
Prolog
Rendi terbangun sebelum Rara bangun dari tidurnya. Ia melihat istrinya yang masih tertidur dengan lelahnya.
Rendi beranjak dari tidurnya.
Ia pergi ke arah dapur dan mencoba untuk membuat sesuatu untuk istrinya.
Awalnya ia ingin membuatkannya sarapan nasi goreng untuk istrinya.
Tapi ia tidak mau membuat istrinya kecewa hanya dalam makanan yang tidak enak buatannya.
Rendi berpikir untuk menyuruh koki di rumah besar untuk membawa makanan nasi goreng pagi ke Apartmennya sesegera mungkin.
Rendi tersenyum dan ia menunggu di ruang tamu. Hanya butuh waktu setengah jam makanan yang Rendi pesan sudah ada sebelum Rara terbangun.
Di dalam kamar terpancartrik matahari di wajah Rara lewat Sela-sela cahaya di balik jendela membangunkan tidur Rara.
Ia bahkan melihat ke sekekeliling mencari suaminya yang sudah tidak ada di sampingnya.
Rara mencium aroma masakan,Rara mengikuti arah aroma sampai ke dapur ia melihat sosok yang ia cari di saat terbangun ia cari.
"Kamu sudah bangun Sayang? Ayo sarapan aku buatkan nasi goreng untukmu semalam kita tidak sempat makan," ajak Rendi.
Rendi menghampiri Rara yang masih diam. Rendi mengecup kening Rara dan menuntun istrinya menuju meja makan.
"Aku belum mandi,dan ini buatanmu?" Tanya Rara.
"Nanti saja mandinya ya ... hehe bukan ini dari rumah besar," jawab Rendi cengengesan.
"Ada apa denganya,kenapa jadi lembut begini?" Batin Rara.
"Kalau hanya nasi goreng tidak perlu minta kesana sayang aku juga bisa," ucap Rara.
"Iya tidak apa-apa ayo makan sayang,mau aku suapi?" Tanya Rendi.
Mereka menyelesaaikan sarapanya dan berencana menghabiskan waktu di Apartment.
Saat Rendi dan istrinya sedang mentelesaikan sarapannya.Terdengar suara bel di luar pintu.
Rendi membuka pintunya ternyata Ken yang datang untuk memberikan dokument yang Rendi minta kemarin.
"Ada apa kamu kesini?" Tanya Rendi dingin.
"Ini dokumen yang Anda minta semalam Tuan," Ken menyerahkan dokumentnya.
"Kamu tidak lihat apa aku memakai pakaian kantor?" Bentak Rendi.
__ADS_1
"Terus ini bagaimana Tuan,bukankah anda memintanya saya bahkan tidak tidur hanya untuk dokument ini?" Batin Ken.
"Kembalilah dan kamu urus pekerjaan di kantor," perintah Rendi.
"Ken kamu di sini ayo masuk kenapa di depan saja," ucap Rara di balik tubuh Rendi dan hanya terlihat kepalanya saja.
"Tidak boleh Kamu belum pakai apa-apa," teriak Rendi.
"Apanya aku pakai baju ko," jawab Rara cemberut.
"Tidak cepat masuk dan kamu kembali sana nanti kopimu di ambil orang," seru Rendi mengisyaratkan Ken untuk pergi.
Ken mengangguk mengerti dengan apa yang tuannya maksud.
Ken pergi dengan laju kendaraan cepat.
Rara yang pergi dari situ tampak sedang menggerutu dengan kelakuan suaminya itu.
Rendi memeluk istrinya dari belakang dan mencium leher istrinya
"Iih awas aku mau mandi," teriak Rara.
Rara menepis tangan suaminya dan pergi meninggalkannya menuju kamar mandi.
Tapi Rendi mengikuti Rara masuk kamar mandi.
"Aku mau mandi Sayang," rengek Rendi .
"Iya nanti kalau aku sudah selesai mandinya," ucap Rara.
"Kita mandi bersama ya," ajak Rendi .
"Tapiii ..." belum sempat menyelesikan perkataanya Rara di tarik suaminya dan mandi di bawah sower.
Rendi membuka kancing baju Rara di bawah sower mereka mandi dan melakukan aktivitas sepasang suami istri di kamar mandi.
