Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Pria misterius


__ADS_3

Sesampai di rumah Anggara. Rendy turun dari mobilnya dan dan memasuki rumah utama ia berjalan dengan tergesa-gesa dan menghampiri putra-putrinya yang sedang berada di ruang tamu. Rendy tersenyum saat mendapati Putri tercintanya Amira yang menghampirinya dengan manja. Rendy menggendong Amira dengan hati bahagia.


Lain dengan Rayn. Ia terlihat acuh saat kedatangan ayahnya. Rendy menggendong putrinya dan duduk di sofa Rendy duduk dengan Amira dipangkuannya dan rayon duduk di samping ayahnya.


"Putri Papa ini sudah merindukan Papa saja ya?Amira yang cantik, kamu dengan kakakmu harus baik-baik saja di rumah jangan nakal! " ucap Rendy mencium pipi Amira dan juga putranya yang acuh saat ayahnya mau menciumnya.


Ken yang juga ikut duduk di ruang tamu ia melihat putri mungilnya yang sedang digendong oleh pengasuhnya. Setelah asyik bercanda bersama anak-anaknya, Rendy berdiri dan mengajak Fen untuk masuk ke ruang kerjanya. Ia menghampiri meja kerjanya dengan serius. Rendi membuka laptopnya ya dan juga memeriksa data-data para mafia yang diduga membocorkan kejadian saat di Jerman kepada keluarga Rara di Indonesia.


Rendy dan Ken sama-sama mencari informasi tentang wajah seseorang dan ternyata orang tersebut bahkan identitasnya disembunyikan. Rendi bersandar pada kursinya, Ia mengacak rambutnya mengusap wajahnya karena memang iya belum istirahat Selama perjalanan dari Singapura ke Indonesia hari ini.


" Sepertinya kita harus menelepon Mark! Dia pasti tahu siapa orang ini! "ucap Rendy kepada Ken, yang kini sudah menutup laptopnya karena tidak ada informasi yang bisa didapatkan dari pia tersebut.


Seorang pria yang berulang kali datang kerumah Permana untuk menyampaikan keadaan Rendi dan keluarganya selama di Jerman.


"Saya rasa Adam juga bisa tuan, karena Adam bisa mendapatkan wajah pria itu dengan mudah ! Saya rasa kita tugaskan Adam untuk memeriksanya secara detail dan identitasnya," jawab Ken mengusulkan agar Adam yang mencari informasi tentang identitas pria yang yang membocorkan keadaan keluarga Rendy hingga secara detail.


Rendi mengangguk dan ia mengerti jika Adam selalu mengerjakan pekerjaannya dengan baik tanpa diminta. Setelah berdiskusi dengan Ken, Rendy memerintahkan beberapa anak buahnya untuk pergi ke Bandung mencari informasi yang bisa didapatkan.


Setelah Rendy sekitar 1 jam berada di ruang kerja, ia keluar dari ruang kerjanya nya dan juga memperhatikan Amira yang tertidur di atas sofa dengan kakaknya duduk disampingnya sedang memainkan game yang sangat ia gemari. Rendi menghampiri putra-putrinya nya melihat seorang kakak menjaga adiknya yang sedang tertidur dengan baik. Ia menghampiri Rayan dan Amira yang tertidur di sofa tanpa berbicara yang menggendong Amira.

__ADS_1


Rayn yang melihat ayahnya menggendong adiknya ya tersenyum tipis, Ia mengikuti ayahnya menaiki tangga hingga sampai ke kamar mereka dan menidurkan Amira. Rendy duduk ditepi ranjang bersama dengan Rayn yang duduk juga di tepi ranjang masih dengan fokusnya pada gamenya. Rendi melihat ke arah Rayn dengan wajah senyum bangga dengan putranya yang selalu menemani adiknya.


"Apa kamu akan menjadi seorang pria hebat?" tanya Rendy membuat Rayn menoleh kearahnya dan menyimpan handphone gamenya.


"Pasti ! "Jawa Rayn singkat pada ayahnya yang kini mengangguk dan tersenyum tipis mendengar jawaban putranya.


"Apa itu hebat? " tanya Rendi pada Rayn yang kini tampak serius menatap ayahnya.


