Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Saling Mengisi


__ADS_3

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen yang banyak kak, favoritkan dan vote, Tip juga kak, yach... Selamat membaca kak. Oh iya gabung group chat aku Kak ya, Emot senyum.


Naura tersenyum, ia sangat bahagia dan memeluk Rara sembari ia juga mencium pipi Rara saking bahagianya. Naura bergegas pergi ke kamarnya dengan hati yang sangat bahagia ia menaiki tangga sangat bersemangat.


Rara tersenyum ketika melihat Naura yang sangat bahagia mendapatkan ijin darinya.


"Gadis baik, kenapa juga kamu tidak dari tadi!" ucap Rara berjalan menghampiri meja makan.


Rara berjalan menghampiri Rendy dan Raisa yang kini tengah duduk di meja makan ia tersenyum ketika melihat Raisa yang masih duduk di pangkuan ayahnya. Rendy melihat ke arah Rara yang yang tersenyum kini duduk di kursinya di samping Rendy.


"Apa yang membuatmu sampai tersenyum begitu sayang?" tanya Rendi memegang jemari istrinya.


"Aku hanya bahagia saja ketika melihat tatapan cinta Naura terhadap Putraku, membuatku sangat nyaman dan damai," jawab Rara.


"Kamu bisa merasakannya Sayang, kalau Naura itu menyayangi putramu?" tanya Rendy tersenyum dan mencium punggung tangan istrinya.


"Perasaan seorang ibu tidak pernah salah Sayang. Apalagi menyangkut kebahagiaan putranya!" tegas Rara meyakinkan suaminya.


"Ya aku percaya akan perasaan kamu sayang, semoga saja apa yang kamu rasakan benar-benar menjadi sebuah kebahagiaan yang akan terjalin untuk putra-putri kita," Rendy tersenyum.


Rendi dengan gemasnya menyentuh wajah Rara hingga dan mencoba untuk mencium istrinya itu. Namun sebuah tangan yang mungil dan lembut kini berada tepat di wajah Rendy. Rendy terkejut ia mengangkat sebelah alisnya lalu melihat ke arah Raisa yang kini menatap tajam ke arahnya.


Rendy tersenyum ia menjadi salah tingkah ketika mendapati putri kecilnya itu memasang wajah marah, yang mendapati Rendi hendak untuk mencium istrinya.


"Papi lupa jika disini masih ada Putri kecilmu? Sudah Raisa bilang jangan pernah menyentuh Mami ketika ada Raisa di sini!" Raisa menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


"Hehe maaf sayang, papi lupa. Jika di pangkuan papi ada bidadari yang sangat cantik," bujuk Rendy mencium putrinya.


Raisa membuang wajahnya dia merajuk kepada ayahnya yang saat ini telah membujuknya berulang kali mencium pipi Raisa. Meski anak kesayangannya itu tidak goyah dengan kekesalannya kepada ayahnya. Namun Rendy lebih tahu bagaimana cara membujuk putrinya itu, ia menciumi seluruh wajah Raisa tanpa henti, hingga membuat Raisa merasa risih dan kesal dan berakhir tertawa ketika mendapati perlakuan dari ayahnya itu.


Rara tersenyum ketika melihat suami dan putri bungsunya dengan hangat bercanda ria mereka tertawa, tanpa apa ada beban yang membuat keduanya enggan untuk berpisah. Saat Raisa sudah kembali membaik di pangkuan Rendy. Rendy melihat kearah Rara ia tersenyum melihat istrinya itu, lalu merangkul Rara hingga kini mereka berdua berada di pelukan Rendi Mereka tampak tersenyum bahagia di meja makan.


"Kalian ini bukannya makan, malah mesra-mesraan! Aku mau makan Mah." Amira datang menghampiri meja makan dimana Rendi dan Rara tersenyum atas kedatangannya.

__ADS_1


"Di mana Kakak iparmu?" tanya Rendy.


"Hmm, belum turun yah? Mira turun duluan setelah ada bunyi," jawab Amira.


"Eeh bunyi apa, Sayang?" tanya Rara.


"Bunyi aroma masakan Mamah," jawab Amira.


"Hahaha, kamu lagi becanda, Sayang?" tawa Rara.


"Hihi," Amira terkekeh.


"Mana ada, aroma berbunyi!" cetus Raisa.


"Hahaha, kamu lebih lucu Sayang, muuach, gemes," balas Rara mencium Raisa yang terlihat acuh.


Mereka tersenyum bahagia ketika berkumpul bersama setiap kalinya. Memberi kehangatan kebersamaan mereka.


*****


Membuat Naura mengerutkan dahinya, Ia lalu berjalan hingga dengan raut wajah yang sangat senang. Ia mengambil handphonenya dengan tengkurap di atas tempat tidurnya. Naura mengerutkan dahinya ketika mendapati notif pesan dari temannya Y yang masih dengan pesan yang sama.


