahinya ketika melihat handphonenya menyala dengan motif yang sangat banyak.


"Beri aku sample cara tentang mengunci sebuah data keamanan," pesan dari y teman bermain game Naura.


Naura mengerutkan dahinya ketika melihat notif pesan itu isinya sangat sama semua. Namun ia mengerutkan dahinya ketika pesan yang sangat terakhir terbilang sangat menonjol.


"Jika kamu memberikan sampel itu. Aku akan menelponmu bahkan panggilan video yang kamu inginkan waktu itu," pesan Y yang terakhir sangat membuat Naura tersenyum tipis, memang dulu Naura pernah meminta Y untuk menelponnya bahkan memintanya untuk melakukan panggilan video.


Namun Y tidak pernah mau jangankan panggilan video, menelpon pun Y sangat nggak mau. Namun Naura mengerutkan dahinya ketika mengingat setiap apa yang diinginkan oleh temannya itu, sama persis apa yang sedang dialami oleh kekasihnya Rayn.


"Kok bisa samaan seperti itu ya atau Y lain lagi keperluan ya?" gumam Naura mengerutkan dahinya.


Naura tidak segera memberikan sampel yang diinginkan oleh temannya itu, ia mengabaikan pesan temannya itu tanpa mencari tahu tentang apa yang tengah dialami oleh temannya itu. Naura justru merasa bingung ketika ia sangat ingin sekali pergi ke perusahaan Rayn dan menolongnya. Namun ia tidak tahu harus berbicara apa kepada ayah dan ibu Rayn. Jika ia ingin pergi menghampiri kekasihnya itu. Berbagai pemikiran tentang dirinya di mata keluarga Rayn akan sangat buruk jika Naura mengatakan dia ingin menemui Rayan padahal kekasihnya itu tengah sibuk sekali saat ini.


"Apa yang harus aku lakukan ya? Agar aku bisa pergi ke kantor di mana Rayn berada," gumam Naura.


Naura hanya merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa membantu Rayn. Namun ia merasa tidak enak kepada Rara dan Rendi yang kini baru saja pulang dari Bandung. Pada akhirnya Naura keluar dari kamarnya dan menghampiri Rara yang sedang di dapur.


"Tante sedang masak apa?" tanya Naura tersenyum kepada Rara.


"Mulai saat ini kamu panggil aku mama jangan panggil tante ngerti!" seru Rara.

__ADS_1


"Baik Mah," jawab Naura mengangguk.


"Sini bantu Mama masak! Buat makan malam dan sepertinya Rayn tidak akan pulang sebaiknya kita tunggu Amira pulang dan makan malam bersama, " ucap Rara. Naura mengganggu, ia menemani Rara yang sedang memasak.


__ADS_2