
NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favoritkan dan vote yach... Selamat membaca kak.
Keduanya masih terdiam memikirkan hal yang sama sekali belum pernah mereka lakukan. Hingga mobil yang mereka tumpangi kini sudah memasuki kediaman Rendi Anggara. Rayn dan Naura masih dengan pemikirannya dan saat pintu mobil di sampijg Rayn terbuka. Rayn tersadar dan melihat ke arah anak buahnya yang membukakan pintu mobilnya. Rayn melihat ke arah Naura yang juga masih terdiam.
"Gadis nakal, cepat turun! Atau kamu mau melakukannya disini lagi?" ucap Rayn tersenyum tipis.
"Eh ...."
Naura terkejut mendengar ucapan Rayn dan segera turun dari mobilnya dengan wajah kesalnya. ya keluar dari mobilnya dan kini disambut oleh kedua pelayan yang sedang berada di rumah Rendy titik-titik rayon berjalan lebih dulu memasuki rumahnya kalau diikuti oleh Naura di belakangnya dengan wajah kesalnya. Rayn yang melihat Naura kini berjalan melewatinya lebih dulu. Ia tersenyum tipis melihat gadis itu tampak kesal padanya.
"Sepertinya ada yang lupa kalo ini bukan rumahnya," ucap Rayn tersenyum tipis.
Naura yang mendengar itu ia berhenti berjalan dan berbalik ke arah Rayn yang berdiri di belakangnya dan tersenyum tipis.
"Kamu berisk Rayn!" teriak Naura.
__ADS_1
Rayn tersenyum mendengar suara Naura yang terdengar begitu ia ribdukan. Naura memukul dada Rayn dengan pelan. Namun tidak terasa baginya.
"Ayo gadis nakal kamu kan pasyinya lelah, istirahat dulu di kamarmu gih!" ucap Rayn menahan tangan Naura yang memukulinya.
"Atau kamu mau kita lanjutkan lagi yang sempat terhenti tadi?" goda Rayn.
Naura tertegun mendengar ucapan Rayn yang sangat terdengar vulgar, wajah Naura menjadi semu merah dipipinya menahan malu dan debaran jantung yang mulai berdetak kencang lagi. Ia tampak salah tingkah mendengar ucapan pria yang ada dihadapannya itu
"Dimana kamarku?" tanya Naura.
Naura tersenyum mendapati dirinya kini berada di belakang Rayn dengan tangan yang halus dan hangat menuntunnya. Hingga sampai di sebuah pintu kamar mereka berhenti. Rayn membuka pintu kamar itu dan berbalik melihat Naura.
Rayn tersenyum tipis menatap Naura yang masih tersenyum melihatnya. Ia mengerutkan dahinya dan berbisik ke telinga Naura.
"Nanti kita lanjutkan," bisik Rayn.
__ADS_1
Naura terkejut dan ia mendorong Rayn berlari memasuki kamarnya yang sudah terbuka. Jatungnya yang berdetak begitu cepat membuatnya menutup pintu dengan keras dan berdiri di belakang pintu dengan tangan memegang dadanya dan menutup kedua matanya. Ia tersenyum mengingat Rayn yang menggodanya denga wajah dinginnya terlihat dan terdengar manis.
"Kenapa pria itu malah semakin manis sih cara bicaranya!" gerutu Naura.
"Aku memang manis!" teriak Rayn di balik pintu Naura.
"Iiiish, Rayn gila kamu nguping ya!" teriak Naura.
Saat ia mencoba mendengar jawaban Rayn di balik pintu, Naura menempelkan kepalanya mencoba untuk mendengarkan Rayn. Namun setelah beberapa menit tidak ada sagmhutan dari arah luar dan Naura kini tersenyum dan menarik nafas lega. Ia mengusap dadanya dengan lepas dan berjalan memasuki kamar yang sudah tertata rapih bernuansa serba putih bersih. Ia tersenyum dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang tidurnya. Ia tersenyum bahagia ketika mendapati perlakuan Rayn yang di luar dugaannya. Naura bahkan munutup wajahnya dengan kedua tangannya menahan malu dirinya yang mengingat kejadian saat di mobil tadi.
"Uuunh, harusnya aku bertanya tentang ini padamu paman, ah sialnya aku gak bisa nafas tadi, hahaha," gerutu Naura tertawa.
Ia tertawa mengingat kekonyolannya si hadapan Rayn. Dirinya bahkan tidak tahu cara berciuman apalagi hampir kehabisan nafas seperti apa yang ia lakukan tadi di hadapan Rayn.
"Aku kok malah semakin ingin belajar tapi pada siapa ya? Amira! Ya Amira dia pasti tau," Naura mengambil handphonenya," Eh, diakan anak baik, mana mau dia mengajariku hal itu? Bisa-bisa aku di cuekin sama dia, aaaah aku pusing!" gerutu Naura menutup wajahnya dengan tangannya.
__ADS_1