"Karena aku sedang sangat bahagia aku akan memberitahumu tapi kamu harus ingat dengan janjimu!"


Naura mengirim pesan kepada teman main game yaitu Saat iya ya selesai mengirim pesan, tidak perlu menunggu lama pesan Aura sudah terbalas oleh Y. Naura mengangkat sebelah alisnya ketika melihat pesan dari temannya itu. Menyetujui apapun yang Naura inginkan.


"Baru kali ini aku mendapatkan balasan dari dia secepat itu," gumam Naura ia tersenyum lalu membuka file yang memang ia miliki dan mengirimnya kepada temannya itu.


"Aku bantu kamu sekali-kali saja!"


Setelah membalas pesan temannya begitupun dengan file yang diinginkan oleh teman onlinenya itu, Naura kini bergegas ke kamar mandi membersihkan tubuhnya. Ia tampak bahagia dan senang ketika mendapati dirinya akan pergi menghampiri kekasihnya.


Naura sangat bahagia ia tidak hentinya tersenyum meski tengah di kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi Naura mengerutkan dahinya, ketika melihat jam di kamarnya menunjukkan bahwa sudah cukup malam, ketika mendapati kekasihnya itu masih belum pulang juga.

__ADS_1


"Sudah malam begini dia masih tidak ingat mengirim pesan padaku," ucap Naura.


Ia melihat notip pesan dari temannya Y, tapi tidak dari kekasihnya Rayn yang kini masih belum pulang. Ia menggunakan nomor yang berbeda untuk keduanya, mengingat Naura memodif handphonenya dengan sistim keamanan yang hanya dia saja yang tahu, dan yang hanya bisa ayahnya yang juga tahu caranya.


"Aku ingin tahu kesulitan apa yang tengah di alami Rayn."


Ia bergegas untuk keluar dari kamarnya setelah bersiap dan menuruni tangga dengan pakaian rapih nya.


Saat Rara, Rendy, Raisa dan Amira yang sudah duduk dengan makanan di depannya. Mereka tampak hangat ketika makan bersama. Saat ada datang menghampiri mereka Rendy dan Rara melihat ke arah Naura begitupun dengan Amira.


"Kakak mau ke mana?" tanya Amira.


Semua yang ada di meja makan beralih melihat kearah Naura yang kini sudah rapi ndak untuk pergi ke kantor.


"Aku mau pergi ke kantor, kata mama ada makanan yang harus dikirim untuk Rayn," jawab Naura iya sedikit ragu ketika melihat kearah Rendy.


"Emangnya dia tidak pulang karena katanya pakai acara di antar makanan segala!" tanya Amira sesekali ia memakan makanannya melihat Naura yang tengah berdiri.


"Iya katanya dia banyak pekerjaan jadi Mama minta Naura untuk mengantar makanan ke sana," sela Rara tersenyum ketika melihat Naura yang kini sudah sangat cantik untuk menemui kekasihnya.


"Bukannya karena merindukannya kan?" Amira tersenyum menatap Naura.


Naura tersenyum ketika mendengar ucapan Amira yang membuatnya tersipu malu. Rara tersenyum ketika mendengar dan melihat kedua putrinya saling menggoda.


"Mama siapkan dulu ya makanannya atau kamu mau makan dulu, Sayang?" ucap Rara, sembari ia berdiri dari duduknya dan menyiapkan makanan untuk dibawa oleh Naura.


"Sepertinya Naura tidak perlu mah, soalnya masih kenyang juga," balas Naura tersenyum.


"Ya sudah biar mama siapkan dulu makanannya," ucap Rara.


Naura mengangguk Iya melihat Rara yang berjalan menghampiri dapur dan menyiapkan makanan untuk dibawa oleh Naura untuk putranya Rayn. Naura memperhatikan Rara yang dengan antusias menyiapkan makanan untuk putranya dan juga dirinya.


"Kamu makan bersama dia aja ya dan hati-hati nanti di jalannya! Kamu pergi sama anak buah dan sopir di rumah aja!" ucap Rara dengan lembut.

__ADS_1


Mendengar penuturan Rara yang sangat penuh perhatian kepada Naura dan begitupun dengan Rayn membuat Rendy, Amira dan juga Naura sangat nyaman ketika melihat Rara yang tengah menyiapkan makanan, begitupun dengan ucapannya yang sangat lembut.


"Baik Mama, Naura akan pergi dengan sopir dan dan segera kembali!" balas Naura tersenyum lalu ia berpamitan kepada Rara dan juga semuanya sembari membawa bingkisan makanan yang di buat Rara untuk kekasihnya.


__ADS_2