Setelah mereka selesai mandi, Rendi tampak sedang megeringkan rambut Rara dengan pengering rambut sambil berbincang. Ada senyum di wajah Rara melihat suaminya yang sedang mengeringkan rambutnya.
"Rend...?"Tanya Rara.
"Hmm?" Jawab Rendi.
"Apa kesalahanku?" Tanya Rara ia melihat wajah suaminya di cermin.
Rendi terdiam sesaat mendengar pertanyaan istrinya yang menurutnya hal yang seharusnya ia lakukan.
"Kamu tidak salah akulah yang salah," jawab Rendi.
__ADS_1
"Tapi kamu marah kemarin bahkan di bioskop juga kamu tampak kesal padaku," ucap Rara ia mengembungkan pipinya.
"Jadi kamu menyadari kalau aku marah padamu?" Tanya Rendi.
"Hmm," jawab Rara.
"Lalu kenapa kamu tidak menghiraukanku?" Bentak Rendi.
"Aku tidak mau merusak suasana di saat kencan," jawab Rara intens.
"Lalu kenapa kamu datang ke toko pakaian itu?" Tanya Rendi sedikit teriak.
"Hah kamu kesal hanya karena itu?" Tanya Rara.
"Menurutmu suami mana yang senang istrinya membeli sesuatu untuk orang lain?" Tanya Rendi dingin.
"Hahaha," Rara tertawa.
Rendi kebingungan melihat tingkah istrinya yang tertawa.
Ia tetap mengeringkan rambut istrinya dan merapihkannya menyisirnya perlahan menggunakan jari tangannya.
Rara tersenyummm ia berbalik dan memegang wajah suaminya.
"Sayang itu terjadi setahun yang lalu... dan aku tidak tahu kalau pelayan itu masih mengingatnya, padahal aku sama sekali tidak ingat kalau aku pernah kesana,lagi pula aku kesana tuh hanya untuk mempermalukan diriku sendiri," lirih Rara sendu.
"Yahhh, memang aku kesana untuk mencari sebuah gaun tidur,untuk aku tunjukan pada mantan suamiku, aku pikir betapa dosanya aku bila menolak sentuhan suamiku,di malam itu aku mengenakan baju tidur itu dan mempersiapkan diri untuk suamiku, tapi apa yang terjadi, dia pergi dengan beralasaan bertemu klienya dan aku hanya bersedih karena aku telah mempermalukan diriku sendiri sampai aku terbangun di pagi hari aku tidak menemukan suamiku di saat aku telepon bahkan yang mengangkat seorang wanita, aku mendengar suara Raditya yang paling menyakitkan dia menyimpan kontaku di hapenya dengan nama Membosankan. Sampai seminggu dua minggu dia tidak pernah membalas chatku apalagi meneleponku sejak saat itu aku tidak pernah peduli padanya lagi," jelas Rara.
Rendi mendengarkan apa yang membuat istrinya itu menderita.ia bahkan berjanji di hatinya bahwa ia tidak akan pernah menyakitinya.
"Pantas saja ia tampak menakutkan tadi malam saat berteriak padaku dengan air mata di pipinya yang mengalir membuatku takut saja ternyata hanya karena mantan suamimu yang buta itu sayang,kamu tenang saja tidak akan seperti dia yang membiarkan gadis cantik sepertimu bersedih," batin Rendi.
Rendi juga geram dengan mantan suami Rara yang kejam. Tapi ia bersyukur karena dia tidak menyentuh Rara.
Karena Rendi bisa memilikinya seutuhnya.
Rendi menyelesaikan tugasnya mengeringkan rambut istrinya juga merapihkannya dengan jari tangannya.
Rara mengenakan celana pendek dengan kaus kebesaran ia kenakan di dalam rumah.
Ia menghampiri suaminya yang sedang di depan tv membuka latopnya.
Rendi tampak terlihat tampan saat ia menggunakan kaca matanya untuk membuka laptopnya.
Rara yang melihat suaminya sedang bekerja.Ia pergi ke dapur dan membuat secangkir kopi untuk suaminya dan menghampirinya,ia menyodorkan kopi hitam kesukaan suaminya.
Rendi tersenyum mendapati secangkir kopi dari istrinya yang cantik segar setelah mandi.
__ADS_1
Rara menyenderkan kepalanya melihat suaminya yang sedang bekerja.