Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta
Akan Terdengar kencang


__ADS_3

Masih dalam perjalanan, Alea tampak memainkan jarinya di pangkuan kakinya duduk di samping tuannya. Dengan tangan Meremas roknya dengan perasaan takut. Ia tidak berani melirik bosnya yang duduk di sampingnya. Perasaan takut dan bersalah kini ia rasakan, mengingat dirinya sempat mengatakan tuan di sampingnya ini kutub utara ke.


Dia mendengarnya gak sih? Aku penasaran! batin Alea sesekali ia melirik ke arah Mark.


Lain dari dugaan Alea yang membayangkan tuannya akan marah padany. Tetapi Selama perjalanan, Mark bahkan tidak goyah sedikitpun. Apalagi lagi ngelirik ke arah Alea. Dalam perjalanan, mereka hanya saling diam hanya terdengar suara mesin mobil. Saat Alea mulai merasa lega.


Mark bahkan tidak melirik sama sekali padanya. Alea yang berulang kali membuang nafasnya kasar. Ketika ia sudah mulai sedikit tenang Alea sudah tersenyum tipis. Mengingat tuannya tidak marah kepadanya.


"Mau sampai kapan kau membuang nafasmu itu?" tanya Mark datar.


Pertanyaan Mark yang tiba-tiba, membuat Alea terkejut dan membuat jantungnya hampir meloncat. Ketika sebuah tangan Mark meraih pinggang Alea dan membuatnya tersungkur di depan Mark. Tidak ada jarak diantara wajahnya dengan wajah tuannya itu. Alea melihat wajah Mark yang semakin mendekati wajahnya. Alea menutup kedua matanya, dadanya semakin berpacu cepat. Dengan wajah datarnya Mark menatap tajam Alea yang kini menutup kedua matanya.


Apa yang akan di lakukan si kutub ini sih? Aku kok deg-degan gini? Ya tuhan tolong aku! batin Alea.


Mark menatap ekat wajah sekertarisnya itu. Ia bahkan membiarkan Alea duduk di sampingnya dan melekat di dadanya. Tangan Alea di genggam erat ole Mark. Ia tanpa ekspresi ;asih menatap wajah gadis yang sedang menutup kedua matanya itu.


"Apa kutub utara ini membuat jantungmu berdetak sekencang itu?" bisik Mark di telinga Alea.


Ale membuka kedua matanya ketika terdengar suara Mark dan terasa panas nafas tuannya itu di telinganya. Alea memberanikan diri membuka kedua matanya. Saat ia membuka kedua matanya tatapan wajah Mark tanpa jarak di hadapannya . Nafas Mark sangat terasa di wajah Alea dan tercium aroma mint di setiap nafas lelaki itu. wajah Alea merah padam ketika melihat dekat wajah tampan pria dingin di hadapannya itu.


Jantung Alea semakin berdetak kencang tanpa pacuan. Rasanya ia ingin berteriak ketika tangannya semakin di tekan dan wajah keduanya semakin dekat.


Astaga ... apa-apaan ini? Apa dia akan ....


Alea masih bergelut dengan pikirannya kesana kemari memperkirakan. Dia menduga-duga sesuatu akan terjadi jika dia masih berdiam saja tanpa berontak saat ini juga.


Mark menatap lekat wajah Alea. Ia menekan tangan sekertarisnya itu dan semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Alea. Saat wajahnya sudah semakin dekat. Tiba-tiba, Alea mendorong tubuh Mark ke belakang dengan kasar. Hingga membuat Mark mengerutkan dahinya tidak mengerti apa yang di lakukan gadis itu. yang mendorongnya dengan kasar.


"Apa kau bodoh?" tanya Mark mengerutkan dahinya.


Alea terkejut ketika mendengar ucapan Mark yang terdengar tidak sesuai prediksinya, ia perlahan membuka kedua matanya dan melihat sorotan tajam dari tuannya itu. Alea membulatkan kedua matanya ketika melihat tuannya berada jauh dari sampingnya dengan tatapan tajam jam tanpa kesal melihat gadis itu yang bertingkah konyol.


"Maaf Tuan, saya...."

__ADS_1


Ucapan Alea terhenti, ketika tubuhnya kini ditarik kembali oleh Mark. Hingga membuat tubuhnya kini berada di pelukan Mark. Alea tampak terkejut, ketika mendapati Mark yang semakin menekan tubuhnya dan kini tangan kanan Mark berada di pinggang milik Alea.


Mark menatap lekat wajah gadis itu, kulit yang putih, bulu mata yang lentik, mata yang bersih dan juga bibir merah ranum yang terlihat kecil dan juga kerutan alis menatap Mark sedikit tertegun. Ketika ia memandangi Gadis itu.