"Jika aku aku bisa berdiri sendiri dan berkuasa melindungi keluargaku dan melindungi adik kecilku ini aku sudah menjadi orang hebat!" jawab Rayn dengan datarnya.


"Hahaha, jika memang itu sudah prinsipmu maka kau harus bersungguh-sungguh jika tidak kau akan menjadi orang lemah dan akan kalah dalam setiap hal apapun!" ucap Rendy mengacak rambut putranya.


Rendi berdiri dengan senyum dan penuh kebanggaan melihat putranya tetap ikut mendampingi adiknya yang tengah tertidur pulas.


"Papa akan kembali hari ini! Mama mu dan Papa, mungkin tidak bisa pulang karena nenekmu masih belum sadarkan diri! kau harus bisa menjaga adikmu dan juga nama baik keluarga!" ucap Rendy kepada putranya.


Rendi berjalan keluar dari kamar anak-anaknya. Rayn melihat ayahnya keluar kamar dan menutup pintu setelah keluar dari kamar anak-anaknya, Rendy berjalan menuruni tangga dan menghampiri Ken yang duduk di ruang tamu.


"Apa semua sudah siap? Kau kirim mereka ke Bandung dan jangan sampai ada Yang Terlewatkan!" ucap Rendy tegas.

__ADS_1


Rendy berbicar kepada Ken dan di balas anggukan pelan dan berdiri dari Ken. Ken juga berpamitan kepada tuannya untuk pergi bertugas pergi ke Bandung, dan juga bersama beberapa anak buahnya ada sekitar 2 mobil menuju Bandung.


Setelah kepergian Ken bersama anak buahnya menuju Bandung. Rendi mengeluarkan handphonenya di saku celana kanannya dan melakukan panggilan telepon kepada Adam. Hanya butuh waktu beberapa detik panggilan sudah terjawab dan Rendy berbicara kepada Adam. Agar Adam bisa memeriksa identitas pria tersebut yang memantau dan membocorkan peristiwa keluarga Rendy di Jerman.


Setelah berbicara kepada Adam, Rendi mengakhiri panggilan teleponnya dan terdiam duduk di sofa ruang tamu. Ada seorang pelayan yang mengantarkan secangkir Kopi untuknya, setelah meminum kopi sampai habis Rendy berdiri dan keluar dari rumah utama dan sebuah mobil sudah menunggunya di depan rumah.


Rendy masuk dan duduk di kursi penumpang anak buahnya duduk di kursi depan bersama sopir setelah mobil melaju dengan kecepatan sedang, Rendy masih dengan Diam nya memikirkan bagaimana caranya agar istrinya dan juga keluarganya aman dan baik-baik saja, tanpa ada hal buruk terjadi seperti saat ini.


Sekitar setengah jam kendaraan Rendy yang ditumpangi Rendi ini sampai di rumah sakit. Rendi keluar dari dari mobilnya dana masuk rumah sakit dengan tergesa-gesa. Dua anak buahnya mengikutinya dari belakang.


Rendy melihat kedua orang tuanya dan juga Ayah mertuanya masih duduk di tempat semula.


Tapi saat ini sudah tidak ada keluarga lain lagi seperti sebelumnya, yang ikut menunggu. Mungkin mereka juga sudah pulang karena waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam. Rendy menghampiri Adam yang berdiri di depan pintu ruangan di mana istri dan ayah ibu mertuanya dirawat di dalam ruangan tersebut.


"Bagaimana Apa kau sudah menemukannya?" tanya Rendi kepada Adam yang dibalas dengan anggukan dan senyuman.


"Saya sudah menemukannya tuan, tapi apa Tuhan mengenal wanita ini ini? " jelas Adam kepada Rendy yang dibalas dengan anggukan.


Rendi ini mengerutkan dahinya ketika melihat foto seorang wanita, yang sangat ia kenali ia bahkan tidak pernah berpikir jika wanita itu itu yang melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan seorang wanita, bahkan mencelakai Ibu mertuanya dan membuat kekhawatiran bagi keluarganya.

__ADS_1


"Aku mengenalinya! Tapi bagaimana dia bisa tahu secara detail tentang kehidupanku selama di Jerman? "jawab rendy memperhatikan photo seorang wanita yang Adam tunjukan pada Rendi.


__ADS_2