Begitupun dengan Alea, ia merasakan debaran jantung yang sangat kencang, ketika menatap sorot mata tajam pria di hadapannya ini. Dengan mata indah dan bibir seorang pria yang berwarna merah tampak menggiurkan. Alea menelan salivanya, ketika menatap bagian bawah bibir milik Mark. Saat mereka asyik dengan pandangan mereka sendiri.


Mobil berhenti secara tiba-tiba.


Sehingga membuat keduanya terkejut dan kini bibir keduanya Mark dan Alea berciuman membuat Alea terdiam. Begitu pun dengan Mark yang hanya berdiam diri. Mereka saling merasakan sebuah bibir yang menempel di bibirnya. Tapi tidak ada di antara mereka yang melepas sentuhan bibirnya. Mereka tertegun dengan debaran kencang jantungnya. Alea semakin di mabuk rasa, ketika menghirup aroma segar mint dari bibir Mark.


Alea tersadar, ia mendorong tubuh Mark dan membenarkan posisi duduknya, yang ada di pangkuan tuanya itu. Alea tampak salah tingkah dalam duduknya, ketika menyadari apa yang terjadi antara dirinya dengan tuannya Mark.


Karena mobil yang mereka tumpangi kini sudah sampai di Bandara. Mark duduk kembali dan membenarkan posisi duduknya juga pakaiannya. Ia hanya berdehem, sedikit salah tingkah dan melirik kearah sekretarisnya itu. Mark mempertahankan wibawa dan wajah datarnya. Ia mencoba agar terlihat biasa saja, dihadapan sekretarisnya itu.


"Cepat turun!" tegas Mark.


Suara Mark membuyarkan lamunan Alea, yang masih salah tingkah dalam duduknya. Saat Alea spontan untuk keluar dan Mark akan keluar juga. Mark berhenti dan tidak bergegas turun dari mobil. Tetapi Mark berbalik kembali, hingga membuat wajah Alea terbentur oleh tubuh Mark di belakangnya. Mark menatap lekat wajah gadis itu dan juga melihat bibir ranum, yang sempat ia rasakan sebelumnya. Mereka terdiam saling menatap, begitupun Alea dengan jantungnya yang semakin berpacu cepat.


Alea memandang bibir milik tuannya itu, yang untuk pertama kalinya sebuah bibir menempel di bibirnya.


Anak buah Mark berdiri di belakang Mark. Membuat Mark menjadi salah tingkah dan bergegas untuk keluar dari mobilnya. Ia bahkan tidak berani untuk menatap sekretarisnya itu. Kini Mark sudah berjalan mendahului Alea, memasuki bandara.


Mark melihat rombongan Rendi sudah turun dari pesawat dan mereka berjalan menghampiri Mark yang baru tiba.


Sudah ada Iyas yang berjalan bersama mereka. Rendi tampak datar ketika melihat ke arah Mark yang berjalan di ikuti seorang wanita.


Alea tertegun dan juga terkagum-kagum melihat sosok pria dengan wibawanya. Melihat sosok Rendi berjalan dan juga ketampanan yang tiada taranya. Di sampingnya seorang gadis yang teramat cantik dan juga seseorang yang mengenakan hijab. Terlihat elok di pandang berdampingan, dengan pria yang sangat tampan. Membuat sebuah pemandangan yang sangat indah bagi siapapun yang menyaksikannya terkagum


Astaga bidadari dan pangeran dari mana itu? Mereka tampak sangat indah pria tampan dan wanita cantik berjalan menghampiriku, batin Alea terkekeh.


Alea terkekeh memikirkan kekonyolannya memikirkan hal yang tidak mungkin baginya, pria tampan dan juga bidadari cantik menghampirinya. Mark menyenggol tubuh Alea yang malah tersenyu. Ketika menyambut kedatangan Rendi dan Rara beserta keluarganya. Alea Hanya melihat dan mengangguk tersenyum melihat Mark terlihat hangat ketika menyambut Rendi dan Rara beserta yang lainnya.


Bagi Alea Pemandangan ini sangat langka. Mengingat tuannya yang sedingin kutub utara itu. Untuk pertama kalinya tersenyum dan menyapa dengan hangat kepada orang lain. Apalagi orang tersebut jauh lebih tampan dan juga dengan wanita cantik beserta rombongannya yang sama-sama tampan indah di lihat bagi siapapun yang melihatnya.

__ADS_1


"Ini sebenarnya acara apa sih ? Apa semua orang-orang kaya itu memang tampan dan cantik ya?" gumam Alea.


Alea masih asik dengan penglihatannya dan bahagia. Kekagumannya melihat orang-orang yang disambut oleh tuannya itu. Alea tampak tersenyum tipis ketika melihat Mark yang malah menyapanya lebih dulu. Alea menjadi salah tingkah ketika seharusnya dia yang pertama kali menyapanya. Tapi malah sebaliknya. Melihat Rara berbicara pada Mark dan yang lainnya.


"Sungguh seorang wanita yang sangat cantik dan lembut, jangankan seorang pria. Aku yang hanya seorang wanita saja mengagumi wanita ini! Dia sangat cantik dan ramah," b


gumam Alea.


Alea mengagumi sosok Rara yang terlihat ramah dan cantik. Rara bahkan bertanya kepadanya. Membuat Alea semakin mengagumi sosok Rara yang begitu ramah padanya yang hanya sebagai bawahannya. Setelah menyambut Rendy dan Rara,mereka kini berjalan keluar dari bandara dan sudah ada beberapa mobil anak buah Mark dan Iyas sudah terparkir di depan bandara.


Kini mereka memasuki mobil tmasing-masing dan bergegas. Mereka melajukan kendaraannya menuju rumah Mark, yang kini sudah dihiasi oleh persiapan untuk acara ulang tahun putrinya Mark Robert. Untuk kali ini Mark tidak duduk hanya bersama Alea saja. Tetapi juga dengan Iyas disampingnya. Tidak ada pembicaraan diantara mereka bertiga. Iyas duduk di tengah-tengah di kursi penumpang mobil. Akan tetapi ia merasa ada sesuatu yang ia lewatkan di antara Mark dan sekretaris barunya itu.


Mengingat sejak menaiki mobil, Mark hanya dengan wajah datarnya memandang ke jendela mobil dan melihat jalanan saja. Sedangkan Alea, ia fokus dengan dokumen yang ada di sampingnya. Padahal untuk hari ini tidak ada kegiatan di kantor ataupun sebuah pertemuan dalam client.


"Ada apa dengan kalian? Bukankah malam ini ada makan malam buat Bagaimana dengan daerah?" tanya Iyas membuyarkan keheningan di antara mereka.


Mark tampak malas untuk berbicara apalagi menjawab pertanyaan Iyas, yang sama sekali tidak ia minati untuk membahasnya. Iyas mengerutkan dahinya, ketika pertanyaannya tidak ada di antara Mark dan Alea yang mau menjawabnya.


"Sebenarnya ada apa dengan kalian? Apa ada sesuatu yang terjadi di antara kalian yang aku lewatkan?" tambahi Iyas bertanya kepada Mark dan Alea bolak-balik.


Iyas yang duduk di pertengahan diantara mereka berdua. Ia bolak-balik memandang satu sama lain. Ia semakin menduga-duga tentang apa yang terjadi antara Mark dan sekertarisnya itu, yang tidak seperti biasanya.


"Apa kalian saling jatuh cinta?" tanya Iyas dengan senyum tipisnya.


"Tidak! "jawab Mark dan Alea bersamaan.


"Hahaha, ada apa dengan kalian ini? Aku hanya bercanda, tapi kalian sepertinya kompak sekali! Apa pertanyaanku itu benar?" goda Iyas, ketika mendapati keduanya kini menjadi salah tingkah.


Mark terdiam datar dan Alea menjadi salah tingkah karena berbicara bersamaan menjawab. Pada akhirnya Alea memilih berdiam diri. Begitu pun dengan Mark masih dengan wajah datarnya. Ia mempertahankan wibawanya dan tidak menghiraukan ucapan Iyas yang terbilang baginya sangat konyol.


Karena memang tidak ada hal penting baginya, apapun yang dibicarakan oleh Iyas hanya akan membuatnya tidak akan bisa diam.


Akan tetapi Mark tidak bisa membohongi jantungnya, yang ternyata dari tadi masih berdetak sangat kencang. Ketika mengingat sebuah bibir menempel di bibirnya. Sesuatu yang tidak pernah terjadi kepadanya. Walau hanya dengan wanita malam, yang sering menemaninya untuk minum di bar.

__ADS_1


Akan tetapi, untuk kali ini wajah dan juga bibir gadis yang berada di sampingnya itu. Sekertaris barunya tampak masih terasa di bibirnya,hingga membuat jantungnya semakin berdetak kencang dan apabila bukan karena suara mobil dan jalanan yang ramai. Mungkin orang sekitar akan mendengar detak jantungnya yang berdetak kencang. Untuk saat ini Mark mencoba menstabilkan posisinya agar tidak terlihat oleh Iyas yang terlalu banyak berbicara itu. Begitupun Alea yang hanya menyibukan dirinya dengan berkas yang ia bawa.


__ADS_2